Hitung-hitungan Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia U-17
06 April 2025 |
16:18 WIB
Timnas Indonesia U-17 semakin dekat dengan tiket menuju Piala Dunia U-17 usai mencatat kemenangan penting atas Korea Selatan. Pada pertandingan perdana Grup C Piala Asia U-17 2025 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, Jumat (4/4/2025), Indonesia berhasil menang tipis 1-0.
Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga penuh tensi tersebut datang dari kaki Veandra Florasta di menit ke-90+2. Evandra yang gagal mengeksekusi penalti tetap tenang dan mampu memanfaatkan bola rebound dengan baik sehingga berbuah gol.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Timnas U-17 yang kini menempati posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan tiga poin. Kemenangan ini juga membawa Indonesia semakin dekat dengan tiket ke Piala Dunia U-17 2025.
Baca juga: Profil 3 Calon Pemain Timnas Naturalisasi Baru Berdarah Jerman
Sebagai catatan, Piala Dunia U-17 2025 memakai format yang baru, terutama dibanding edisi 2023 lalu. Jika pada 2023 pesertanya hanya 24 negara, edisi 2025 yang digelar di Qatar akan diikuti 48 negara.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mendapat jatah delapan slot untuk perwakilan Asia di ajang tersebut. Kuota tersebut secara otomatis diberikan kepada delapan tim yang berhasil lolos ke babak perempat final Piala Asia U-17. Untuk mencapai tahap ini, setiap tim harus finis di posisi dua teratas dalam salah satu dari empat grup yang tersedia di turnamen tersebut.
Saat ini, timnas Indonesia berada di peringkat kedua klasemen dengan raihan 3 poin, hanya tertinggal perolehan gol dari Yaman yang juga meraih tiga poin. Adapun, Korea Selatan berada di peringkat ketiga dan Afghanistan berada di peringkat keempat dengan nol poin.
Lantas, seberapa besar peluang Timnas Indonesia U-17 untuk melaju ke Piala Dunia U-17 2025? Berikut hitung-hitungannya:
Pertandingan melawan Yaman bisa dianggap sebagai laga krusial bagi timnas Indonesia, terutama jika target mereka adalah lolos ke Piala Dunia U-17. Kemenangan atas Yaman akan membuka jalan lebar bagi Garuda Muda, karena kans untuk finis di posisi pertama atau kedua klasemen grup menjadi sangat besar.
Jika berhasil mengalahkan Yaman, Indonesia akan mengoleksi 6 poin dari dua pertandingan yang telah dijalani dan secara otomatis menempati posisi teratas grup. Bahkan, Indonesia bisa langsung mengamankan tiket lolos apabila laga lain antara Korea Selatan dan Afghanistan berakhir imbang.
Sebab, dengan skenario ini, poin maksimal yang didapat Yaman hanyalah enam, sedangkan Korea Selatan empat. Adapun, Indonesia masih berpeluang mendapatkan poin maksimal 9 jika menang pada laga terakhir.
Kendati demikian, andai Korea Selatan memetik kemenangan pada matchday kedua, kans Indonesia untuk lolos tetap terbuka lebar. Pasalnya, pada matchday terakhir, Korea Selatan dan Yaman akan saling mengalahkan.
Adapun Indonesia akan melawan Afghanistan. Penentuan akhir tetap bergantung pada hasil pertandingan terakhir grup masing-masing tim.
Apabila Indonesia hanya meraih hasil imbang, situasi di grup akan menjadi jauh lebih kompleks. Sebab, setiap tim masih punya kesempatan yang sama untuk lolos. Terlebih, jika pada laga lain, Korea Selatan berhasil memetik kemenangan atas Afghanistan.
Jika skenario ini terjadi, maka persaingan peringkat satu dan dua kini diperebutkan oleh tiga tim, yakni Indonesia dengan 4 poin, Yaman dengan 4 poin, dan Korea dengan 3 poin. Adapun Afghanistan dipastikan tak lolos ke babak berikutnya.
Dalam kondisi ini, Indonesia tetap cukup diuntungkan. Sebab, pada laga terakhir Yaman dan Korea Selatan akan saling mengalahkan. Adapun Indonesia akan menghadapi Afghanistan untuk menentukan nasibnya sendiri.
Andai timnas Indonesia harus menelan kekalahan dari Yaman, peluang untuk melaju ke fase berikutnya sejatinya masih ada. Akan tetapi, jalan yang harus ditempuh akan jauh lebih berat karena penentuan kelolosan harus menunggu hingga laga terakhir. Dalam skenario ini, Indonesia juga perlu mengandalkan hasil dari pertandingan lain.
Jika Indonesia mampu mengalahkan Afghanistan di partai pamungkas, maka total poin yang dikumpulkan akan menjadi enam. Di sisi lain, jika Korea Selatan meraih kemenangan di matchday kedua, mereka juga akan mengoleksi enam poin. Dalam kondisi ini, selisih gol dan catatan head to head antar tim akan menjadi faktor penentu kelolosan.
Baca juga: Profil Ole Romeny, Striker Timnas Indonesia Keturunan Medan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga penuh tensi tersebut datang dari kaki Veandra Florasta di menit ke-90+2. Evandra yang gagal mengeksekusi penalti tetap tenang dan mampu memanfaatkan bola rebound dengan baik sehingga berbuah gol.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Timnas U-17 yang kini menempati posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan tiga poin. Kemenangan ini juga membawa Indonesia semakin dekat dengan tiket ke Piala Dunia U-17 2025.
Baca juga: Profil 3 Calon Pemain Timnas Naturalisasi Baru Berdarah Jerman
Sebagai catatan, Piala Dunia U-17 2025 memakai format yang baru, terutama dibanding edisi 2023 lalu. Jika pada 2023 pesertanya hanya 24 negara, edisi 2025 yang digelar di Qatar akan diikuti 48 negara.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mendapat jatah delapan slot untuk perwakilan Asia di ajang tersebut. Kuota tersebut secara otomatis diberikan kepada delapan tim yang berhasil lolos ke babak perempat final Piala Asia U-17. Untuk mencapai tahap ini, setiap tim harus finis di posisi dua teratas dalam salah satu dari empat grup yang tersedia di turnamen tersebut.
Saat ini, timnas Indonesia berada di peringkat kedua klasemen dengan raihan 3 poin, hanya tertinggal perolehan gol dari Yaman yang juga meraih tiga poin. Adapun, Korea Selatan berada di peringkat ketiga dan Afghanistan berada di peringkat keempat dengan nol poin.
Lantas, seberapa besar peluang Timnas Indonesia U-17 untuk melaju ke Piala Dunia U-17 2025? Berikut hitung-hitungannya:
1. Menang lawan Yaman
Pertandingan melawan Yaman bisa dianggap sebagai laga krusial bagi timnas Indonesia, terutama jika target mereka adalah lolos ke Piala Dunia U-17. Kemenangan atas Yaman akan membuka jalan lebar bagi Garuda Muda, karena kans untuk finis di posisi pertama atau kedua klasemen grup menjadi sangat besar.Jika berhasil mengalahkan Yaman, Indonesia akan mengoleksi 6 poin dari dua pertandingan yang telah dijalani dan secara otomatis menempati posisi teratas grup. Bahkan, Indonesia bisa langsung mengamankan tiket lolos apabila laga lain antara Korea Selatan dan Afghanistan berakhir imbang.
Sebab, dengan skenario ini, poin maksimal yang didapat Yaman hanyalah enam, sedangkan Korea Selatan empat. Adapun, Indonesia masih berpeluang mendapatkan poin maksimal 9 jika menang pada laga terakhir.
Kendati demikian, andai Korea Selatan memetik kemenangan pada matchday kedua, kans Indonesia untuk lolos tetap terbuka lebar. Pasalnya, pada matchday terakhir, Korea Selatan dan Yaman akan saling mengalahkan.
Adapun Indonesia akan melawan Afghanistan. Penentuan akhir tetap bergantung pada hasil pertandingan terakhir grup masing-masing tim.
2. Imbang lawan Yaman
Apabila Indonesia hanya meraih hasil imbang, situasi di grup akan menjadi jauh lebih kompleks. Sebab, setiap tim masih punya kesempatan yang sama untuk lolos. Terlebih, jika pada laga lain, Korea Selatan berhasil memetik kemenangan atas Afghanistan.Jika skenario ini terjadi, maka persaingan peringkat satu dan dua kini diperebutkan oleh tiga tim, yakni Indonesia dengan 4 poin, Yaman dengan 4 poin, dan Korea dengan 3 poin. Adapun Afghanistan dipastikan tak lolos ke babak berikutnya.
Dalam kondisi ini, Indonesia tetap cukup diuntungkan. Sebab, pada laga terakhir Yaman dan Korea Selatan akan saling mengalahkan. Adapun Indonesia akan menghadapi Afghanistan untuk menentukan nasibnya sendiri.
3. Kalah lawan Yaman
Andai timnas Indonesia harus menelan kekalahan dari Yaman, peluang untuk melaju ke fase berikutnya sejatinya masih ada. Akan tetapi, jalan yang harus ditempuh akan jauh lebih berat karena penentuan kelolosan harus menunggu hingga laga terakhir. Dalam skenario ini, Indonesia juga perlu mengandalkan hasil dari pertandingan lain.Jika Indonesia mampu mengalahkan Afghanistan di partai pamungkas, maka total poin yang dikumpulkan akan menjadi enam. Di sisi lain, jika Korea Selatan meraih kemenangan di matchday kedua, mereka juga akan mengoleksi enam poin. Dalam kondisi ini, selisih gol dan catatan head to head antar tim akan menjadi faktor penentu kelolosan.
Baca juga: Profil Ole Romeny, Striker Timnas Indonesia Keturunan Medan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.