Gaya Hidup Modern Kian Menantang, Konsumen Makin Cermat Pilih Produk Pangan Bergizi
02 April 2025 |
09:02 WIB
Seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat yang makin mengedepankan kesehatan, permintaan akan produk pangan juga mengalami pergeseran signifikan. Masyarakat saat ini makin sadar akan asupan yang bergizi dan sehat, alih-alih sekadar enak atau mengenyangkan.
Menurut Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science and Technology (SEAFEST) Center Institut Pertanian Bogor Puspo Edi Giriwono, kini, konsumen kini tidak hanya mencari makanan yang dapat mengenyangkan, tetapi yang dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.
Hal ini tercermin dari meningkatnya permintaan terhadap produk pangan yang tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan kalori. Konsumen juga mencari kebutuhan pangan yang mengandung bahan-bahan yang mendukung kesehatan tubuh. Dalam pandangan Puspa, kebutuhan konsumen saat ini bukan hanya soal kenyang, tetapi juga terkait dengan kesehatan.
Baca juga: BPOM Dorong Literasi Gizi Lewat Cek Label Kemasan
Dalam konteks ini, informasi nilai gizi pada kemasan produk pangan menjadi sangat penting karena konsumen makin sadar akan apa yang mereka konsumsi. Setiap bahan yang terkandung dalam produk pangan, dari bahan dasar hingga tambahan, harus mendukung tujuan untuk menciptakan makanan yang sehat.
Puspo mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan permintaan untuk bahan pangan fungsional yang menawarkan manfaat kesehatan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan gizi dasar. “Ini kita lihat tahun ke tahun, peningkatan untuk functional food atau functional ingredient itu menjadi penting sekali,” katanya.
Selain memenuhi kebutuhan kalori, produk-produk ini juga memberi manfaat tambahan seperti mengurangi risiko penyakit atau mendukung kesehatan pencernaan. Hal ini membuat konsumen lebih cermat dalam memilih makanan yang mereka konsumsi. Masyarakat, lanjutnya, juga lebih memahami informasi gizi yang tertera menjadi langkah penting untuk memastikan mereka mendapatkan manfaat yang diinginkan.
Seiring dengan kesibukan kehidupan modern, konsumen makin membutuhkan makanan yang praktis, cepat disiapkan, dan aman. Maka Puspo menekankan pentingnya penyediaan makanan yang praktis yang bisa disiapkan dalam waktu singkat tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan.
Dengan meningkatnya permintaan akan produk yang mudah diakses seperti ready-to-eat meals, produsen dihadapkan pada tantangan untuk menyediakan makanan yang tidak hanya praktis tetapi juga bergizi. Tak boleh luput, keamanan bahan baku dan bahan tambahan pangan yang digunakan dalam produk siap saji sangat penting dan harus dipastikan melalui pengujian yang ketat.
Pada akhirnya, tujuan utama dalam pengembangan makanan adalah untuk mengurangi risiko penyakit termasuk penyakit terkait gaya hidup seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. “Dengan meningkatkan kualitas makanan yang tersedia, termasuk dengan mengurangi kandungan kalori, gula, garam, dan lemak, serta menambahkan bahan-bahan fungsional yang dapat mendukung kesehatan, kita bisa mengurangi beban penyakit tidak menular di masyarakat,” imbuhnya.
Untuk itu, Puspo menekankan bahwa ke depannya, perlu inovasi dalam pengembangan produk pangan yang lebih sehat dan praktis. Ini diperlukan guna mendukung pola hidup sehat masyarakat yang makin melek nilai gizi. Untuk itu, kolaborasi antara produsen, konsumen, dan lembaga pemerintah penting dalam memastikan ketersediaan makanan yang lezat, bergizi, serta aman bagi kesehatan.
Baca juga: Begini Cara Jadi Vegetarian yang Sesuai Anjuran Ahli Gizi
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science and Technology (SEAFEST) Center Institut Pertanian Bogor Puspo Edi Giriwono, kini, konsumen kini tidak hanya mencari makanan yang dapat mengenyangkan, tetapi yang dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.
Hal ini tercermin dari meningkatnya permintaan terhadap produk pangan yang tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan kalori. Konsumen juga mencari kebutuhan pangan yang mengandung bahan-bahan yang mendukung kesehatan tubuh. Dalam pandangan Puspa, kebutuhan konsumen saat ini bukan hanya soal kenyang, tetapi juga terkait dengan kesehatan.
Baca juga: BPOM Dorong Literasi Gizi Lewat Cek Label Kemasan
Dalam konteks ini, informasi nilai gizi pada kemasan produk pangan menjadi sangat penting karena konsumen makin sadar akan apa yang mereka konsumsi. Setiap bahan yang terkandung dalam produk pangan, dari bahan dasar hingga tambahan, harus mendukung tujuan untuk menciptakan makanan yang sehat.
Puspo mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan permintaan untuk bahan pangan fungsional yang menawarkan manfaat kesehatan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan gizi dasar. “Ini kita lihat tahun ke tahun, peningkatan untuk functional food atau functional ingredient itu menjadi penting sekali,” katanya.
Selain memenuhi kebutuhan kalori, produk-produk ini juga memberi manfaat tambahan seperti mengurangi risiko penyakit atau mendukung kesehatan pencernaan. Hal ini membuat konsumen lebih cermat dalam memilih makanan yang mereka konsumsi. Masyarakat, lanjutnya, juga lebih memahami informasi gizi yang tertera menjadi langkah penting untuk memastikan mereka mendapatkan manfaat yang diinginkan.
Seiring dengan kesibukan kehidupan modern, konsumen makin membutuhkan makanan yang praktis, cepat disiapkan, dan aman. Maka Puspo menekankan pentingnya penyediaan makanan yang praktis yang bisa disiapkan dalam waktu singkat tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan.
Dengan meningkatnya permintaan akan produk yang mudah diakses seperti ready-to-eat meals, produsen dihadapkan pada tantangan untuk menyediakan makanan yang tidak hanya praktis tetapi juga bergizi. Tak boleh luput, keamanan bahan baku dan bahan tambahan pangan yang digunakan dalam produk siap saji sangat penting dan harus dipastikan melalui pengujian yang ketat.
Pada akhirnya, tujuan utama dalam pengembangan makanan adalah untuk mengurangi risiko penyakit termasuk penyakit terkait gaya hidup seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. “Dengan meningkatkan kualitas makanan yang tersedia, termasuk dengan mengurangi kandungan kalori, gula, garam, dan lemak, serta menambahkan bahan-bahan fungsional yang dapat mendukung kesehatan, kita bisa mengurangi beban penyakit tidak menular di masyarakat,” imbuhnya.
Untuk itu, Puspo menekankan bahwa ke depannya, perlu inovasi dalam pengembangan produk pangan yang lebih sehat dan praktis. Ini diperlukan guna mendukung pola hidup sehat masyarakat yang makin melek nilai gizi. Untuk itu, kolaborasi antara produsen, konsumen, dan lembaga pemerintah penting dalam memastikan ketersediaan makanan yang lezat, bergizi, serta aman bagi kesehatan.
Baca juga: Begini Cara Jadi Vegetarian yang Sesuai Anjuran Ahli Gizi
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.