Penulis dan Sutradara film Jumbo Ryan Adriandhy saat konferensi pers film Jumbo di Jakarta, Rabu (12/2/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)

9 Kali Revisi, Perjalanan Ryan Adriandhy Menyempurnakan Naskah Jumbo

30 March 2025   |   18:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Naskah skenario merupakan bagian penting dan fondasi utama sebuah film. Naskah tidak sekadar teks dialog dan narasi, tetapi menjadi pedoman bagi semua elemen produksi, dari sutradara, aktor, artistik, hingga tata suara yang akan saling berpadu menciptakan dunia film lebih realistis.

Saat menggarap film animasi Jumbo, sutradara sekaligus penulis Ryan Adriandhy berbagi kisah mengenai proses kreatifnya saat menulis naskah film ini. Dia menulis naskah skenario dengan menggandeng penulis lain, Widya Arifianti.

Ryan Adriandhy memilih Widya Arifianti sebagai tandem penulisan naskah karena latar belakangnya yang kuat dalam cerita bertema keluarga. Selain itu, kala itu, Widya juga punya pengalaman menggarap naskah film animasi karena juga turut terlibat dalam penulisan film Nussa (2021). 

Baca juga: Jumbo Jadi Debut Film Animasi Panjang Sutradara Ryan Adriandhy 

 
Penulis dan Sutradara film Jumbo Ryan Adriandhy saat konferensi pers film Jumbo di Jakarta, Rabu (12/2/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)
Selain itu, kecocokan dalam pengalaman masa kecil juga menjadi alasan kuat bagi Ryan untuk menggandeng Widya. Oleh karena itu, dia merasa Widya bisa menjadi tandem yang cocok untuk menggarap feature animasi pertamanya ini.

“Ketika itu, aku juga merasa cocok dengan Widya karena saat proses perkenalan dan segala macam, aku merasa banyak kesamaan memori masa kecil sama dia gitu. Jadi banyak frekuensi yang setara gitu loh,” ungkap Ryan kepada Hypeabis.id

Ryan dan Widya memiliki metode unik dalam menulis naskah. Mereka membentuk sebuah grup yang diberi nama Ngajumbo, yang juga menjadi kode untuk memulai sesi penulisan naskah. 

Mereka sama-sama tahu, ketika ada sebuah pesan yang muncul di grup tersebut, itu tandanya proses menulis naskah Jumbo mesti berlanjut. Dalam prosesnya, mereka saling menyetujui sekaligus mengkritisi satu sama lain.

“Proses menulisnya itu pertama kita buat struktur awalnya bareng-bareng. Habis itu kayak main pingpong aja gitu, karena kita sudah sama-sama tahu di act 1, act 2, act 3 klimaksnya akan seperti apa, resolusinya apa, karakternya pengen apa gitu,” imbuhnya. 

Ryan mengatakan proses menulis tak selalu benar-benar dilakukan dengan duduk bersama. Ada kalanya naskah itu berada di tangan Widya, lalu dia mencoba menyelesaikan bagian tertentu. Saat sudah selesai, sama-sama kita baca lagi lalu mengoreksinya. Begitu sebaliknya.

Penyusunan naskah hingga final draf memakan waktu sekitar satu tahun dengan total sembilan kali revisi. Setelah naskah final disusun, naskah tersebut kemudian digunakan dalam proses perekaman suara. 

Salah satu prinsip utama Ryan dalam menulis Jumbo adalah memastikan cerita yang dibuat memang cocok untuk format animasi. Karena itulah, unsur-unsur ajaib dimasukkan ke dalam cerita, tetapi tetap memiliki kedekatan dengan budaya Indonesia.

“Jadi, selain soal premis cerita, kita coba menghadirkan unsur-unsur ajaib. Tapi, hal-hal yang ajaib itu kita pikirkan agar dekat dengan sesuatu yang ada di Indonesia, karena ini adalah film Indonesia kan. Jadi, aku memang pengen film animasi ini terasa familiar,” jelasnya.

Ryan mengaku saat menulis dirinya banyak mengambil inspirasi dari hal-hal yang dekat dengannya. Terkadang, dia perlu menjelajahi masa kecil dan mencoba menuliskan kenangan-kenangan itu kembali ke dalam film ini. 

Dia ingin animasi ini menjadi perayaan bersama akan dunia anak-anak yang menarik. Akan tetapi, secara spesifik Ryan menyebut film ini bukan hanya untuk anak-anak. Ini adalah film yang bisa dinikmati untuk kita, anak-anak kita, dan anak-anak di dalam diri kita.

Kendati demikian, Ryan menyebut karena film ini memakai dunia anak-anak sebagai latar cerita, dia pun harus ekstra teliti dalam menulis pengembangan karakter. Dia dan timnya selalu memastikan bahwa dialog serta tindakan para karakter tetap alami dan sesuai dengan sudut pandang anak

“Jangan sampai kita menjadi kayak orang dewasa yang maksa anak-anak untuk ngomong. Aku ingin setiap kata-kata yang ditulis dan keputusan-keputusan yang diambil oleh para karakter itu benar-benar dipikirkan bahwa, ya memang anak-anak akan melakukan itu ketika dihadapkan pada situasi tertentu,” imbuhnya.

Untuk memastikan keaslian cerita, mereka juga berdiskusi dengan berbagai pihak yang memahami dunia anak, termasuk psikolog anak dan komunitas parenting. “Di Visinema Studios ada satu orang yang dia punya koneksi ke psikolog anak dan komunitas parenting. Kita banyak ngobrol juga dengan mereka soal pengembangan karakter-karakter di film ini,” jelasnya.
 

Produser Film Jumbo Novia Puspa Sari (dari kiri), Produser Anggia Kharisma, Penulis dan Sutradara Ryan Adriandhy, Pengisi suara film Jumbo Quinn Salman, Pengisi suara film Prince Poetiray, Pengisi suara film Bunga Citra Lestari Pengisi suara film Yusuf Ozkan, Pengisi suara film Graciella Abigail, dan Pengisi suara film M. Adhiyat foto bersama seusai konferensi pers film Jumbo di Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Produser Film Jumbo Novia Puspa Sari (dari kiri), Produser Anggia Kharisma, Penulis dan Sutradara Ryan Adriandhy, Pengisi suara film Jumbo Quinn Salman, Pengisi suara film Prince Poetiray, Pengisi suara film Bunga Citra Lestari Pengisi suara film Yusuf Ozkan, Pengisi suara film Graciella Abigail, dan Pengisi suara film M. Adhiyat foto bersama seusai konferensi pers film Jumbo di Jakarta, Rabu (12/2/2025).  (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)

Film animasi Jumbo mengisahkan perjalanan Don, seorang anak yang kerap diremehkan oleh teman-temannya. Ingin membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar anak bertubuh besar yang sering gagal, Don memutuskan untuk mengikuti pertunjukan bakat dengan menampilkan sandiwara panggung yang terinspirasi dari buku cerita peninggalan orang tuanya. 

Namun, segalanya berubah ketika seorang perundung mencuri buku tersebut. Di saat yang sama, Don bertemu dengan seorang anak kecil yang memintanya untuk membantunya bertemu kembali dengan orang tuanya.

Dalam perjalanannya, Don menjalani petualangan seru dan mengharukan bersama teman barunya. Perjalanan ini mengajarkan Don tentang keberanian, rasa percaya diri, dan arti persahabatan sejati.

Pengisi suara dalam film animasi Jumbo melibatkan sejumlah aktor dan aktris muda berbakat, termasuk Prince Poetiray, Quinn Salman, Yusuf Ozkan, M. Adhiyat, dan Graciella Abigail. Selain itu, turut serta beberapa nama besar seperti Ariel NOAH, Ratna Riantiarno, Ariyo Wahab, Bunga Citra Lestari, Angga Yunanda, dan Cinta Laura Kiehl.

Baca juga: Film Jumbo Tayang di 17 Negara, Mayoritas Sasar Bioskop Eropa

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

APFI: Film Lebaran Berpotensi Sumbang 20-30 Persen dari Total Penonton Tahunan

BERIKUTNYA

10 Tradisi Unik Malam Takbiran di Indonesia, Meugang hingga Grebeg Syawal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: