Foto Bergaya Ghibli dengan AI Viral, Sineas Indonesia Soroti Isu Etika
28 March 2025 |
20:20 WIB
Belakangan ini, dunia seni dan animasi digemparkan oleh tren Ghibli Style yang dihasilkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Dengan teknologi ini, gambar-gambar yang menyerupai estetika khas Studio Ghibli dapat diciptakan dalam hitungan detik. Meski terlihat menarik, tak sedikit sineas Indonesia yang menentang tren tersebut.
Studio Ghibli, rumah produksi legendaris asal Jepang, memang dikenal dengan gaya animasi yang khas. Studio ini memiliki karakter dengan ekspresi lembut, latar belakang yang detail dan atmosferik, serta warna-warna pastel yang menenangkan. Animasi-animasinya memiliki detail yang rumit dan tak mudah ditiru orang.
Namun, kini AI mampu meniru gaya ini hanya dengan hitungan detik. Dengan hanya memasukkan foto tertentu, lalu menambahkan prompt yang sesuai, AI dapat menghasilkan ilustrasi ala Ghibli dalam waktu singkat.
Baca juga: 6 Rekomendasi Cafe Bertema Ghibli di Jakarta dan Sekitarnya
Banyak sineas dan seniman menilai bahwa penggunaan AI untuk menciptakan karya dalam gaya Ghibli berpotensi melanggar hak cipta. Sebab, Studio Ghibli sendiri tentu memiliki hak eksklusif atas estetika desain mereka.
Salah satu aktris yang menyuarakan hal ini ialah Sheila Dara. Dia mengaku sedih melihat foto ala Studio Ghibli yang dibuat melalui bantuan artificial intelligence. Dia tak menyangka teknologi akal imitasi tersebut sudah bisa membuat sebuah foto menjadi animasi yang punya ciri khas Ghibli.
"Sorry party pooper, tapi aku sedih deh lihat Ghibli Style bisa di-generate dengan AI ini," tulis Sheila dalam akun X resminya.
Sheila berpendapat bahwa suatu teknologi seharusnya tidak meniru suatu aspek, terutama yang berkaitan dengan kreativitas manusia, tanpa adanya kesepakatan khusus. Menurutnya, Studio Ghibli telah menempuh perjalanan panjang untuk membangun identitas khas tersebut.
Dia mempertanyakan apakah platform AI yang mereplikasi ciri khas Ghibli dengan gampang tersebut telah mendapatkan izin resmi dari Studio Ghibli untuk hasil editing seperti itu atau tidak. Sebab, jika tidak, baginya ini bisa masuk ke dalam pelanggaran hak cipta.
"Nyari style yang ikonik gitu pasti kan melewati proses kultivasi bertahun-tahun ya. Terus emang ini ada consent-nya kah dari kreatornya," imbuhnya.
Sementara itu, animator sekaligus sutradara film Ryan Adriandhy juga mengungkapkan hal senada. Dia tampak merasa heran mengapa ada orang-orang yang dengan bangga meniru gaya khas Studio Ghibli tanpa proses yang semestinya.
"Satu-satunya yang dapat menjadi Studio Ghibli, melakukan seperti Studio Ghibli, adalah Studio Ghibli," tegasnya dalam akun X resminya.
Ryan, yang juga penggemar Studio Ghibli, menganggap bahwa pencapaian artistik studio asal Jepang tersebut memang luar biasa, sehingga banyak orang berusaha menirunya. Akan tetapi, menurutnya, bagaimanapun upaya yang dilakukan, hasilnya tidak akan pernah bisa menjadi Studio Ghibli, bahkan jauh dari itu.
"Dan mereka terlalu pengecut untuk menghadapi kebenaran itu," tuturnya.
Sutradara Yandy Laurens juga mengungkapkan keprihatinan serupa. Dalam Instagram pribadinya, dia membagikan sebuah cuplikan video yang memperlihatkan Hayao Miyazaki, pendiri Studio Ghibli, tengah mendapat demo terkait kecanggihan AI, dan dia tampak sangat menentang teknologi tersebut.
Pernyataan yang dilontarkan Hayao itu terjadi pada 2016. Miyazaki mengaku muak dengan teknologi AI. Dia pun menyebut tak akan pernah memasukkan teknologi ini ke dalam karyanya sama sekali.
"Ini kreator Studio Ghibli yang diimitasi style gambarnya oleh filter AI, sedang ramai digunakan. Stop kali ya," katanya.
Belum lama ini, ChatGPT mengembangkan alat baru yang mampu meniru estetika unik dari berbagai seniman. Salah satu eksperimennya adalah "Ghiblification," yang berusaha mereplikasi gaya khas Studio Ghibli.
Dijelaskan bahwa versi terbaru ChatGPT ini memungkinkan pengguna mengubah foto mereka menjadi ilustrasi ala Hayao Miyazaki, pendiri Ghibli. Beberapa hasil transformasi ini telah beredar di internet, termasuk foto atlet penembak pistol asal Turki, Yusuf Dikec, serta meme "Disaster Girl" yang menampilkan seorang anak perempuan berusia 4 tahun dengan senyum tipis, sementara di belakangnya terlihat rumah yang sedang terbakar.
Baca juga: 5 Film Animasi Studio Ghibli dengan Sad Ending, Jangan Lupa Siapkan Tisu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Studio Ghibli, rumah produksi legendaris asal Jepang, memang dikenal dengan gaya animasi yang khas. Studio ini memiliki karakter dengan ekspresi lembut, latar belakang yang detail dan atmosferik, serta warna-warna pastel yang menenangkan. Animasi-animasinya memiliki detail yang rumit dan tak mudah ditiru orang.
Namun, kini AI mampu meniru gaya ini hanya dengan hitungan detik. Dengan hanya memasukkan foto tertentu, lalu menambahkan prompt yang sesuai, AI dapat menghasilkan ilustrasi ala Ghibli dalam waktu singkat.
Baca juga: 6 Rekomendasi Cafe Bertema Ghibli di Jakarta dan Sekitarnya
Banyak sineas dan seniman menilai bahwa penggunaan AI untuk menciptakan karya dalam gaya Ghibli berpotensi melanggar hak cipta. Sebab, Studio Ghibli sendiri tentu memiliki hak eksklusif atas estetika desain mereka.
Salah satu aktris yang menyuarakan hal ini ialah Sheila Dara. Dia mengaku sedih melihat foto ala Studio Ghibli yang dibuat melalui bantuan artificial intelligence. Dia tak menyangka teknologi akal imitasi tersebut sudah bisa membuat sebuah foto menjadi animasi yang punya ciri khas Ghibli.
"Sorry party pooper, tapi aku sedih deh lihat Ghibli Style bisa di-generate dengan AI ini," tulis Sheila dalam akun X resminya.
Sheila berpendapat bahwa suatu teknologi seharusnya tidak meniru suatu aspek, terutama yang berkaitan dengan kreativitas manusia, tanpa adanya kesepakatan khusus. Menurutnya, Studio Ghibli telah menempuh perjalanan panjang untuk membangun identitas khas tersebut.
Dia mempertanyakan apakah platform AI yang mereplikasi ciri khas Ghibli dengan gampang tersebut telah mendapatkan izin resmi dari Studio Ghibli untuk hasil editing seperti itu atau tidak. Sebab, jika tidak, baginya ini bisa masuk ke dalam pelanggaran hak cipta.
"Nyari style yang ikonik gitu pasti kan melewati proses kultivasi bertahun-tahun ya. Terus emang ini ada consent-nya kah dari kreatornya," imbuhnya.
Sementara itu, animator sekaligus sutradara film Ryan Adriandhy juga mengungkapkan hal senada. Dia tampak merasa heran mengapa ada orang-orang yang dengan bangga meniru gaya khas Studio Ghibli tanpa proses yang semestinya.
"Satu-satunya yang dapat menjadi Studio Ghibli, melakukan seperti Studio Ghibli, adalah Studio Ghibli," tegasnya dalam akun X resminya.
Ryan, yang juga penggemar Studio Ghibli, menganggap bahwa pencapaian artistik studio asal Jepang tersebut memang luar biasa, sehingga banyak orang berusaha menirunya. Akan tetapi, menurutnya, bagaimanapun upaya yang dilakukan, hasilnya tidak akan pernah bisa menjadi Studio Ghibli, bahkan jauh dari itu.
"Dan mereka terlalu pengecut untuk menghadapi kebenaran itu," tuturnya.
Sutradara Yandy Laurens juga mengungkapkan keprihatinan serupa. Dalam Instagram pribadinya, dia membagikan sebuah cuplikan video yang memperlihatkan Hayao Miyazaki, pendiri Studio Ghibli, tengah mendapat demo terkait kecanggihan AI, dan dia tampak sangat menentang teknologi tersebut.
Pernyataan yang dilontarkan Hayao itu terjadi pada 2016. Miyazaki mengaku muak dengan teknologi AI. Dia pun menyebut tak akan pernah memasukkan teknologi ini ke dalam karyanya sama sekali.
"Ini kreator Studio Ghibli yang diimitasi style gambarnya oleh filter AI, sedang ramai digunakan. Stop kali ya," katanya.
Belum lama ini, ChatGPT mengembangkan alat baru yang mampu meniru estetika unik dari berbagai seniman. Salah satu eksperimennya adalah "Ghiblification," yang berusaha mereplikasi gaya khas Studio Ghibli.
Dijelaskan bahwa versi terbaru ChatGPT ini memungkinkan pengguna mengubah foto mereka menjadi ilustrasi ala Hayao Miyazaki, pendiri Ghibli. Beberapa hasil transformasi ini telah beredar di internet, termasuk foto atlet penembak pistol asal Turki, Yusuf Dikec, serta meme "Disaster Girl" yang menampilkan seorang anak perempuan berusia 4 tahun dengan senyum tipis, sementara di belakangnya terlihat rumah yang sedang terbakar.
Baca juga: 5 Film Animasi Studio Ghibli dengan Sad Ending, Jangan Lupa Siapkan Tisu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.