5 Layanan Kesehatan Paling Dicari Selama Ramadan dan Idulfitri
19 March 2025 |
13:19 WIB
Perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas harian saat Ramadan berdampak signifikan pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berdasarkan laporan Halodoc Health & Wellness Insights 2025, pada bulan puasa konsultasi dokter, pemanfaatan produk dan layanan kesehatan digital terpantau meningkat.
Laporan tersebut menampilkan sejumlah masalah kesehatan yang menjadi perhatian masyarakat, serta rekomendasi pencegahan dan penanganannya. Berikut adalah lima layanan kesehatan yang paling banyak dicari selama Ramadan dan Idulfitri berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Simak Manfaat Tak Terduga Durian Bagi Kesehatan
Selama Ramadan dan beberapa pekan setelah Idulfitri, Halodoc mencatat terdapat peningkatan 16 persen konsultasi mengenai menstruasi tidak teratur dan 48 persen konsultasi terkait kontrasepsi. Peningkatan ini dapat dipicu oleh penggunaan obat penunda menstruasi untuk ibadah, kekhawatiran efek samping dari obat hormonal, serta kebutuhan pasangan suami istri terkait kontrasepsi pasca-Ramadan.
Untuk menjaga keseimbangan hormon selama Ramadan, dianjurkan untuk mengonsumsi air putih yang cukup minimal delapan gelas per hari, meningkatkan asupan serat dan protein, serta mengelola stres dengan perencanaan harian yang baik. Masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, membeli produk-produk kesehatan reproduksi, atau mendapatkan layanan vaksin HPV.
Selama pekan Idulfitri, tren menunjukkan peningkatan pembelian obat pencernaan sebesar 12 persen dan obat kolesterol sebesar 15 persen. Lonjakan ini dipengaruhi oleh perubahan pola makan yang drastis, termasuk konsumsi makanan tinggi lemak dan gula saat berbuka puasa, serta kebiasaan makan dalam porsi besar setelah seharian berpuasa.
Untuk mencegah gangguan kesehatan, kontrol porsi makan, kunyah makanan perlahan, batasi lemak, dan tingkatkan serat serta air. Jika mengalami gejala terkait pencernaan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis, konsumsi obat dan vitamin, serta suntik asam lambung apabila diperlukan.
Selama pekan Idulfitri, konsultasi kesehatan gigi dan mulut meningkat 20 persen dalam seminggu. Ini dipicu oleh konsumsi gula tinggi, masalah gigi yang memburuk, dan keterbatasan akses klinik gigi saat libur.
Batasi konsumsi makanan dan minuman manis, hindari makanan keras, asam, dan dingin, serta rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Jika mengalami keluhan lebin lanjut, segera konsultasikan dengan dokter gigi.
Selama pekan Idulfitri, konsultasi dengan dokter spesialis anak meningkat 21persen. Meningkatnya mobilitas dan interaksi saat merayakan lebaran dapat meningkatkan risik infeksi pernapasan yang ditandai dengan batuk, pilek, dan demam, serta meningkatkan paparan terhadap virus musiman seperti flu dan demam berdarah. Selain itu, perubahan pola makan juga dapat memicu reaksi alergi seperti muntah maupun ruam kulit.
Baca juga: Simak Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Selama Puasa
Pantau asupan makanan anak, batasi gula, dan pastikan cukup serat dari buah dan sayur. Jika muncul gejala, konsultasikan dengan dokter anak, konsumsi obat dan vitamin yang direkomendasikan dokter, serta dapatkan vaksin flu, pneumonia, dan lainnya sesuai anjuran dokter.
Konsultasi mengenai kesehatan mental meningkat 16 persen satu pekan setelah Idulfitri. Momen berkumpul dengan keluarga dan teman, sering kali menimbulkan tekanan emosional yang dapat meningkatkan stres dan kecemasan.
Untuk menjaga keseimbangan mental, penting untuk mengelola ekspektasi dan prioritas, menjaga pola hidup sehat, serta mencari dukungan profesional jika diperlukan. Masyarakat dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater melalui, serta membeli vitamin dan suplemen sesuai rekomendasi psikiater.
Laporan tersebut menampilkan sejumlah masalah kesehatan yang menjadi perhatian masyarakat, serta rekomendasi pencegahan dan penanganannya. Berikut adalah lima layanan kesehatan yang paling banyak dicari selama Ramadan dan Idulfitri berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Simak Manfaat Tak Terduga Durian Bagi Kesehatan
1. Kesehatan reproduksi
Selama Ramadan dan beberapa pekan setelah Idulfitri, Halodoc mencatat terdapat peningkatan 16 persen konsultasi mengenai menstruasi tidak teratur dan 48 persen konsultasi terkait kontrasepsi. Peningkatan ini dapat dipicu oleh penggunaan obat penunda menstruasi untuk ibadah, kekhawatiran efek samping dari obat hormonal, serta kebutuhan pasangan suami istri terkait kontrasepsi pasca-Ramadan.Untuk menjaga keseimbangan hormon selama Ramadan, dianjurkan untuk mengonsumsi air putih yang cukup minimal delapan gelas per hari, meningkatkan asupan serat dan protein, serta mengelola stres dengan perencanaan harian yang baik. Masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, membeli produk-produk kesehatan reproduksi, atau mendapatkan layanan vaksin HPV.
2. Kesehatan pencernaan dan metabolik
Selama pekan Idulfitri, tren menunjukkan peningkatan pembelian obat pencernaan sebesar 12 persen dan obat kolesterol sebesar 15 persen. Lonjakan ini dipengaruhi oleh perubahan pola makan yang drastis, termasuk konsumsi makanan tinggi lemak dan gula saat berbuka puasa, serta kebiasaan makan dalam porsi besar setelah seharian berpuasa.Untuk mencegah gangguan kesehatan, kontrol porsi makan, kunyah makanan perlahan, batasi lemak, dan tingkatkan serat serta air. Jika mengalami gejala terkait pencernaan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis, konsumsi obat dan vitamin, serta suntik asam lambung apabila diperlukan.
3. Kesehatan gigi dan mulut
Selama pekan Idulfitri, konsultasi kesehatan gigi dan mulut meningkat 20 persen dalam seminggu. Ini dipicu oleh konsumsi gula tinggi, masalah gigi yang memburuk, dan keterbatasan akses klinik gigi saat libur.Batasi konsumsi makanan dan minuman manis, hindari makanan keras, asam, dan dingin, serta rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Jika mengalami keluhan lebin lanjut, segera konsultasikan dengan dokter gigi.
4. Kesehatan anak
Selama pekan Idulfitri, konsultasi dengan dokter spesialis anak meningkat 21persen. Meningkatnya mobilitas dan interaksi saat merayakan lebaran dapat meningkatkan risik infeksi pernapasan yang ditandai dengan batuk, pilek, dan demam, serta meningkatkan paparan terhadap virus musiman seperti flu dan demam berdarah. Selain itu, perubahan pola makan juga dapat memicu reaksi alergi seperti muntah maupun ruam kulit.Baca juga: Simak Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Selama Puasa
Pantau asupan makanan anak, batasi gula, dan pastikan cukup serat dari buah dan sayur. Jika muncul gejala, konsultasikan dengan dokter anak, konsumsi obat dan vitamin yang direkomendasikan dokter, serta dapatkan vaksin flu, pneumonia, dan lainnya sesuai anjuran dokter.
5. Kesehatan mental
Konsultasi mengenai kesehatan mental meningkat 16 persen satu pekan setelah Idulfitri. Momen berkumpul dengan keluarga dan teman, sering kali menimbulkan tekanan emosional yang dapat meningkatkan stres dan kecemasan.Untuk menjaga keseimbangan mental, penting untuk mengelola ekspektasi dan prioritas, menjaga pola hidup sehat, serta mencari dukungan profesional jika diperlukan. Masyarakat dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater melalui, serta membeli vitamin dan suplemen sesuai rekomendasi psikiater.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.