Penumpang kapal KM Tilongkabila memasuki ruang tunggu saat akan berlayar dari Makassar menuju Bima, NTT di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/3/2025). (sumber gambar: JIBI/Bisnis/Paulus Tandi Bone)

Fenomena Unik dari Tradisi Mudik Lebaran Menurut Sosiolog

24 March 2025   |   18:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Momen hari raya selalu memberikan berkah bagi setiap insan serta menciptakan tradisi unik di masyarakat. Salah satunya tradisi mudik yang dilakukan setiap tahun oleh kaum perantau yang memanfaatkan momen Idulfitri untuk pulang kampung dan bersilaturahmi bersama sanak keluarga.

Tak ayal, momen mudik Lebaran itu pun membawa dampak ekonomi bagi daerah tujuan dan menopang pertumbuhan nasional. Arus pergerakan penduduk saat mudik Lebaran berdampak besar terhadap pelbagai sektor industri dan bisnis.

Baca juga: 7 Persiapan Berangkat Mudik Lebaran, Periksa Kendaraan dan Rute Perjalanan

Wisatawan yang membuncah di daerah, hingga transportasi massal yang selalu penuh adalah salah satu contohnya, termasuk juga saat momen arus balik. Sebagai sebuah peristiwa, tradisi mudik memang selalu menjadi fenomena di masyarakat.

Kendati fluktuatif, akan tetapi jumlah pemudik setiap tahunnya memang terus mengalami lonjakan signifikan, khsusunya sejak pandemi Covid-19 pada 2020-2021.

Walakin, tren masyarakat untuk mudik ke kampung halaman sepertinya juga terus mengalami perubahan. Jika awalnya mudik dilakukan sebagai ajang silaturahmi tapi lambat laun tren tersebut bergeser dengan berbagai motif lain.

Sosiolog Universitas Padjadjaran, Yusar Muljadji mengatakan, dalam dua dekade terakhir makna dan tujuan mudik memang mengalami pergeseran. Bagi kaum muda misalnya, tradisi mudik bisa dikategorikan antara yang antusias dengan yang kurang antusias.

Selain faktor ekonomi, bagi yang antusias melakukan mudik, kemungkinan besar karena mereka masih memiliki keterikatan dengan kampung halaman. Sedangkan mereka yang kurang antusias merupakan antitesa dari kategori sebelumnya.

"Bisa jadi karena generasi di atas mereka sendiri sudah kurang memiliki ikatan dengan kampung halamannya ataupun sudah tidak ada kerabat di kampung halaman karena migrasi ke area perkotaan," katanya saat dihubungi Hypeabis.id.

Yusar menjelaskan, tradisi mudik secara umum memang masih menunjukkan adanya keterikatan terhadap kampung halaman dan juga kerabat-kerabat yang lebih tua. Misalnya dengan melakukan “nyekar” ke makam leluhur yang ada di kampung halaman.

Selain itu, mudik juga menjadi bentuk rekreasi melepaskan penat setelah setahun lamanya berjuang keras di perkotaan. Kembali ke kampung halaman, papar Yusar, merupakan salah satu bentuk untuk mengistirahatkan fisik dan mental.

"Momen mudik ini biasanya juga untuk tetap memelihara hubungan dengan kerabat-kerabat yang terjauhkan karena aktivitas pekerjaan di luar kampung halaman," imbuhnya.

Bagi beberapa pemudik yang hidup sukses di perkotaan, kegiatan mudik adalah suatu bentuk penunjukan identitas kesuksesannya dalam terminologi yang netral. Penunjukan identitas ini, menurut Yusar juga merupakan hal yang wajar dan membanggakan.

Kisah kesuksesan itulah yang menurutnya turut menjadi faktor penarik orang-orang di desa untuk mengadu nasib di perkotaan terutama bagi generasi muda. Sebab pemudik tersebut biasanya menjadi teladan bagi kerabat-kerabat yang lain untuk bisa mengikuti jejaknya.

Baca juga: Cek Daftar Jalan Tol yang Diskon 20 Persen saat Arus Mudik Lebaran 2025

Namun ada juga fenomena menarik dari mudik bagi generasi baby boomers. Sebab selain menjalin silaturahmi, bagi mereka mudik justru dijadikan waktu untuk mencari lahan yang bisa dibeli dan dibangun rumah untuk dijadikan tempat bermukim di hari tua.

"Mudik bagi mereka juga bisa menjadi penjajakan untuk kembali jika merasa telah selesai beraktivitas di perkotaan. Dengan kata lain bagi generasi yang lebih tua, mudik adalah sarana untuk kembali hidup di desa," katanya.

SEBELUMNYA

Profil Pemain The Haunted Palace, Drama Comebacknya Yook Sung-jae

BERIKUTNYA

Sutradara Mouly Surya Hadirkan Film Perang Kota, Tayang 30 April 2025 di Bioskop

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga