Daftar Daerah yang Akan Mengalami Musim Kemarau pada Maret-April 2025
17 March 2025 |
11:40 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau setelah musim hujan berakhir sekitar awal tahun ini. Di beberapa daerah, musim kemarau akan terjadi pada Maret-April 2025.
Dikutip dari akun YouTube & media sosial Info BMKG, Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan, La Nina telah berakhir dan musim kemarau 2025 diprediksi normal.
“Artinya, semoga, segala sesuatunya akan berjalan lebih kondusif dari segi cuaca,” katanya dalam video Konferensi Pers bertajuk Prediksi Musim Kemarau 2025 yang dikutip Hypeabis.id, Senin (17/3/2025).
Baca juga: 7 Kiat Menjaga Rumah Tetap Aman & Nyaman saat Udara Dingin Musim Kemarau Menerpa
Dia menambahkan, hasil monitoring suhu muka laut pada awal Maret 2025 menunjukkan fenomena La Niña di Samudra Pasifik telah bertransisi menuju fase El Nino Southern Oscillation (ENSO) Netral.
Sementara itu, di Samudra Hindia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada pada fase Netral. Kedua fenomena tersebut (ENSO dan IOD) diprediksi akan tetap berada dalam fase Netral sepanjang musim kemarau 2025.
Dia menuturkan, awal musim kemarau pada umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin monsun Asia menjadi monsun Australia. Sebelumnya, angin monsun Asia masih dominan. Akan tetapi, saat ini angin monsun Australia mulai aktif.
Dengan begitu, musim kemarau 2025 diprediksi pertama kali terjadi pada Maret 2025 di 6 zona musim atau 0,86 persen zona musim, yakni sebagian kecil wilayah Jawa Barat bagian utara, sebagian Pulau Madura atau Jawa Timur, sebagian kecil Kalimantan utara, dan Nusa Penida, Bali.
Sementara itu, pada April 2025, ada 115 zona musim atau 16,5 persen diprediksi memasuki musim kemarau. Wilayah-wilayah itu, seperti Lampung bagian timur, pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya, pada Mei 2025, wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau meluas hingga 147 zona musim atau sekitar 21 persen dari total zona musim, yakni mencakup sebagian kecil Sumatera, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian Kalimantan Selatan, Bali, serta Papua bagian selatan.
Pada Juni 2025, sebanyak 141 zona musim atau 20,2 persen zona musim diprediksi mulai mengalami musim kemarau, mencakup sebagian besar Sumatera, sebagian besar Jawa bagian barat, Kalimantan bagian selatan, serta sebagian kecil wilayah di Sulawesi dan Papua.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Gerah Akibat Cuaca Panas saat Musim Kemarau
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dikutip dari akun YouTube & media sosial Info BMKG, Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan, La Nina telah berakhir dan musim kemarau 2025 diprediksi normal.
“Artinya, semoga, segala sesuatunya akan berjalan lebih kondusif dari segi cuaca,” katanya dalam video Konferensi Pers bertajuk Prediksi Musim Kemarau 2025 yang dikutip Hypeabis.id, Senin (17/3/2025).
Baca juga: 7 Kiat Menjaga Rumah Tetap Aman & Nyaman saat Udara Dingin Musim Kemarau Menerpa
Dia menambahkan, hasil monitoring suhu muka laut pada awal Maret 2025 menunjukkan fenomena La Niña di Samudra Pasifik telah bertransisi menuju fase El Nino Southern Oscillation (ENSO) Netral.
Sementara itu, di Samudra Hindia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada pada fase Netral. Kedua fenomena tersebut (ENSO dan IOD) diprediksi akan tetap berada dalam fase Netral sepanjang musim kemarau 2025.
Dia menuturkan, awal musim kemarau pada umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin monsun Asia menjadi monsun Australia. Sebelumnya, angin monsun Asia masih dominan. Akan tetapi, saat ini angin monsun Australia mulai aktif.
Dengan begitu, musim kemarau 2025 diprediksi pertama kali terjadi pada Maret 2025 di 6 zona musim atau 0,86 persen zona musim, yakni sebagian kecil wilayah Jawa Barat bagian utara, sebagian Pulau Madura atau Jawa Timur, sebagian kecil Kalimantan utara, dan Nusa Penida, Bali.
Sementara itu, pada April 2025, ada 115 zona musim atau 16,5 persen diprediksi memasuki musim kemarau. Wilayah-wilayah itu, seperti Lampung bagian timur, pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya, pada Mei 2025, wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau meluas hingga 147 zona musim atau sekitar 21 persen dari total zona musim, yakni mencakup sebagian kecil Sumatera, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian Kalimantan Selatan, Bali, serta Papua bagian selatan.
Pada Juni 2025, sebanyak 141 zona musim atau 20,2 persen zona musim diprediksi mulai mengalami musim kemarau, mencakup sebagian besar Sumatera, sebagian besar Jawa bagian barat, Kalimantan bagian selatan, serta sebagian kecil wilayah di Sulawesi dan Papua.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Gerah Akibat Cuaca Panas saat Musim Kemarau
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.