Film Pabrik Gula Bakal Gelar Pemutaran Perdana di Los Angeles 27 Maret 2025
16 March 2025 |
18:49 WIB
Industri film horor Indonesia kembali unjuk gigi di kancah internasional. Setelah kesuksesan Badarawuhi di Desa Penari yang tayang di Amerika Serikat tahun lalu, kini film Pabrik Gula juga bersiap untuk menembus pasar film di Negeri Paman Sam tersebut.
Mengusung atmosfer mencekam dari sejarah kelam industri gula di Nusantara, Pabrik Gula menghadirkan cerita yang kaya akan nuansa horor dan misteri. Dengan latar yang autentik serta eksekusi visual yang mendetail, film ini diharapkan mampu menarik perhatian penonton global.
Baca juga: Film Pabrik Gula Adaptasi Thread SimpleMan Bakal Tayang dalam 2 Versi
Produser Manoj Punjabi mengungkapkan jika film horor teranyarnya ini bakal segera menggelar gala premiere di Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles. Film ini akan hadir di bioskop Amerika dengan judul internasional Sugar Mill.
“Kita akan ke Los Angeles dan melakukan early premiere pada tanggal 27 Maret d sana. Jadi, film Pabrik Gula ini akan tayang di Amerika,” ungkap Manoj dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Manoj mengatakan dirinya tak pernah lelah mencoba membawa film Indonesia untuk go internasional. Dia berharap penayangan di AS ini bisa menjadi kabar positif untuk industri perfilman Indonesia.
Kendati demikian, Manoj belum bisa mengumumkan tanggal tayang resmi film Pabrik Gula di Amerika Serikat. Yang jelas, film ini akan dirilis secara serentak terlebih dahulu di Indonesia.
Dengan menayangkan film di Los Angeles, Pabrik Gula berpotensi menarik perhatian distributor dan penonton internasional. Hal ini bisa membuka peluang untuk rilis lebih luas di berbagai negara.
Di Indonesia, film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini akan dirilis dalam dua versi. Versi pertama diberi nama Jam Kuning. Versi ini ditujukan untuk penonton 17 tahun ke atas, dengan adegan yang lebih moderat, tetapi tetap mempertahankan unsur horor yang intens.
Versi kedua adalah Jam Merah (Uncut Version). Versi ini disajikan untuk penonton 21 tahun ke atas dengan eksplorasi cerita yang lebih mendalam, durasi lebih panjang, dan adegan lebih berani.
Versi Jam Merah dijanjikan menghadirkan pola storytelling-nya yang lebih terasa clear, lebih jelas, dan lebih lengkap. Selain itu, di versi Jam Merah akan ada tambahan durasi sekitar satu menit dibanding versi satunya.
Film Pabrik Gula akan bercerita tentang kisah Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky yang berangkat bersama puluhan orang lainnya ke sebuah pabrik gula untuk menjadi buruh musiman.
Setiap tahun pabrik gula di daerah tersebut memang mempekerjakan orang-orang dari desa sekitar untuk mempercepat proses penggilingan tebu di musim panen. Awalnya semua berjalan wajar tanpa keanehan, sampai suatu malam, Endah terbangun dan keluar dari mes tempatnya menginap.
Dia tak sengaja melihat sosok misterius dan mencoba membuntutinya. Sejak kejadian malam itu, para buruh mulai mengalami teror yang terus meningkat, mulai dari kecelakaan kerja yang menimpa salah satu dari mereka, sampai tewasnya seorang buruh secara mengenaskan di sumur belakang.
Tanpa mereka sadari, pabrik tersebut rupanya berdampingan dengan kerajaan demit. Sesuatu telah terjadi dan membuat para demit marah sehingga sekarang mereka menuntut nyawa para buruh.
Film yang tayang pada Lebaran 2025 ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Arbani Yasiz sebagai Fadhil, Ersya Aurelia sebagai Endah, Erika Carlina sebagai Naning, Azela Putri sebagai Rani, dan Vonny Anggraini sebagai Marni.
Selain itu, turut bergabung Bukie B. Mansyur, Wafi Zihan, serta beberapa komika populer seperti Benidictus Siregar, Sadana Agung, dan Yono Bakrie
Baca juga: 4 Sineas Pencetak Rekor Kembali Bersatu, Kolaborasi Garap Film Pabrik Gula
Editor: Puput Ady Sukarno
Mengusung atmosfer mencekam dari sejarah kelam industri gula di Nusantara, Pabrik Gula menghadirkan cerita yang kaya akan nuansa horor dan misteri. Dengan latar yang autentik serta eksekusi visual yang mendetail, film ini diharapkan mampu menarik perhatian penonton global.
Baca juga: Film Pabrik Gula Adaptasi Thread SimpleMan Bakal Tayang dalam 2 Versi
Produser Manoj Punjabi mengungkapkan jika film horor teranyarnya ini bakal segera menggelar gala premiere di Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles. Film ini akan hadir di bioskop Amerika dengan judul internasional Sugar Mill.
“Kita akan ke Los Angeles dan melakukan early premiere pada tanggal 27 Maret d sana. Jadi, film Pabrik Gula ini akan tayang di Amerika,” ungkap Manoj dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Still photo film Pabrik Gula (Sumber gambar: Instagram/pabrik gula)
Manoj mengatakan dirinya tak pernah lelah mencoba membawa film Indonesia untuk go internasional. Dia berharap penayangan di AS ini bisa menjadi kabar positif untuk industri perfilman Indonesia.
Kendati demikian, Manoj belum bisa mengumumkan tanggal tayang resmi film Pabrik Gula di Amerika Serikat. Yang jelas, film ini akan dirilis secara serentak terlebih dahulu di Indonesia.
Dengan menayangkan film di Los Angeles, Pabrik Gula berpotensi menarik perhatian distributor dan penonton internasional. Hal ini bisa membuka peluang untuk rilis lebih luas di berbagai negara.
Di Indonesia, film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini akan dirilis dalam dua versi. Versi pertama diberi nama Jam Kuning. Versi ini ditujukan untuk penonton 17 tahun ke atas, dengan adegan yang lebih moderat, tetapi tetap mempertahankan unsur horor yang intens.
Versi kedua adalah Jam Merah (Uncut Version). Versi ini disajikan untuk penonton 21 tahun ke atas dengan eksplorasi cerita yang lebih mendalam, durasi lebih panjang, dan adegan lebih berani.
Versi Jam Merah dijanjikan menghadirkan pola storytelling-nya yang lebih terasa clear, lebih jelas, dan lebih lengkap. Selain itu, di versi Jam Merah akan ada tambahan durasi sekitar satu menit dibanding versi satunya.
Film Pabrik Gula akan bercerita tentang kisah Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky yang berangkat bersama puluhan orang lainnya ke sebuah pabrik gula untuk menjadi buruh musiman.
Setiap tahun pabrik gula di daerah tersebut memang mempekerjakan orang-orang dari desa sekitar untuk mempercepat proses penggilingan tebu di musim panen. Awalnya semua berjalan wajar tanpa keanehan, sampai suatu malam, Endah terbangun dan keluar dari mes tempatnya menginap.

Still photo film Pabrik Gula (Sumber gambar: Instagram/pabrik gula)
Dia tak sengaja melihat sosok misterius dan mencoba membuntutinya. Sejak kejadian malam itu, para buruh mulai mengalami teror yang terus meningkat, mulai dari kecelakaan kerja yang menimpa salah satu dari mereka, sampai tewasnya seorang buruh secara mengenaskan di sumur belakang.
Tanpa mereka sadari, pabrik tersebut rupanya berdampingan dengan kerajaan demit. Sesuatu telah terjadi dan membuat para demit marah sehingga sekarang mereka menuntut nyawa para buruh.
Film yang tayang pada Lebaran 2025 ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Arbani Yasiz sebagai Fadhil, Ersya Aurelia sebagai Endah, Erika Carlina sebagai Naning, Azela Putri sebagai Rani, dan Vonny Anggraini sebagai Marni.
Selain itu, turut bergabung Bukie B. Mansyur, Wafi Zihan, serta beberapa komika populer seperti Benidictus Siregar, Sadana Agung, dan Yono Bakrie
Baca juga: 4 Sineas Pencetak Rekor Kembali Bersatu, Kolaborasi Garap Film Pabrik Gula
Editor: Puput Ady Sukarno
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.