Ilustrasi asupan nutrisi yang baik saat puasa. (Sumber gambar: Freepik)

Jurus Jitu dari Dokter Gizi Agar Tubuh Tetap Sehat & Bugar Saat Puasa

13 March 2025   |   16:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Asupan yang tepat saat sahur dan berbuka sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa Ramadan. Alhasil, pemilihan gizi yang seimbang menjadi hal yang patut diperhatikan guna memberikan energi yang cukup, menjaga kestabilan gula darah, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Terutama pada saat sahur, Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dr. Louise Kartika Indah, menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, gandum utuh, atau oats yabv dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Saat sahur, protein rendah lemak, seperti telur, ayam, ikan, atau kacang-kacangan juga diperlukan.

Baca juga: Tidak Sembarang, Intip Kiat & Jenis Olahraga yang Tepat saat Berpuasa

Kemudian, lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun. Sayuran dan buah-buahan juga diperlukan, terutama yang kaya serat dan mengandung banyak air, seperti tomat dan timun, serta buah-buahan seperti semangka atau jeruk.

Tidak ketinggalan, konsumsi air putih yang cukup saat sahur agar tubuh tidak kekurangan cairan sepanjang puasa. "Hindari minuman berkafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan dehidrasi," imbau Louise kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.

Nah, pada saat berbuka puasa, mulailah dengan makanan yang mudah dicerna dan memberi energi dengan cepat. Penting juga untuk minum agar dapat mengganti cairan tubuh yang hilang saat berpuasa, namun tetap dalam jumlah yang cukup.

Setelah itu, Louise menyarankan untuk makan malam dengan komposisi gizi seimbang guna memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Mulai dengan karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, sayuran, dan lemak sehat, tetapi pastikan jumlahnya tidak berlebihan. 

Sementara itu, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa. Jika tetap dikonsumsi, risiko gangguan pada tubuh bisa meningkat. 

Misal, makanan tinggi lemak dan makanan yang digoreng, karena dapat membuat perut terasa berat dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Lalu, makanan atau minuman manis yang mengandung banyak gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti penurunan energi yang tajam.

Juga makanan tinggi garam. Makanan yang mengandung banyak garam seperti keripik atau makanan olahan, kata Loiuse dapat menyebabkan dehidrasi. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk mengeluarkan kelebihan garam

Di sisi lain, untuk menghindari dehidrasi dan kelelahan selama puasa, Louise mengimbau untuk minum 8-10 gelas air di antara waktu berbuka puasa dan sahur. Bisa dibagi menjadi 1 gelas saat bangun sahur, 1 gelas setelah sahur, 1 gelas setelah azan Magrib. 

Selanjutnya, 1 gelas setelah salat Magrib, 1 gelas saat makan malam, 1 gelas setelah salat Isya, 1 gelas setelah salat Tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. Dia juga tidak menyarankan untuk tidak berolahraga di musim panas atau di siang hari. 

"Jika ingin berolahraga, sebaiknya dilakukan di sore menjelang berbuka puasa atau malam hari setelah berbuka untuk menghindari risiko dehidrasi," tutur Louise. 

Setelah bulan puasa berakhir, penting untuk melanjutkan pola makan sehat agar tubuh tetap bugar. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yakni tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Pastikan pola makan mencakup semua kelompok makanan penting, seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayuran, dan buah-buahan.

Jangan berlebihan dalam makan. Hindari makan berlebihan setelah puasa. Louise menegaskan untuk mengonsumsi makanan dengan porsi moderat dan nikmati secara perlahan.

Pilih pula camilan sehat. Gantilah camilan tinggi kalori dan gula dengan camilan yang lebih sehat seperti kacang-kacangan, buah-buahan, atau yogurt rendah lemak. 

"Jangan lupa olahraga teratur. Selain menjaga pola makan, lakukan olahraga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh dan mendukung metabolisme," imbau Louise. 

Baca juga: Begini Cara Turunkan Berat Badan 3 Kali Lebih Efektif saat Puasa

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Sinopsis 5 Film Indonesia Mulai Tayang di Bioskop, Didominasi Horor

BERIKUTNYA

Sisterhood Modest Bazaar 2025: Surga Belanja Ramadan bagi Pecinta Modest Fashion

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga