Ilustrasi Gerhana Bulan (Sumber Gambar: Unsplash/Altınay Dinç)

Fenomena Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Ini Waktu dan Lokasi Terbaik untuk Menyaksikan

13 March 2025   |   15:00 WIB
Image
Muhammad Agus Suyitno Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Genhype, ada kabar menarik buat yang suka mengamati fenomena langit. Pada tanggal 13-14 Maret 2025, dunia akan disuguhkan dengan salah satu peristiwa astronomi paling langka dan menakjubkan, yaitu gerhana bulan total.

Fenomena ini menjadi momen spesial yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta astronomi karena keindahannya yang luar biasa. Gerhana bulan total kali ini akan menjadi yang pertama setelah terakhir kali terjadi pada November 2022.

Baca juga: Daftar Fenomena Gerhana Sepanjang 2025, Kapan Jadwalnya di Indonesia?

Sayangnya, untuk Genhype yang berada di Indonesia, fenomena ini tidak bisa disaksikan secara langsung. Tapi jangan khawatir, Hypeabis.id sudah merangkum informasi lengkap tentang fenomena ini, mulai dari apa itu gerhana bulan total, lokasi terbaik untuk menyaksikannya, hingga waktu terjadinya. Yuk, simak ulasannya!

Apa Itu Gerhana Bulan Total?
Gerhana bulan total adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika bulan, bumi, dan matahari berada dalam satu garis lurus. Dalam posisi ini, bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti bumi (umbra), sehingga sinar matahari yang biasanya memantul ke permukaan bulan terhalang oleh bumi.

Namun, alih-alih menghilang sepenuhnya, bulan akan terlihat berwarna merah atau oranye kemerahan saat puncak gerhana. Warna ini muncul karena cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi membiaskan cahaya merah ke permukaan bulan. Fenomena ini sering disebut sebagai "Blood Moon" atau bulan darah.

Kapan Gerhana Bulan Total Akan Terjadi?
Dilansir dari NASA, gerhana bulan total ini akan berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025, dengan durasi yang cukup panjang. Berikut adalah rincian waktu terjadinya gerhana bulan total dalam waktu Universal Time Coordinated (UTC):
  • 03.57 UTC: Gerhana dimulai dengan tahap penumbra.
  • 05.09 UTC: Gerhana sebagian dimulai.
  • 06.26 UTC: Fase gerhana total dimulai, di mana bulan akan terlihat berwarna merah.
  • 07.31 UTC: Gerhana total berakhir.
  • 08.47 UTC: Gerhana sebagian berakhir.
  • 10.00 UTC: Seluruh rangkaian gerhana selesai.

Untuk Genhype yang ingin menyaksikan fenomena ini, pastikan untuk mengonversi waktu UTC ke zona waktu lokal di tempatmu berada. Sayangnya, gerhana bulan total kali ini tidak bisa disaksikan secara langsung di Indonesia.

Lokasi Terbaik untuk Menyaksikan Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total pada 13-14 Maret 2025 ini akan terlihat jelas di wilayah Amerika Utara dan Selatan, serta sebagian wilayah Pasifik. Berikut adalah beberapa kota yang berada di jalur terbaik untuk menyaksikan gerhana bulan total:
  • New York, Amerika Serikat
  • Los Angeles, Amerika Serikat
  • Toronto, Kanada
  • São Paulo, Brasil
  • Buenos Aires, Argentina
  • Mexico City, Meksiko
  • Honolulu, Hawaii
  • Lima, Peru
  • Caracas, Venezuela
  • Santiago, Chili

Bagi Genhype yang berada di wilayah ini atau berencana bepergian ke sana, pastikan untuk mempersiapkan teleskop atau kamera untuk mengabadikan momen langka ini.

Sementara itu, beberapa wilayah lain hanya akan menyaksikan gerhana bulan sebagian, seperti London (Inggris), Paris (Prancis), Tokyo (Jepang), dan Sydney (Australia). Meski tidak penuh, fenomena ini tetap menarik untuk diamati.

Kenapa Gerhana Bulan Total Begitu Spesial?
Gerhana bulan total adalah salah satu fenomena langit yang paling dinantikan karena keindahannya yang unik. Saat puncak gerhana, bulan akan tampak seperti bola merah bercahaya di langit malam, menciptakan pemandangan yang memukau.

Selain itu, fenomena ini aman untuk dilihat dengan mata telanjang, jadi Genhype tidak perlu khawatir menggunakan alat pelindung khusus seperti saat menyaksikan gerhana matahari.

Fenomena ini juga menjadi momen penting bagi para ilmuwan untuk mempelajari atmosfer bumi. Cahaya merah yang terlihat pada bulan selama gerhana total memberikan informasi tentang partikel dan kondisi atmosfer bumi saat itu.

Meskipun tidak bisa disaksikan langsung dari Indonesia, fenomena ini tetap menarik untuk diikuti melalui siaran langsung atau dokumentasi dari wilayah lain.

Bagi Genhype yang berada di wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, atau Pasifik, pastikan untuk mempersiapkan diri menyaksikan keindahan "Blood Moon" ini.

Baca juga: Cara Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin Api 2 Oktober 2024

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Cek Besaran dan Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Kontrak & Harian Lepas

BERIKUTNYA

Intip Strategi Bisnis Scuto, Bermula dari Garasi hingga Miliki Ratusan Cabang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga