Sejumlah pengunjung menikmati karya Arkiv Vilmansa dalam pameran Semesta Arkiv di Galeri Nasional Indonesia (sumber gambar: JIBI Nadhif Alwan)

Cek 5 Agenda Pameran Seni Maret 2025, Cocok untuk Ngabuburit Bareng

12 March 2025   |   21:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Ada banyak pameran dan agenda seni pertunjukan yang digelar sepanjang Maret di Jakarta. Sejumlah seteleng ini tentu bisa menjadi tujuan destinasi genhype untuk menunggu waktu berbuka alias ngabuburit alih-alih mendekam di rumah.

Pada bulan ketiga kalender Gregorian ini sejumlah galeri seni membuka ekshibisi yang dapat dinikmati publik baik secara gratis atau berbayar. Genhype tentu dapat mengunjunginya untuk menyegarkan pikiran dan menambah pengetahuan baru bersama orang-orang tersayang. 

Baca juga: Rekomendasi Taman Terbaik yang Cocok untuk Ngabuburit di Jabodetabek

Dihimpun dari berbagai sumber resmi, berikut pameran yang dapat dikunjungi seraya menikmati momen ngabuburit di Jakarta sepanjang Maret 2025:


1. Perception, Artsphere Gallery

 
 


Dihelat di Artsphere Gallery, Jakarta seteleng Perception merupakan pameran tunggal dari seniman Theresia Agustina Sitompul. Sesuai tajuknya, seteleng ini bakal mengajak pengunjung untuk mempersepsikan karya-karya terbaru seniman asal Pasuruan, Jawa Timur, itu.

Berlangsung hingga 8 April 2025, pameran ini secara umum mengungkai hasil eksplorasi Theresia di dunia seni grafis. Termasuk mengeksplorasi teknik cetak karbon dengan menggunakan silkscreen sebagai medium utama karya dengan mengimak benda-benda domestik sebagai objek karya.

Theresia dikenal sebagai seniman yang fokus pada seni grafis, patung, dan instalasi. Keunikan adalah menggabungkan berbagai spirit grafis sebagai alternatif karya. Objek-objek gambarnya sering berkutat pada kehidupan sehari-hari serta kenangan semasa kecil.

 
2. Stitching Gesture, Jagad Gallery

Dihelat di Jagad Gallery, Jakarta, ini adalah pameran tunggal dari seniman Gatot Pujiarto yang menggabungkan seni melukis dengan tapestri. Dalam dunia seni rupa tapestri adalah karya seni yang dibuat dengan menenun benang-benang menjadi pola dan gambar.

Gatot adalah seniman jebolan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Negeri Malang. Sebelum berkarya lewat tapestri perupa berusia 55 tahun itu sebenarnya juga melukis laiknya seniman lain. Namun dia akhirnya memilih menekuni tapestri sejak 2011.

Berlangsung hingga 23 Maret 2025 keunikan dari pameran ini adalah Genhype bakal melihat karya lukisan-lukisan dengan corak yang khas. Namun alih-alih menggunakan cat minyak, warna, garis, dan gurat yang disusun berasal dari benang dan kain perca.


3. The Paper Menagerie, ISA Art Gallery

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by ISA Art (@isaart.id)



The Paper Menagerie adalah pameran bersama dari seniman Indonesia dan luar negeri dalam mengeksplorasi media kertas sebagai material karya. Dihelat di ISA Art Gallery pameran yang berlangsung hingga 4 April 2025, ini memacak puluhan karya serba kertas.

Salah satu yang unik dalam seteleng ini adalah karya-karya Widi Pangestu, yang menyajikan metode pembuatan kertas dengan mengandalkan bahan alami. Ada pula karya dari Ruth Marbun yang mengeksplorasi kertas laiknnya membuat kolase dengan dijahit sedemikian rupa.

Selain mereka, seniman lain yang berpartisipasi dalam pameran ini seperti A.Sebastianus, Adi Sundoro, Anang Saptoto, Anastasia Astika, dan Arahmaiani. Umumnya karya yang ditampilkan berupa gambar (drawing), lukisan, sketsa, ada juga kolase, grafis, dan cyanotype.


4. Semesta Arkiv, Galeri Nasional Indonesia

Semesta Arkiv merupakan pameran tunggal dari seniman kontemporer asal Bandung, Arkiv Vilmansa yang berlangsung hingga 11 Mei 2025 di Galnas. Sesuai tajuknya pameran ini menyoroti jejak baru Arkiv dalam mengeksplorasi tema biota laut di Indonesia. 

Berbeda dengan karya-karyanya yang terinspirasi dari komik, budaya pop, dan art toys, pada pameran ini Arkiv memang lebih banyak mengungkai biota laut. Termasuk kembali menghadirkan 2 karakter ikoniknya Raga dan Runa, mamalia paus gigantik di luar ruang.

Secara umum pameran dibagi menjadi 5 tema besar yang menandai fase-fase perjalanan Arkiv . Kelimanya adalah Metaphor of Memories, Monument of Sense (MICKIV HOPE X SUNARYO), Widya Segara (Wisdom of the Sea), Laut Semua Warna, dan Sintesa.


5. Menyapa Nurani, Mencatat Kehidupan, Bentara Budaya Jakarta

 
 


Adalah pameran koleksi Bentara Budaya yang menampilkan secuplik sejarah perjalanan seni grafis di Indonesia. Total, seteleng ini diikuti oleh sebanyak 70 pegrafis dengan 209 karya dengan berbagai pendekatan seni grafis. 

Berlangsung hingga 15 April 2025, pameran ini juga menghadirkan karya sejumlah pemenang Triennial Seni Grafis Indonesia yang dihelat oleh Bentara Budaya pada dekade 2000-an. Termasuk karya dari Agus Suwage, Agus Yulianto, Agung Prabowo, Andre Tanama, dan Anggara Tua Sitompul.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Ahmad Dhani Tanggapi Gugatan 29 Penyanyi Terkait UU Hak Cipta di MK

BERIKUTNYA

Tidak Sembarang, Intip Kiat & Jenis Olahraga yang Tepat saat Berpuasa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: