Ilustrasi live shopping. (sumber gambar : freepik)

7 Jurus Jitu Brand Dongkrak Penjualan Selama Ramadan

12 March 2025   |   15:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Ramadan bukan hanya bulan penuh berkah secara spiritual, tetapi juga momentum emas bagi brand dan pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan. Pola konsumsi masyarakat yang berubah selama bulan suci menciptakan peluang besar bagi bisnis yang siap mengadaptasi strategi pemasaran mereka.

Menurut studi dari Redseer, pengeluaran rata-rata masyarakat Indonesia selama Ramadan diperkirakan mencapai Rp4,8 juta. Sementara survei The Trade Desk menunjukkan bahwa 67% masyarakat berencana mengalokasikan seperempat tunjangan mereka untuk belanja Ramadan.

Baca juga: Cara Memulai Bisnis Fesyen Muslim pada Bulan Ramadan ala Masterclass

Lantas, strategi apa saja yang bisa diterapkan brand agar sukses di Ramadan 2025? Simak tujuh jurus ampuh berikut ini!


1. Optimalkan Live Shopping untuk Meningkatkan Konversi

Belanja melalui live shopping semakin digemari, terutama di kategori kecantikan, perawatan rumah, dan elektronik. Data menunjukkan bahwa 46% hingga 61% pengguna menemukan produk melalui demonstrasi langsung. Bahkan, TikTok mencatat lonjakan interaksi pada fitur ini selama Ramadan 2024.

Brand yang rutin melakukan live streaming berpeluang mendapatkan lebih banyak transaksi, terutama saat sahur dan menjelang berbuka. Seperti Bittersweet by Najla yang mencatat peningkatan pesanan hingga 200 persen berrkat sesi live streaming yang menampilkan proses produksi. 

Bittersweet by Najla aktif menggunakan konten video pendek (short video) sebagai strategi untuk menarik perhatian pembeli dengan menampilkan keunggulan produk dalam format video singkat. Mereka juga menggunakan fitur Keranjang Kuning di TikTok agar mempermudah transaksi dan bekerja sama dengan kreator konten untuk meningkatkan jangkauan audiens.


2. Manfaatkan Konten Employee Generated Content (EGC)

Konten yang dibuat oleh karyawan atau Employee Generated Content (EGC) terbukti memiliki tingkat interaksi tinggi. Strategi ini membantu brand membangun kepercayaan dengan audiens melalui pengalaman organik dan autentik.

EGC juga dapat meningkatkan jangkauan brand di media sosial dengan menampilkan wawasan unik dari perspektif karyawan, memperkuat hubungan dengan konsumen, dan memberikan sentuhan yang lebih humanis pada brand.


3. Gunakan Hashtag Trending untuk Meningkatkan Visibilitas

Hashtag menjadi kunci utama agar konten lebih mudah ditemukan di platform digital. Misalnya, di TikTok, hashtag #racuninTikTok telah mendapatkan lebih dari 400 juta views, sementara #takjil mencapai 2,6 miliar views.

Pada Ramadan 2024, sebanyak 62 persen dari total 1,5 triliun tayangan video di TikTok berkaitan dengan konten belanja. Oleh karena itu, brand perlu menggunakan hashtag yang sedang viral agar lebih banyak calon pembeli menemukan produk mereka.
 

4. Maksimalkan Penjualan di Waktu Sahur dan Berbuka

CEO Hypefast Achmad Alkatiri menekankan pentingnya waktu promosi dalam efektivitas kampanye Ramadan, terutama dalam kaitannya dengan pola konsumsi konten selama bulan suci.

"Saat Ramadan, perubahan kebiasaan dalam mengakses konten turut mempengaruhi waktu berbelanja. Studi menunjukkan bahwa banyak orang mulai merencanakan pembelian sejak seminggu sebelum menerima THR. Dengan memahami pola ini, brand dapat menentukan waktu yang tepat untuk mengoptimalkan strategi promosi, terutama yang melibatkan penawaran-penawaran spesial," jelas Achmad.

Adapun periode yang paling tepat bagi brand untuk memanfaatkan penjualan adalah menjelang Maghrib dan waktu Sahur karena pada dua momen utama tersebut interaksi digital meningkat signifikan.

Saat berbuka puasa, banyak orang mengakses media sosial untuk mencari hiburan, informasi promosi, atau bahkan melakukan transaksi last-minute. Begitu juga saat sahur, ketika konsumen menghabiskan waktu sebelum Subuh untuk menelusuri konten dan berbelanja online.

“Kampanye yang diluncurkan pada jam-jam dengan tingkat keterlibatan tinggi akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatian audiens dan meningkatkan konversi penjualan,” tuturnya.


5. Seimbangkan Strategi Digital dan Offline

Meskipun platform digital terus berkembang, survei menunjukkan bahwa 69% konsumen Indonesia masih lebih suka berbelanja langsung di toko, terutama untuk produk fesyen.

Tri Widayanti, Founder Fabil Natural mengaku selama momen Ramadan terjadi peningkatan penjualan skicare sekitar 30 persen hingga 50 persen bahkan ada beberapa yang mengalami lonjakan hingga 100 persen. Adapun beberapa produk paling laris antara lain skincare glowing dan brightening termasuk paket bundling dan hampers.

Untuk mendongkrak penjualan, Fabil Natural mengoptimalkan strategi penjualan online dan offline selama Ramadan untuk meningkatkan visibilitas dan konversi. Secara online, mereka menjalankan Pre-Ramadan Awareness Campaign, flash sale & bundling, serta live shopping & giveaway di Instagram, TikTok, dan marketplace.

“Kolaborasi dengan influencer membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan dengan konten relevan, seperti self-care setelah tarawih,” ujar tim Fabil Natural. Sementara itu, strategi offline mencakup aktivasi stokist & reseller, hampers di toko kecantikan, dan partisipasi di bazar Ramadan untuk memperluas jangkauan pasar.


6. Hadirkan Produk dan Promo Eksklusif Ramadan

Menawarkan produk eksklusif yang hanya tersedia selama Ramadan bisa menjadi daya tarik bagi konsumen. Diario, misalnya, meluncurkan koleksi Cherie Series hasil kolaborasi dengan influencer Dwihanda yang mencakup mukena serta sarung untuk dewasa dan anak, serta koleksi Sarimbit terbaru dengan desain timeless.

Hal serupa dilakukan oleh Bittersweet by Najla, yang menghadirkan hampers eksklusif hanya selama bulan Ramadan. Strategi ini berhasil menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan omzet bisnis.


7. Bergabung dengan Kampanye Ramadan di E-Commerce

Banyak platform e-commerce mengadakan kampanye Ramadan untuk membantu brand menjangkau lebih banyak konsumen. Shopee, misalnya, menggelar Big Ramadan Sale yang dimanfaatkan oleh berbagai brand untuk mendongkrak penjualan.

Hijrahfood Meatshop, bisnis daging yang mengalami kenaikan penjualan tiga kali lipat selama Ramadan 2024. Bahkan, produk daging rendang mereka laris hingga 10 kali lipat lebih banyak dibanding bulan biasa.

Akram Amrullah Rajab, Pemilik Hijrahfood Meatshop mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan ini terjadi setelah mereka bergabung dalam kampanye Ramadan Ekstra Seru. "Dengan mengikuti kampanye ini, produk kami lebih mudah ditemukan dan dibeli oleh konsumen. Berbagai promo seperti gratis ongkir dan diskon spesial juga sangat menarik bagi pembeli," ujarnya.

Sementara itu, brand perlengkapan rumah tangga Kintakun mampu meningkatkan pesanan hingga 108% selama Ramadan berkat strategi pemasaran digital. Mereka memanfaatkan fitur iklan seperti TopAds dan LIVE Shopping Ads agar produk mereka muncul di halaman strategis Tokopedia dan ShopTokopedia.

Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, brand dapat memanfaatkan momentum Ramadan 2025 secara maksimal dan meraih peningkatan penjualan yang signifikan. Siapkah bisnis Anda untuk bersaing di pasar Ramadan tahun ini?

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Cek Biaya dan Cara Pembayaran UTBK-SNBT 2025 Melalui 5 Bank

BERIKUTNYA

Hari Glaukoma Sedunia Jadi Momentum Membangun Kesadaran Kesehatan Mata

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: