Hunian kini tidak hanya dibangun dengan mengedepankan sisi fungsional, tetapi juga bermakna, fleksibel dan personal. (Sumber gambar: LIXIL)

5 Tren Desain Hunian Masa Kini, Fungsional & Lebih Bermakna

10 March 2025   |   11:13 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Tren desain hunian berkembang dan bertranformasi dari waktu ke waktu. Hal ini tidak terlepas dari perubahan gaya dan nilai hidup masyarakat yang dinamis. Dengan ritme kehidupan modern yang semakin sibuk dan terhubung secara digital, membuat banyak orang semakin membutuhkan hunian yang memberikan kenyamanan untuk beristirahat.

Hunian kini tidak hanya dibangun dengan mengedepankan sisi fungsional, tetapi juga bermakna, fleksibel dan personal. Baik di rumah maupun perhotelan, desain interior terus berkembang untuk mendukung kesejahteraan, keberlanjutan, serta koneksi yang lebih mendalam.

Baca juga: Motif & Warna Kain untuk Desain Interior yang Paling Diminati Masyarakat

Antoine Besseyre des Horts, Leader LIXIL Global Design Asia, mengatakan banyak orang khususnya generasi muda kini menjadikan rumah sebagai sarana untuk mengekspresikan diri, melalui desain interior dan perabotan unik.

"Mereka juga mempersiapkan tata ruang yang fleksibel agar mudah beradaptasi dengan perubahan, di mana hal ini didorong oleh munculnya tren kerja hybrid," katanya.

Antoine menyampaikan kesadaran akan hidup keberlanjutan juga semakin membentuk preferensi konsumen dan perusahaan dalam memilih bahan yang lebih ramah lingkungan, dengan tetap mengutamakan daya tahan dan efisiensi. 

Sementara itu, di sektor pariwisata, wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih mendalam dan imersif, yang berfokus pada keterhubungan dengan destinasi. "Semua perubahan ini memengaruhi bagaimana rumah, tempat kerja, dan pengalaman wisata berkembang agar lebih selaras dengan dinamika zaman," tuturnya.

Antoine juga menjelaskan beberapa tren hunian masa kini sejalan dengan Tren Outlook 2025 terbaru dari The American Society of Interior Designers (ASID), yang turut menyoroti pergeseran nilai dalam menciptakan ruang untuk menginspirasi kebahagiaan, mendukung kesehatan, dan mendorong keberlanjutan.


1. Hunian yang Mendukung Kesehatan

Horst menuturkan fungsi rumah terus berkembang untuk mendukung kesejahteraan hidup penghuninya. Kamar mandi menjadi salah satu ruangan yang desainnya semakin diperhatikan. Permintaan akan produk dengan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan memberikan pengalaman mandi ala spa terus meningkat.

Meskipun banyak orang yang telah kembali bekerja penuh di kantor, tak sedikit juga mereka yang bekerja dari rumah, sehingga kebutuhan akan ruang yang nyaman dan mendukung produktivitas terus meningkat.

Untuk menciptakan suasana yang tenang, Antoine merekomendasikan warna-warna alami seperti sage, biru lembut, dan kuning kecokelatan yang ideal untuk kamar tidur dan kamar mandi.

Sementara itu, pilihan warna lainnya yang lebih gelap seperti merah anggur, cokelat, terakota, tembaga, dan hijau lumut mampu menghadirkan kehangatan, kedalaman, serta sentuhan elegan yang membuat ruangan terasa lebih nyaman dan intim.

Di sisi lain, penggunaan material alami juga semakin diminati karena memberikan tekstur, kedalaman, dan karakter unik seiring waktu. Permukaan kasar yang tak terolah menambah keautentikan dan nilai sejarah pada interior.

"Di saat yang sama, orang-orang semakin melihat pentingnya kombinasi elemen-elemen alam pada bangunannya, terutama di kota-kota yang memiliki keterbatasan ruang. Tanaman hijau dan material organik akan meningkatkan estetika ruang sekaligus memberikan ketenangan bagi tubuh dan pikiran," katanya.


2. Interior yang Terpersonalisasi

Pemilik rumah kini cenderung memilih desain interior yang sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak lagi sekadar ikut-ikutan tren, melainkan menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk menceritakan pengalaman dan perjalanan hidup mereka, mulai dari pemilihan karya seni hingga perabot dan dekorasi.

"Bagi generasi muda yang semakin mengutamakan personalisasi, inspirasi tata ruang kini mudah didapatkan melalui platform media sosial. Platform seperti Instagram dan Pinterest menginspirasi eksplorasi warna, tekstur, serta elemen desain unik. Orang-orang pun semakin menghargai karakter yang muncul dari masing-masing rumah," ujar Antoine.


3. Ruang Serbaguna

Dengan kebutuhan sistem kerja hybrid dan jarak jauh (remote), rumah kini harus bisa beradaptasi dalam memenuhi berbagai kebutuhan sepanjang hari. Kondisi ini membuat penghuni rumah menginginkan ruang yang dapat beralih fungsi dengan mudah, dari area kerja yang produktif di siang hari menjadi tempat bersantai di malam hari. 

Hal ini menyebabkan meningkatnya preferensi tren desain dengan tata letak terbuka dan minim sekat, sehingga satu ruang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas. Bahkan, ruang yang sebelumnya bersifat pribadi, seperti kamar mandi, mulai berevolusi untuk pengalaman bersama, seperti halnya dapur yang telah lama menjadi pusat aktivitas sosial.

Di sisi lain, pergeseran demografis yang terjadi terutama di Asia di mana populasi semakin menua, mendorong munculnya konsep hunian multigenerasi. Rumah kini dirancang untuk menampung berbagai kelompok usia dalam satu atap, dengan ruang yang dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari area kerja dan belajar hingga tempat berkumpul bersama. 

"Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan fleksibilitas, solusi desain dan furnitur yang memaksimalkan kegunaan, seperti tempat duduk modular, meja lipat, dan partisi yang mudah dipindahkan, semakin penting," tutur Antoine.


4. Desain Ramah Lingkungan

Desain hunian yang ramah lingkungan juga menjadi pilihan banyak orang karena meningkatnya kesadaran akan hidup berkelanjutan. Tren ini mendorong permintaan akan furnitur berkelanjutan dengan bahan ramah lingkungan serta teknologi hemat air dan energi.

Selain baik bagi lingkungan, mereka juga mencari perabot dan peralatan rumah tangga yang hemat biaya. Kualitas dan daya tahan produk juga menjadi pertimbangan utama, menggantikan budaya konsumsi barang sekali pakai.

Kesadaran ini juga mengubah desain dan perancangan bangunan. Pengembang mulai menerapkan strategi keberlanjutan, seperti pemanfaatan kembali struktur lama dan desain hemat energi untuk mengurangi dampak lingkungan. 

Ketahanan iklim menjadi fokus utama, dengan perencanaan yang beradaptasi terhadap cuaca serta teknik konstruksi inovatif yang mengurangi limbah dan emisi karbon. Material berkelanjutan, seperti kayu massal dan semen rendah karbon, kini semakin banyak digunakan, mencerminkan pergeseran menuju desain dan arsitektur yang lebih bertanggung jawab.


5. Pengalaman Menginap Autentik & Personal

Tak hanya hunian, transformasi juga terjadi pada bangunan tempat-tempat penginapan. Para tamu kini menginginkan pengalaman yang lebih autentik dan personal, menginap di tempat yang tidak hanya mencerminkan budaya dan karakter destinasi, tetapi juga selaras dengan keinginan mereka akan koneksi yang bermakna.

Perubahan ini mendorong hotel untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar estetika. Desain kini dirancang untuk merangsang seluruh indra, mulai dari aroma khas, tekstur material, hingga pencahayaan yang menciptakan suasana emosional yang lebih dalam.

Kamar mandi, sebagai ruang yang menggabungkan kenyamanan dan kesejahteraan, semakin diutamakan dengan sentuhan personal melalui warna, material, dan elemen wellness yang menambah kualitas pengalaman menginap.

Antoine menyampaikan seiring meningkatnya permintaan akan pengalaman yang autentik dan berakar pada nilai-nilai lokal, hotel semakin banyak berkolaborasi dengan komunitas setempat. Mereka menghadirkan pengalaman yang lebih kaya melalui cerita budaya, warisan tradisional, serta karya pengrajin lokal.

Dari kolaborasi dengan seniman daerah hingga pengalaman kuliner dan wellness yang imersif, industri pariwisata kini menjadi ruang dinamis yang memperkaya perjalanan wisatawan dan menciptakan hubungan yang lebih mendalam.

"Seiring dengan gaya hidup yang terus berubah, ruang yang kita tempati harus lebih bermakna, fleksibel, dan menyentuh secara emosional, memastikan bahwa ruang-ruang tersebut dapat meningkatkan kehidupan sehari-hari dan kesejahteraan jangka panjang," katanya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Mengenal Taara Google, Proyek Internet Cepat Lewat Sinar Cahaya

BERIKUTNYA

Kemdiktisaintek Tanggapi #KaburAjaDulu, Perlu Kolaborasi Kampus & Sektor Industri

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga