Hanoi Philharmonic Orchestra Tampil di Acara 70 Tahun Hubungan Diplomatik Vietnam dan Indonesia
10 March 2025 |
06:56 WIB
Sebagai bagian dari perayaan 70 tahun hubungan diplomatik antara Vietnam dan Indonesia, Hanoi Philharmonic Orchestra dari Vietnam National Academy of Music (VNAM) menggelar konser khusus di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta pada Minggu (9/3/2025).
VNAM yang sebelumnya dikenal sebagai Hanoi Conservatory of Music, adalah lembaga pelatihan musik profesional pertama dan terbesar di Vietnam dan Asia Tenggara yang berdiri sejak 1956. Berfokus pada pertunjukan musik, penelitian, serta pengajaran musik klasik dan tradisional.
Adapun, Hanoi Philharmonic Orchestra merupakan grup orkestra yang terdiri dari profesor dan dosen VNAM, yang menampilkan pertunjukan musik dengan lagu-lagu klasik Vietnam, Indonesia, dan internasional.
Pertunjukan orkestra ini diharapkan akan memperkuat hubungan diplomatik antara Vietnam dan Indonesia, serta mempromosikan pemahaman dan apresiasi yang lebih mendalam terhadap warisan seni dan budaya dari kedua negara.
Baca juga: 6 Destinasi Wisata Seru di Vietnam: Saigon Skydeck hingga Golden Bridge Cau Van
Konser Hanoi Philharmonic Orchestra dibuka dengan melantunkan lagu kebangsaan Vietnam dan Indonesia. Dipimpin oleh konduktor Tran Vuong Thach, pertunjukan ini juga menampilkan alat musik tradisional vietnam yang beragam dengan bunyi merdu.
Pertunjukan pertama dan selanjutnya menampilkan lagu-lagu vietnam, DANG HUU PHUC Dance Act and Rice Drum, VAN KY The Song of Hope, dengan aransemen Tran Manh Hung, VU LAN Echoes of the Nation, dengan aransemen Cao Dinh Thang, XUAN KHAI Melody of The Country, dengan aransemen Tran Manh Hung.
Dilanjutkan dengan lagu-lagu klasik JOHANN SEBASTIAN BACH Orchestral Suite No. 2 for flute in B minor, BWV1067 - Minuet & Badinerie, dengan iringan alat musik flute dari Le Thu Huong. CHOPIN Grand Valse Brilliante Op.18 No.1 in E-Flat Major diiringi Luu Duc Anh yang memainkan piano. Lalu FRITZ KREISLER Liebesfreud, old Viennese Dance No. 1 diiringi violin dari Bui Cona Duy. Serta, RUGGERO LEONFAVALLO 8 Mattinata, aransemen Cao Dinh Thang yang menampilkan vokal merdu dari Tran Tuan Phi.
Lagu selanjutnya yang dibawakan adalah DONG THIEN DUC Around Viet Nam, aransemen Cao Dinh Thang Performers diiringi vokal Tran Tuan Phi. Ditampilkan pula lagu Indonesia, Rayuan Pulau Kelapa, aransemen Cao Dinh Thang dengan vokal merdu dari Dao To Loan dan Nguyen Truong Linh.
FRANZ LEHAR Lippen Schweigen from Merry Widow dengan vokal Dao To Loan dan Nguyen Truong Linh, kemudian ditutup dengan JOHANNES BRAHMS Hungarian Dance No. 5.
Salah satu alat musik tradisional Vietnam yang dibunyikan adalah Dan Bau, yang termasuk dalam keluarga sitar satu senar (monokord). Nama Dan Bau secara harfiah berarti "sitar labu", ada juga sebutan lainnya seperti doc huyen cam berarti "sitar satu senar".
Alat musik ini terdiri dari satu senar yang direntangkan di atas kotak resonansi. Pemain menggunakan tangan kanan untuk memetik senar dengan plektrum, sambil menekan senar secara ringan pada titik-titik tertentu untuk menghasilkan nada harmonik.
Sementara tangan kirinya menggerakkan batang fleksibel yang terhubung ke senar untuk mengubah ketegangan dan tinggi nada, memungkinkan pemain menciptakan efek melodi dan vibrato yang khas.
Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara Asia Tenggara pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Vietnam sejak 1955. Dibangun di atas fondasi persahabatan kuat yang dipupuk oleh Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Sukarno, serta terus dipelihara oleh para pemimpin dan warga negara dari kedua negara selama beberapa generasi, hubungan bilateral ini makin kuat selama 70 tahun.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
VNAM yang sebelumnya dikenal sebagai Hanoi Conservatory of Music, adalah lembaga pelatihan musik profesional pertama dan terbesar di Vietnam dan Asia Tenggara yang berdiri sejak 1956. Berfokus pada pertunjukan musik, penelitian, serta pengajaran musik klasik dan tradisional.
Adapun, Hanoi Philharmonic Orchestra merupakan grup orkestra yang terdiri dari profesor dan dosen VNAM, yang menampilkan pertunjukan musik dengan lagu-lagu klasik Vietnam, Indonesia, dan internasional.
Pertunjukan orkestra ini diharapkan akan memperkuat hubungan diplomatik antara Vietnam dan Indonesia, serta mempromosikan pemahaman dan apresiasi yang lebih mendalam terhadap warisan seni dan budaya dari kedua negara.
Baca juga: 6 Destinasi Wisata Seru di Vietnam: Saigon Skydeck hingga Golden Bridge Cau Van

Hanoi Philharmonic Orchestra diiringi vokal Nguyen Truong Linh (Sumber Foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)
Pertunjukan pertama dan selanjutnya menampilkan lagu-lagu vietnam, DANG HUU PHUC Dance Act and Rice Drum, VAN KY The Song of Hope, dengan aransemen Tran Manh Hung, VU LAN Echoes of the Nation, dengan aransemen Cao Dinh Thang, XUAN KHAI Melody of The Country, dengan aransemen Tran Manh Hung.
Dilanjutkan dengan lagu-lagu klasik JOHANN SEBASTIAN BACH Orchestral Suite No. 2 for flute in B minor, BWV1067 - Minuet & Badinerie, dengan iringan alat musik flute dari Le Thu Huong. CHOPIN Grand Valse Brilliante Op.18 No.1 in E-Flat Major diiringi Luu Duc Anh yang memainkan piano. Lalu FRITZ KREISLER Liebesfreud, old Viennese Dance No. 1 diiringi violin dari Bui Cona Duy. Serta, RUGGERO LEONFAVALLO 8 Mattinata, aransemen Cao Dinh Thang yang menampilkan vokal merdu dari Tran Tuan Phi.
Lagu selanjutnya yang dibawakan adalah DONG THIEN DUC Around Viet Nam, aransemen Cao Dinh Thang Performers diiringi vokal Tran Tuan Phi. Ditampilkan pula lagu Indonesia, Rayuan Pulau Kelapa, aransemen Cao Dinh Thang dengan vokal merdu dari Dao To Loan dan Nguyen Truong Linh.
FRANZ LEHAR Lippen Schweigen from Merry Widow dengan vokal Dao To Loan dan Nguyen Truong Linh, kemudian ditutup dengan JOHANNES BRAHMS Hungarian Dance No. 5.

Konser Orkestra dengan alat musik tradisional Vietnam Dan Bau (Sumber Foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)
Alat musik ini terdiri dari satu senar yang direntangkan di atas kotak resonansi. Pemain menggunakan tangan kanan untuk memetik senar dengan plektrum, sambil menekan senar secara ringan pada titik-titik tertentu untuk menghasilkan nada harmonik.
Sementara tangan kirinya menggerakkan batang fleksibel yang terhubung ke senar untuk mengubah ketegangan dan tinggi nada, memungkinkan pemain menciptakan efek melodi dan vibrato yang khas.
Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara Asia Tenggara pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Vietnam sejak 1955. Dibangun di atas fondasi persahabatan kuat yang dipupuk oleh Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Sukarno, serta terus dipelihara oleh para pemimpin dan warga negara dari kedua negara selama beberapa generasi, hubungan bilateral ini makin kuat selama 70 tahun.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.