Profil Koji Yakusho Peraih Lifetime Achievement Award di Asian Film Awards ke-18
09 March 2025 |
10:37 WIB
Aktor kawakan asal Jepang, yakni Koji Yakusho mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Award dalam ajang Asian Film Awards ke-18 yang akan berlangsung pada 16 Maret di Xiqu Centre, Kowloon Barat. Aktor yang telah berkarier selama 4 dekade itu terjun ke industri film setelah menyaksikan pertunjukan panggung Tatsuya Nakadai.
Koji mengatakan bahwa penghargaan Lifetime Achievement Award dijadikan sebagai pendorong bagi diri untuk melakukan usaha lebih keras lagi. “Saya merasa penghargaan ini mendorong saya untuk mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa dan, di langkah terakhir perjalanan saya, memberikan kontribusi sekecil apa pun,” katanya dalam laman Asian Film Awards.
Baca juga: Jepang Bakal Bawa Perfect Days ke Ajang Piala Oscar 2024, Simak Sinopsisnya
Dikutip dari laman AFA dan berbagai sumber lainnya, nama Koji dalam industri perfilman di Asia sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia tercatat telah melalui banyak hal dalam perjalanan kariernya sebagai seorang aktor. Tidak hanya itu, dia juga mampu memberikan warna terhadap industri ini.
Perjalanan Koji di industri perfilman berawal dari pertemuan dengan pertunjukan panggung Tatsuya Nakadai. Pria yang pada awalnya merupakan seorang pegawai negeri itu pun berhasil terkenal karena penampilannya melalui drama berjudul Tokugawa Ieyasu.
Aktor yang lahir pada 1 Januari 1956 di kota Isahaya, perfektur Nagasaki itu berperan sebagai Nobunaga Oda, yakni panglima perang karismatik pada abad ke-16. Nama Koji juga kian diperhitungkan oleh perfilman di Jepang ketika bermain dalam drama berjudul Miyamoto Musashi dan berperan sebagai bintang utama.
Pria yang kerap bermain dalam genre perang atau ksatria itu melakukan terobosan lewat film Shall We Dance? dengan genre dan peran yang berbeda. Dalam karya ini, Koji memainkan karakter bernama Shohei Sugityama, yakni akuntan sukses dengan istri penyayang dan putri yang cantik.
Kesuksesan tidak membuat Shohei merasa hidupnya memuaskan sampai suatu malam melihat wanita cantik bernama Mai Kishikawa sedang menari. Sang pria yang tertarik pun mencari wanita tersebut hingga ke studi tari dan mendaftar untuk ikut belajar les dansa dengan tujuan hidupnya dapat lebih berwarna dan tidak lagi membosankan.
Shall We Dance? berhasil meraih menyabet banyak penghargaan, seperti Japan Academy Prize, Blue Ribbon Awards, Kinema Junpo Awards, Hochi Film Awards, dan Mainichi Film Awards. Sementara itu, Koji sukses membawa pulang piala Best Actor dalam Award of the Japanese Academy lewat film tersebut.
Best Actor dalam Award of the Japanese Academy merupakan salah satu penghargaan yang diraih oleh Koji dalam perjalanan kariernya. Dia tercatat telah membawa pulang beragam penghargaan yang membuktikan kemampuannya dalam berakting.
Koji pernah meraih Best Actor dalam Asia-Pacific Film Festival melalui karya berjudul The El; Best Actor di Cannes Film Festival melalui Perfect Days, Best Performance dalam Chicago Internasional Film Festival melalui Under the Open Sky; dan sebagainya.
Piala Best Actor di Cannes Film Festival melalui film Perfect Days membuat Koji menjadi aktor Jepang kedua dalam sejarah yang menerima penghargaan tersebut.
Dalam perjalanan kariernya, Koji juga telah memerankan banyak karakter dan bekerja sama dengan para sineas hebat, seperti sutradara Shohei Imamura, Kiyoshi Kurosawa, Hirokazu KORE-EDA, dan Tetsuya Nakashima.
Kesuksesan yang diraih Koji Yakusho tak lepas dari dedikasinya terhadap seni peran. Ia selalu berkomitmen untuk menjiwai setiap karakter yang diperankannya dengan sepenuh hati, memastikan bahwa setiap penampilannya memiliki makna dan kedalaman.
Dikenal sebagai textbook actor, Koji tetap rendah hati meski telah mencapai banyak pencapaian. Baginya, setiap peran yang ia mainkan memiliki kesan tersendiri dan tidak ada satu pun yang ia anggap remeh atau lupakan.
Ia meyakini bahwa setiap pengalaman dalam dunia perfilman membentuk dirinya hingga saat ini, sehingga tidak ada peran yang disesali sepanjang perjalanan kariernya. Prinsip inilah yang membuatnya terus berkembang dan beradaptasi dalam industri yang terus berubah.
Meski telah mengoleksi berbagai penghargaan bergengsi, Koji tidak pernah berpuas diri. Semangatnya terhadap dunia akting tetap membara, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang bagi dedikasi dan kecintaannya terhadap seni peran.
Terbaru, ia kembali menunjukkan kemampuannya dalam film Snowflowers: Seeds of Hope, di mana ia berperan sebagai Teisai Hino, membuktikan bahwa eksistensinya di dunia perfilman masih sangat relevan hingga kini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Koji mengatakan bahwa penghargaan Lifetime Achievement Award dijadikan sebagai pendorong bagi diri untuk melakukan usaha lebih keras lagi. “Saya merasa penghargaan ini mendorong saya untuk mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa dan, di langkah terakhir perjalanan saya, memberikan kontribusi sekecil apa pun,” katanya dalam laman Asian Film Awards.
Baca juga: Jepang Bakal Bawa Perfect Days ke Ajang Piala Oscar 2024, Simak Sinopsisnya
Dikutip dari laman AFA dan berbagai sumber lainnya, nama Koji dalam industri perfilman di Asia sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia tercatat telah melalui banyak hal dalam perjalanan kariernya sebagai seorang aktor. Tidak hanya itu, dia juga mampu memberikan warna terhadap industri ini.
Perjalanan Koji di industri perfilman berawal dari pertemuan dengan pertunjukan panggung Tatsuya Nakadai. Pria yang pada awalnya merupakan seorang pegawai negeri itu pun berhasil terkenal karena penampilannya melalui drama berjudul Tokugawa Ieyasu.
Aktor yang lahir pada 1 Januari 1956 di kota Isahaya, perfektur Nagasaki itu berperan sebagai Nobunaga Oda, yakni panglima perang karismatik pada abad ke-16. Nama Koji juga kian diperhitungkan oleh perfilman di Jepang ketika bermain dalam drama berjudul Miyamoto Musashi dan berperan sebagai bintang utama.
Pria yang kerap bermain dalam genre perang atau ksatria itu melakukan terobosan lewat film Shall We Dance? dengan genre dan peran yang berbeda. Dalam karya ini, Koji memainkan karakter bernama Shohei Sugityama, yakni akuntan sukses dengan istri penyayang dan putri yang cantik.
Kesuksesan tidak membuat Shohei merasa hidupnya memuaskan sampai suatu malam melihat wanita cantik bernama Mai Kishikawa sedang menari. Sang pria yang tertarik pun mencari wanita tersebut hingga ke studi tari dan mendaftar untuk ikut belajar les dansa dengan tujuan hidupnya dapat lebih berwarna dan tidak lagi membosankan.
Shall We Dance? berhasil meraih menyabet banyak penghargaan, seperti Japan Academy Prize, Blue Ribbon Awards, Kinema Junpo Awards, Hochi Film Awards, dan Mainichi Film Awards. Sementara itu, Koji sukses membawa pulang piala Best Actor dalam Award of the Japanese Academy lewat film tersebut.
Best Actor dalam Award of the Japanese Academy merupakan salah satu penghargaan yang diraih oleh Koji dalam perjalanan kariernya. Dia tercatat telah membawa pulang beragam penghargaan yang membuktikan kemampuannya dalam berakting.
Koji pernah meraih Best Actor dalam Asia-Pacific Film Festival melalui karya berjudul The El; Best Actor di Cannes Film Festival melalui Perfect Days, Best Performance dalam Chicago Internasional Film Festival melalui Under the Open Sky; dan sebagainya.
Piala Best Actor di Cannes Film Festival melalui film Perfect Days membuat Koji menjadi aktor Jepang kedua dalam sejarah yang menerima penghargaan tersebut.
Dalam perjalanan kariernya, Koji juga telah memerankan banyak karakter dan bekerja sama dengan para sineas hebat, seperti sutradara Shohei Imamura, Kiyoshi Kurosawa, Hirokazu KORE-EDA, dan Tetsuya Nakashima.
Kesuksesan yang diraih Koji Yakusho tak lepas dari dedikasinya terhadap seni peran. Ia selalu berkomitmen untuk menjiwai setiap karakter yang diperankannya dengan sepenuh hati, memastikan bahwa setiap penampilannya memiliki makna dan kedalaman.
Dikenal sebagai textbook actor, Koji tetap rendah hati meski telah mencapai banyak pencapaian. Baginya, setiap peran yang ia mainkan memiliki kesan tersendiri dan tidak ada satu pun yang ia anggap remeh atau lupakan.
Ia meyakini bahwa setiap pengalaman dalam dunia perfilman membentuk dirinya hingga saat ini, sehingga tidak ada peran yang disesali sepanjang perjalanan kariernya. Prinsip inilah yang membuatnya terus berkembang dan beradaptasi dalam industri yang terus berubah.
Meski telah mengoleksi berbagai penghargaan bergengsi, Koji tidak pernah berpuas diri. Semangatnya terhadap dunia akting tetap membara, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang bagi dedikasi dan kecintaannya terhadap seni peran.
Terbaru, ia kembali menunjukkan kemampuannya dalam film Snowflowers: Seeds of Hope, di mana ia berperan sebagai Teisai Hino, membuktikan bahwa eksistensinya di dunia perfilman masih sangat relevan hingga kini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.