International Women's Day atau Hari Perempuan Internasional diperingati pada 8 Maret tiap tahunnya. (Sumber gambar: Omar Lopez/Unsplash)

Tema Hari Perempuan Internasional 2025, Dorong Percepatan Kesetaraan Gender Global

07 March 2025   |   13:13 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

International Women's Day atau Hari Perempuan Internasional diperingati 8 Maret tiap tahunnya. Peringatan yang telah berlangsung satu abad lebih sejak 1911 ini merupakan hari global untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik kaum perempuan. Termasuk, menjadi momen menyuarakan pentingnya percepatan kesetaraan gender.

Pada 8 Maret tiap tahunnya, jutaan orang di seluruh dunia memperingati Hari Perempuan Internasional (IWD) untuk mendukung kesetaraan gender sebagai agenda global yang memberikan dampak positif bagi perempuan. Pasalnya, upaya untuk menciptakan kesetaraan gender secara global belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.

World Economic Forum (WEF) menyebut selama lebih dari 18 tahun analisis terkait kesenjangan gender berlangsung, belum ditemukan progres yang berarti terkait kesetaraan gender secara global. Begitupun dengan laporan Indeks Kesenjangan Gender Global 2024 dari WEF yang menemukan minimnya progres berarti dan meluas dalam setahun terakhir terkait upaya menurunkan angka kesenjangan global. 

Baca juga: Menengok Sensitivitas Perempuan dalam Balutan Karya di Pentas Buku Foto 2025

Laporan itu mengukur indeks kesenjangan gender pada empat bidang, yakni kesehatan, pendidikan, partisipasi ekonomi, dan pemberdayaan di bidang politik. Disebutkan bahwa lebih dari 95 persen dari kesenjangan gender di bidang kesehatan dan pendidikan telah teratasi. Artinya, hanya sekitar 5 persen angka kesenjangan gender di dua bidang tersebut.

Adapun, dua bidang dengan kesenjangan gender yang masih besar yakni ada di sektor partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik. Baru 60,5 persen kesenjangan gender di sektor ekonomi telah teratasi, sementara 22,5 persen di sektor pemberdayaan politik. Hal ini menjadikan politik sebagai sektor dengan kesenjangan gender terbesar secara global.

WEF juga mencatat meskipun jumlah perempuan dan anak perempuan yang hidup dalam kemiskinan ekstrem telah turun di bawah 10 persen, masih diperlukan waktu sekitar 137 tahun untuk mengeluarkan semua perempuan dan anak perempuan di dunia dari kemiskinan.

Sementara itu, organisasi internasional PBB memperkirakan untuk mencapai kesetaraan gender pada tahun 2030, diperlukan investasi sebesar US$360 miliar setiap tahunnya secara global. Oleh karena itu, penting untuk mempercepat upaya global menuju pencapaian kesetaraan gender. 
 

Tema Hari Perempuan Internasional 2025

Tahun ini, PBB melalui organisasi UN Women menetapkan tema IWD 2025 yakni For all women and girls: Rights. Equality. Empowerment atau yang berarti 'untuk semua perempuan dan anak perempuan: hak, kesetaraan, pemberdayaan'.

Melansir situs resmi UN Women, tema tersebut diusung guna menyerukan upaya global yang dapat mewujudkan hak, kekuasaan, dan kesempatan yang sama bagi semua orang dan masa depan, ketika tidak seorang pun tertinggal.

"Inti dari visi ini adalah memberdayakan generasi berikutnya, pemuda, khususnya perempuan muda dan gadis remaja sebagai katalisator perubahan yang berkelanjutan," demikian tulis UN Women. 

UN Women menilai 2025 merupakan momen penting dalam upaya global untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, karena menandai peringatan 30 tahun Deklarasi dan Platform Aksi Beijing. Forum yang terjadi pada 1995 itu dinilai tetap menjadi landasan paling progresif, dan didukung secara luas untuk hak-hak perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Platform tersebut memandu kebijakan, program, dan investasi yang berdampak pada bidang-bidang penting dalam kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, perdamaian, media, partisipasi politik, pemberdayaan ekonomi, dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Peringatan 30 tahun Deklarasi dan Platform Aksi Beijing juga terjadi di tengah meningkatnya ketidakamanan dan krisis yang makin parah, menurunnya kepercayaan terhadap demokrasi dan menyusutnya ruang sipil. UN Women mencatat pada 2024, sebanyak 612 juta perempuan dan anak perempuan di dunia hidup di tengah realitas brutal konflik bersenjata. Angka itu meningkat sebesar 50 persen hanya dalam satu dekade.

Dengan mengangkat tema "For all women and girls: Rights. Equality. Empowerment", UN Women menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia, pemangku kebijakan, organisasi, dan masyarakat sipil, untuk mengambil tiga tindakan utama dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2025. 

Pertama, memajukan hak-hak perempuan dan anak perempuan. Melakukan upaya tanpa henti demi tercapainya hak asasi manusia sepenuhnya bagi perempuan dan anak perempuan, dengan menentang segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.

Kedua, mempromosikan kesetaraan gender. Mengajak untuk mengatasi hambatan sistemik, menghancurkan patriarki, mengubah ketidakadilan yang mengakar, serta mengangkat suara perempuan dan anak perempuan yang terpinggirkan, termasuk kaum muda, untuk memastikan inklusivitas dan pemberdayaan.

Ketiga, mendorong pemberdayaan. Menetapkan kembali struktur kekuasaan dengan memastikan akses inklusif terhadap pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, dan ruang pengambilan keputusan. Memprioritaskan kesempatan bagi perempuan dan anak perempuan muda untuk memimpin dan berinovasi.

"Meskipun ada kemajuan signifikan bagi hak-hak perempuan sejak diadopsinya Platform Aksi Beijing pada 1995, dunia tengah mengalami krisis baru dan tumpang tindih serta erosi hak-hak. Pada Hari Perempuan Internasional ini, bergabunglah dengan UN Women untuk bergerak maju demi hak-hak perempuan. Dunia tidak boleh mundur selangkah pun," demikian pernyataan tertulis UN Women. 

Baca juga: Refleksi Makna Kongres Perempuan Indonesia, Tonggak Penting Pergerakan Bangsa

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
Editor:

SEBELUMNYA

Cek Persyaratan dan Alur Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2025

BERIKUTNYA

Cara Daftar, Syarat, dan Rute Mudik Gratis KAI Lebaran 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: