Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Wajib Tahu Sebelum Mulai
06 March 2025 |
19:00 WIB
Indonesia kini resmi memiliki layanan bank emas atau bullion bank, sebuah institusi yang berperan dalam perdagangan, penyimpanan, serta pembiayaan emas dan logam mulia lainnya. Kehadiran bank emas memungkinkan masyarakat untuk menabung emas, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
Langkah itu menjadi bagian dari tren global dalam memberikan akses yang lebih luas dan aman bagi masyarakat dalam berinvestasi emas. Apalagi, minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi emas terus meningkat seperti disampaikan perencana keuangan Rista Zwestika.
Rista menyebut, naiknya minat itu tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pertama, ketidakpastian ekonomi global. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yakni sekitar Rp16.000/US$ per Juli 2024, dan inflasi 5,4 persen pada 2023, mendorong masyarakat mencari aset investasi yang aman sekalipun di tengah kondisi krisis seperti emas.
Langkah itu menjadi bagian dari tren global dalam memberikan akses yang lebih luas dan aman bagi masyarakat dalam berinvestasi emas. Apalagi, minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi emas terus meningkat seperti disampaikan perencana keuangan Rista Zwestika.
Rista menyebut, naiknya minat itu tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pertama, ketidakpastian ekonomi global. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yakni sekitar Rp16.000/US$ per Juli 2024, dan inflasi 5,4 persen pada 2023, mendorong masyarakat mencari aset investasi yang aman sekalipun di tengah kondisi krisis seperti emas.
Kedua, budaya dan bebiasaan. Menurut Rista, emas sering dibeli masyarakat menjelang Lebaran sebagai bentuk tabungan atau hadiah. Dia memaparkan data Pegadaian menunjukkan penjualan emas fisik meningkat sebesar 20 hingga 30 persen selama Ramadan 2024.
Baca Juga: Cara Membuka Tabungan di Bank Emas Pegadaian & BSI
Baca Juga: Cara Membuka Tabungan di Bank Emas Pegadaian & BSI
Ketiga, akses digital. Kehadiran sejumlah platform digital memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas digital. Hal tersebut sebagaimana tercermin dalam data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat pengguna investasi emas digital tumbuh 35 persen pada 2023.
Adapun, faktor yang keempat yakni rekomendasi finansial. Rista menuturkan emas kerap dianggap sebagai instrumen investasi yang lebih stabil dibandingkan aset kripto yang fluktuatif atau saham yang terpengaruh ketegangan geopolitik. Tak ayal, jika emas kerap menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi.
"Investasi emas tetap relevan pada 2025 sebagai instrumen proteksi kekayaan, terutama dengan akses digital yang makin mudah," katanya saat dihubungi Hypeabis.id.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Investasi Emas
Untuk memulai investasi emas, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan terlebih di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang saat ini. Rista menuturkan hal pertama yang perlu diperhatikan yakni kondisi makroekonomi.
Di satu sisi, kondisi inflasi tinggi saat ini yang mencapai 5,4 persen bisa mendongkrak harga emas. Namun, di sisi lain, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang mencapai 6 persen pada 2024, berpotensi mengurangi daya beli. "Nilai tukar rupiah yang lemah membuat harga emas dalam rupiah lebih mahal," terangnya.
Hal lain yang mesti diperhatikan ialah tujuan investasi emas, apakah untuk jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Perlu diketahui, emas termasuk aset investasi yang mudah untuk dijual, digadai ataupun dicairkan terutama jika emas dalam bentuk digital.
Selain itu, dalam berinvestasi emas, biasanya nasabah juga akan dikenakan biaya tambahan. Untuk emas fisik, biasanya akan dikenakan biaya cetak, sementara emas digital akan dikenakan biaya admin/platform 0,5 hingga 1 persen per transaksi.
"Yang harus diperhatikan juga risiko pasar. Harga emas bisa turun jika ekonomi AS menguat atau bank sentral global menjual cadangan emas," kata Rista.
Keuntungan & Kekurangan Investasi Emas
Dalam berinvestasi emas, penting juga untuk mengetahui keuntungan dan kekurangannya. Rista menjelaskan salah satu keuntungan emas yakni tergolong sebagai aset safe-haven, yaitu aset yang dikenal tidak berkaitan atau memiliki hubungan negatif dengan aset atau portofolio investasi lain, ketika terjadi gejolak atau ketidakpastian dalam pasar finansial.
Selain itu, nilai emas juga cenderung naik seiring inflasi, serta mudah dijual, terutama bentuk digital.
Di samping beberapa kelebihannya, emas juga punya sejumlah kekurangan, diantaranya tidak menghasilkan passive income, seperti saham dalam bentuk dividen, atau properti dalam proses sewa.
"Kekurangan lainnya bisa terjadinya volatilitas jangka pendek pada emas, dimana harga bisa turun jika pasar saham atau reksadana menarik minat investor. Lalu emas juga punya biaya tersembunyi alias spread atau selisih harga jual-beli mencapai dua sampai lima persen untuk emas fisik," jelas Rista.
Baca Juga: Pernah Tertipu Investasi Emas, Begini Harapan Olga Lydia pada Bullion Bank
Editor: M. Taufikul Basari
Baca Juga: Pernah Tertipu Investasi Emas, Begini Harapan Olga Lydia pada Bullion Bank
Editor: M. Taufikul Basari
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.