Emas (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Suselo Jati)

Apa Itu Bullion Bank? Begini Sejarah Bank Emas di Dunia

26 February 2025   |   16:14 WIB

Genhype, Presiden Indonesia Prabowo Subianto baru saja meresmikan bullion bank atau bank emas Indonesia, Rabu (26/2/2025). Hadirnya bank ini menjadi upaya untuk memanfaatkan potensi besar logam mulia, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia. 

"Saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan layanan bank emas Pegadaian dan bank emas Syariah Indonesia," katanya dalam acara peresmian di The Gade Tower, Jakarta Pusat. 

Di dalam negeri, bank emas dibentuk berdasarkan payung hukum Undang-Undang No. 24 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Aturan itu dijabarkan lebih lanjut melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion. 

Dalam POJK dinyatakan bahwa Kegiatan Usaha Bulion adalah kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan (LJK). Kegiatannya meliputi sejumlah layanan seperti Simpanan Emas, Pembiayaan Emas, Perdagangan Emas, Penitipan Emas, dan/atau kegiatan lainnya yang dilakukan oleh LJK. 

Baca juga: Ini Lo 5 Kelebihan Investasi Emas Digital 

Secara sederhana, kegiatan usaha bullion bank atau bank emas menerapkan konsep yang mirip dengan perbankan konvensional, tapi dengan logam mulia emas sebagai mata uangnya. Jadi, emas yang disimpan bisa digunakan oleh pihak bank untuk melakukan kegiatan seperti peminjaman kepada pelaku usaha atau transaksi keuangan lain. 

Bank emas atau bullion bank bukan hal baru di dunia. Sudah banyak negara yang telah memiliki bank seperti ini dan melaksanakan kegiatan usaha berbasis logam mulia, termasuk negara tetangga seperti Singapura. Konsep bank ini pun telah memiliki sejarah panjang. 


Sejarah Bullion Bank atau Bank Emas 

Sejarah bank emas di dunia, erat kaitannya dengan perdagangan logam mulia terutama emas dan perak yang telah ada sejak zaman kuno. Emas dan perak dipakai sebagai alat tukar, penyimpanan nilai, dan simbol kekayaan. 

Dirangkum dari laman London Bullion Market Association (LBMA), salah satu milestone penting berlangsung pada abad ke-17 ketika bank-bank di Eropa, salah satunya Bank of England, mulai memainkan peran dalam penyimpanan dan perdagangan logam mulia dengan sistem moneter berbasis emas (Gold Standard). 

Hingga abad ke-19, Gold Standard diadopsi secara luas oleh negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat. Dalam sistem ini, nilai mata uang suatu negara ditetapkan berdasarkan emas, dan bank sentral menyimpan cadangan emas untuk mendukung mata uang mereka. Dari sinilah bullion bank mulai muncul sebagai perantara produsen emas dan pasar global. 

Ketika itu, London menjadi salah satu pusat perdagangan emas dunia, dengan dukungan dan peran besar dari Bank of England yang telah lama melakukan transaksi di pasar emas global. Hingga kini, London memiliki London Bullion Market Association, asosiasi perdagangan internasional pasar emas batangan dunia, yang jadi otoritas global logam mulia. 

Pada abad ke-20, bank emas makin berkembang dengan munculnya pasar derivatif logam mulia dan mulai bekerja sama dengan bank sentral, perusahaan tambang, hingga investor institusional.

Adapun saat ini, bullion bank masih memainkan peran vital dalam pasar logam mulia di tingkat global. Layanannya juga kian berkembang meliputi penyimpanan logam mulia, pembiayaan, perdagangan, hingga pemurnian dan distribusi. 

Somasundaram PR dari World Gold Council mengatakan bahwa bank emas merupakan pilar utama di pasar emas global. Lembaga ini terus membangun kepercayaan yang lebih besar di seluruh rantai nilai emas, mendorong efisiensi, menyediakan likuiditas, dan transparansi yang pada akhirnya mendorong pasar lebih maju. 

Dia menyebut, industri perbankan emas batangan global sangat besar dan mapan, dengan pendapatan tahunan yang diperkirakan mencapai lebih dari US$1,5 miliar. 


Negara dengan Cadangan Emas Terbesar 

Mengutip Investing News Network, cadangan emas bank sentral global telah mencapai angka 35.717 metrik ton, atau sekitar seperlima dari semua emas yang pernah ditambang. Bank sentral rutin membeli emas untuk mengurangi risiko, melindungi diri dari inflasi, dan mendorong stabilitas ekonomi. 

Dalam survei pertengahan 2024, World Gold Council (WGC) bahkan menyatakan bahwa 81 persen bankir sentral memperkirakan cadangan emas global akan meningkat selama 12 bulan ke depan. Lantas bank sentral negara mana yang memiliki emas paling banyak? berikut data dari laporan WGC hingga 2024: 
 
Negara Cadangan Emas (metrik ton) 
Amerika Serikat 8.133,46 
Jerman 3.351,53 
Italia 2.451,84 
Prancis 2.473,00 
Rusia  2.332,74 (2023) 
China  2.279,56
Swiss 1.039,94 
India 876,18
Jepang  845,97 
Belanda 612,45 

Baca juga: Kiat Membedakan Emas Asli dan Palsu, Salah Satunya Digigit

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Kenal Lebih Dekat dengan Para Pemeran Film Rangga & Cinta

BERIKUTNYA

iForte National Dance Competition Inspirasi Diri Masuk Babak Penyisihan Regional Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga