Ilustrasi (sumber gambar : cottonbro studio/pexels)

Puasa Nyaman Tanpa Nyeri Lambung, Ini Tip Pola Makan yang Tepat

06 March 2025   |   20:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Bulan Ramadan sering menjadi momentum bagi banyak orang untuk menjaga kebugaran sekaligus menurunkan berat badan. Namun, tantangan dalam mencapai tujuan ini kerap muncul, terutama akibat pola makan yang kurang tepat dan keluhan seperti nyeri lambung.

Ahli Gizi LIGHThouse Clinic, Veronica, S.Gz., menjelaskan bahwa nyeri lambung saat puasa umumnya terjadi karena perut kosong dalam waktu lama, yang menyebabkan peningkatan asam lambung.

"Hal ini bisa menimbulkan rasa perih di perut, nyeri ulu hati, hingga sensasi panas di tenggorokan. Selain itu, tubuh juga bisa terasa lemas akibat kurangnya asupan kalori,” jelasnya.

 

Cara Mengatasi Nyeri Lambung Saat Puasa

Untuk menghindari keluhan ini, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan pola makan yang tepat serta menjaga asupan nutrisi yang seimbang selama sahur dan berbuka.

Selain mengatur pola makan, beberapa metode perawatan juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. Salah satu solusinya adalah booster infus intravena (IV) yang berfungsi untuk menunjang energi dan mengurangi keluhan lambung saat menjalani diet selama Ramadan.

Anna Yesito Wibowo, Direktur Marketing LIGHT Group mengatakan, banyak orang yang ingin menjalani puasa dengan nyaman sekaligus mencapai berat badan ideal. “Kami memahami kebutuhan pasien untuk tetap fit saat berpuasa tanpa mengorbankan kesehatan. Karena itu, pendekatan yang tepat diperlukan agar tubuh tetap berenergi dan nyaman selama menjalani ibadah,” ujarnya.

Booster ini biasanya mengandung kombinasi vitamin dan mineral yang membantu mengatasi kelelahan, menjaga hidrasi tubuh, serta meredakan keluhan lambung seperti mual atau perih di ulu hati.

"Dengan tambahan perawatan seperti ini, tubuh bisa tetap bertenaga meskipun dalam kondisi puasa," tuturnya.

Selain booster, menjaga pola makan yang seimbang dan memilih menu sahur serta berbuka yang tidak memicu kenaikan asam lambung juga menjadi faktor penting. Konsultasi dengan ahli gizi atau tenaga medis bisa menjadi langkah bijak bagi mereka yang ingin tetap sehat dan bugar selama Ramadan.

Dengan perencanaan yang baik, menjalani puasa sambil menjaga kebugaran bukanlah hal yang mustahil.

Baca Juga: Langkah-langkah Aman Berpuasa untuk Pengidap Penyakit Ginjal

Editor: M. Taufikul Basari

SEBELUMNYA

Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Wajib Tahu Sebelum Mulai

BERIKUTNYA

Gaya Penyanyi Alika Islamadina Kenakan Busana Muslim et cetera yang Elegan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: