Novel Art of Curse: Save The Country. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Ulasan Novel Art of Curse: Save The Country, Ketika Kutukan Menghantui Kota

05 March 2025   |   08:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Apa jadinya jika sebuah negara maju diteror oleh kutukan dan harus mengurung diri mengatasi masalahnya sendiri? Resah dan gelisah tentu mewarnai hari para warganya, belum lagi tiba-tiba mereka dimangsa oleh keluarga maupun orang terdekatnya yang berubah menjadi monster akibat kutukan.

Fantasi ini digambarkan dalam novel kedua Abillah Az Zahrah berjudul Art of Curse: Save The Country. Pemilik nama pena BELPOIN itu bakal membawa pembacanya merasakan langsung ketegangan di negara yang sedang menghadapi teror kutukan, Mortey.

Baca juga: Ulasan Novel Terbaru Brian Khrisna: Menemukan Makna Hidup dalam Seporsi Mie Ayam

Kengerian bahkan langsung dihadirkan BELPOIN pada prologue Art of Curse: Save The Country. “Kulit lusuh itu meleleh, daging di dalamnya bergerak menutupi wujud manusia,” bunyi sepenggal kalimat pada awal cerita novel ini. 

Dari gambaran awal, jelas kutukan yang hadir bukan berbentuk santet atau teluh. Istilah kutukan pada novel bergenre fantasy, action, hingga thriller ini merujuk pada manusia yang berubah menjadi monster pembunuh karena dikuasai energi negatif.

Monster itu merupakan penduduk Mortey, salah satu negara yang mengisi benua Asia. Sempat berjaya, sayangnya sejak lima tahun pasca insiden yang menanam ketakutan pada warganya, udara di sana tak lagi sama. 

Negara ini hancur dan berupaya bangkit. Di tengah upaya itu, kutukan masih meneror kedamaian warga. Untung saja, keberadaan Organisasi Pemburu Kutukan, Retriver yang berjalan di bawah pemerintah, selalu sigap mengatasinya. 

Akademi khusus untuk para manusia terpilih itu memiliki sejumlah divisi. Secara garis besar, novel ini mengangkat kisah divisi lima.

Bisa dikatakan divisi lima yang diketuai Travis dan beranggotakan Atlas, Naoki, Heerious, Robin, Russel, Joy dan Casper, mirip para karakter di Fantastic Four atau The Avengers yang masing-masing memiliki kekuatan unik. 

Divisi lima terdiri dari Blesser dan Curser. Blesser merupakan manusia yang diberkati kekuatan luar biasa sejak lahir. Sementara Curser yaitu manusia yang kemampuannya berasal dari kutukan itu sendiri dan terhubung ke dunia lain. Ada kalanya mereka mengalami godaan untuk merusak karena kutukan yang masih mengalir di dalam darahnya. 

Bagi Genhype penggemar serial Korea Selatan, Sweet Home, di Netflix, Curser memiliki kemiripan dengan karakter Han Kang. Curser sewaktu-waktu bisa berubah wujud menjadi monster, tetapi masih bisa mengendalikan aura negatif pada dirinya. Jika aura negatif tersebut tidak terkendali, mereka bisa menjadi monster yang mengerikan.

Kendati demikian, cerita Art of Curse: Save The Country bisa lebih menegangkan. Meskipun memiliki halaman yang tebal dan mungkin menimbulkan kebosanan pada bagian awal karena terlalu fokus mengenalkan divisi lima, para anggotanya, dan bagian-bagian Mortney, pembaca akan terus dibuat penasaran karena akhir setiap bab selalu menimbulkan pertanyaan.

BELPOIN pun cukup apik menggambarkan suasana yang terjadi sehingga membuat pembaca mudah berfantasi mengikuti alur ceritanya. Gaya bahasa yang dipakai juga mudah dipahami untuk membawa pembaca menyelam lebih dalam pada alur cerita bagaimana divisi lima di tengah bayang-bayang masa lalu menyelamatkan dan membawa kembali kejayaan Mortey.


Data Buku

Judul: Art of Curse: Save The Country
Penulis: BELPOIN (Abillah Az Zahrah)
Penyunting: Devi Shinta
Desain Sampul: Ghif
Tata Letak: Devi Shinta
Tahun Terbit: Cetakan Kedua, November 2024
Jumlah Halaman: 426 Halaman 
Penerbit: CV Haeba Group
ISBN: 9786235750494


(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

ISI Denpasar Resmi Berubah Menjadi ISI Bali, Perkuat Peran dalam Pemajuan Budaya

BERIKUTNYA

Tips Memilih Kulkas Hemat Energi yang Jaga Kualitas Makanan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: