Waspada 5 Penyakit yang Kerap Muncul saat Musim Hujan
04 March 2025 |
12:59 WIB
Musim hujan dengan curah tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir harus diwaspadai menimbulkan berbagai macam penyakit pascabanjir. Terlebih, lingkungan tempat tinggal yang tidak bersih dapat menjadi sarang penyakit yang menular.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hampir seluruh wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan dari tingkat ringan sampai lebat pada 4-10 Maret 2025. Daerah yang akan mengalami hujan dengan intensitas ringan seperti DKI Jakarta dan Bali.
Baca juga: Mengenal Sindrom Metabolik, Penyebab Banyak Penyakit Kronis
Sementara itu, daerah yang akan turun hujan sedang seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagainya. Adapun, daerah dengan prediksi hujan lebat adalah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua.
Selain waspada terhadap datangnya banjir, Genhype juga perlu berhati-hati dengan penyakit yang biasa muncul kala musim hujan tiba. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan dan sumber lainnya, berikut daftar penyakit yang kerap datang saat musim hujan.
Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang kerap datang pada musim hujan. Air yang menggenang akibat saluran air tidak lancar menjadi salah satu penyebab nyamuk aedes aegypti berkembang dengan subur.
Nyamuk Aedes aegypti ini merupakan penyebab penyakit demam berdarah. Dengan begitu, Genhype perlu memperhatikan genangan air dan membersihkan saluran air yang tersumbat agar kembali lancar, menguras bak penampungan air, hingga menabur bubuk abate di tempat-tempat yang berpotensi berkembangbiaknya nyamuk.
Diare menjadi penyakit lainnya yang kerap datang pada saat musim hujan tiba. Penyakit ini terjadi kala saluran pencernaan terkena bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Sanitasi yang buruk dan tercemarnya sumber air bersih akibat banjir merupakan sedikit contoh penyebab diare ketika musim hujan tiba.
Tidak hanya itu, bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh seseorang ketika mengonsumsi makanan yang sudah tidak layak atau basi akibat tercemar atau terkontaminasi bakteri.
Pada musim hujan, penyakit yang sering menghampiri banyak orang adalah influenza. Virus ini dapat menyebar lewat beberapa cara ke dalam tubuh, seperti mulut, hidung atau tangan yang menyentuh benda terkontaminasi. Gejala penyakit flu dimulai dari demam, lemas, lesu, pilek dan bersin-bersin, serta terasa nyeri di otot-otot dan sendi.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira, yang hidup di genangan air. Seseorang yang terkena bakteri ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, mual, muntah dan nyeri otot. Penyakit ini menular saat bersentuhan dengan tanah, air, atau makanan yang terkontaminasi urine, darah, atau jaringan hewan yang terinfeksi.
Baca juga: Mengenal HMPV Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China, Cek Gejala & Langkah Pencegahan
Penyakit pes adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Yersinia pestis, yang ditularkan melalui gigitan pinjal (ektoparasit) yang hidup pada tikus. Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui gigitan pinjal yang terinfeksi, yang sebelumnya menghisap darah tikus yang terinfeksi. Selain itu, kontak langsung dengan jaringan atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi juga dapat menjadi sumber penularan.
Untuk mencegah penyebaran penyakit pes, dianjurkan untuk mengendalikan populasi tikus di lingkungan sekitar melalui upaya sanitasi yang baik dan pengendalian hama, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mencegah tikus bersarang.
Editor: Fajar Sidik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hampir seluruh wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan dari tingkat ringan sampai lebat pada 4-10 Maret 2025. Daerah yang akan mengalami hujan dengan intensitas ringan seperti DKI Jakarta dan Bali.
Baca juga: Mengenal Sindrom Metabolik, Penyebab Banyak Penyakit Kronis
Sementara itu, daerah yang akan turun hujan sedang seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagainya. Adapun, daerah dengan prediksi hujan lebat adalah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua.
Selain waspada terhadap datangnya banjir, Genhype juga perlu berhati-hati dengan penyakit yang biasa muncul kala musim hujan tiba. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan dan sumber lainnya, berikut daftar penyakit yang kerap datang saat musim hujan.
1. Demam berdarah
Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang kerap datang pada musim hujan. Air yang menggenang akibat saluran air tidak lancar menjadi salah satu penyebab nyamuk aedes aegypti berkembang dengan subur.Nyamuk Aedes aegypti ini merupakan penyebab penyakit demam berdarah. Dengan begitu, Genhype perlu memperhatikan genangan air dan membersihkan saluran air yang tersumbat agar kembali lancar, menguras bak penampungan air, hingga menabur bubuk abate di tempat-tempat yang berpotensi berkembangbiaknya nyamuk.
2. Diare
Diare menjadi penyakit lainnya yang kerap datang pada saat musim hujan tiba. Penyakit ini terjadi kala saluran pencernaan terkena bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Sanitasi yang buruk dan tercemarnya sumber air bersih akibat banjir merupakan sedikit contoh penyebab diare ketika musim hujan tiba.Tidak hanya itu, bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh seseorang ketika mengonsumsi makanan yang sudah tidak layak atau basi akibat tercemar atau terkontaminasi bakteri.
3. Influenza
Pada musim hujan, penyakit yang sering menghampiri banyak orang adalah influenza. Virus ini dapat menyebar lewat beberapa cara ke dalam tubuh, seperti mulut, hidung atau tangan yang menyentuh benda terkontaminasi. Gejala penyakit flu dimulai dari demam, lemas, lesu, pilek dan bersin-bersin, serta terasa nyeri di otot-otot dan sendi.
4. Leptospirosis
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira, yang hidup di genangan air. Seseorang yang terkena bakteri ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, mual, muntah dan nyeri otot. Penyakit ini menular saat bersentuhan dengan tanah, air, atau makanan yang terkontaminasi urine, darah, atau jaringan hewan yang terinfeksi.Baca juga: Mengenal HMPV Penyakit Pernapasan yang Melonjak di China, Cek Gejala & Langkah Pencegahan
5. Penyakit pes
Penyakit pes adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Yersinia pestis, yang ditularkan melalui gigitan pinjal (ektoparasit) yang hidup pada tikus. Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui gigitan pinjal yang terinfeksi, yang sebelumnya menghisap darah tikus yang terinfeksi. Selain itu, kontak langsung dengan jaringan atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi juga dapat menjadi sumber penularan. Untuk mencegah penyebaran penyakit pes, dianjurkan untuk mengendalikan populasi tikus di lingkungan sekitar melalui upaya sanitasi yang baik dan pengendalian hama, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mencegah tikus bersarang.
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.