Cara Menyimpan Stok Meal Prep Agar Tetap Segar Selama Ramadan
01 March 2025 |
15:22 WIB
Menyiapkan stok bahan makanan atau meal prep di bulan Ramadan sangat membantu. Genhype, tak perlu terburu-buru memasak saat sahur atau berbuka, cukup memanaskan makanan yang sudah disiapkan. Dengan meal prepping sepanjang bulan puasa, kita bisa menyantap makanan sehat dan mengurangi keinginan beli makanan di luar.
Mengutip Good Housekeeping, meal prepping yakni menyiapkan bahan-bahan makanan sebelumnya untuk mempermudah proses memasak sehingga makanan lebih cepat disajikan. Biasanya, meal prep dilakukan dengan memasak dalam jumlah besar, membagi porsi, dan menyimpannya di kulkas atau freezer untuk dikonsumsi dalam beberapa hari ke depan. Setiap akan disajikan, kita bisa memanaskannya terlebih dulu.
Baca juga: Rekomendasi Menu Sahur Lezat yang Sehat dan Bergizi Tinggi
Beberapa makanan yang cocok untuk meal prepping di bulan Ramadan karena tahan lama, mudah disimpan, dan sehat, misalnya nasi merah atau nasi putih, bisa dimasak sekaligus untuk beberapa hari dan dibekukan dalam kulkas. Ayam atau daging bisa dimarinasi dengan bumbu favorit lalu disimpan di kulkas. Opor ayam, rendang, semur bisa disimpan dalam porsi kecil dan dipanaskan saat dibutuhkan.
Menjaga kesegaran bahan makanan saat melakukan meal prepping selama Ramadan juga sangat penting untuk memastikan kualitasnya, sehingga aman untuk dikonsumsi beberapa hari ke depan. Nah Genhype, berikut beberapa cara efektif untuk menyimpan bahan meal preping agar tetap segar.
Selain itu, terapkan sistem FIFO (First In, First Out) dengan menempatkan bahan yang lebih lama di depan agar digunakan terlebih dahulu, sehingga meminimalkan risiko bahan basi atau kedaluwarsa.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Mengutip Good Housekeeping, meal prepping yakni menyiapkan bahan-bahan makanan sebelumnya untuk mempermudah proses memasak sehingga makanan lebih cepat disajikan. Biasanya, meal prep dilakukan dengan memasak dalam jumlah besar, membagi porsi, dan menyimpannya di kulkas atau freezer untuk dikonsumsi dalam beberapa hari ke depan. Setiap akan disajikan, kita bisa memanaskannya terlebih dulu.
Baca juga: Rekomendasi Menu Sahur Lezat yang Sehat dan Bergizi Tinggi
Beberapa makanan yang cocok untuk meal prepping di bulan Ramadan karena tahan lama, mudah disimpan, dan sehat, misalnya nasi merah atau nasi putih, bisa dimasak sekaligus untuk beberapa hari dan dibekukan dalam kulkas. Ayam atau daging bisa dimarinasi dengan bumbu favorit lalu disimpan di kulkas. Opor ayam, rendang, semur bisa disimpan dalam porsi kecil dan dipanaskan saat dibutuhkan.
Menjaga kesegaran bahan makanan saat melakukan meal prepping selama Ramadan juga sangat penting untuk memastikan kualitasnya, sehingga aman untuk dikonsumsi beberapa hari ke depan. Nah Genhype, berikut beberapa cara efektif untuk menyimpan bahan meal preping agar tetap segar.
1. Gunakan Wadah Kedap Udara
Menyimpan bahan makanan dalam wadah kedap udara dapat mencegah paparan udara yang dapat mempercepat oksidasi dan pertumbuhan bakteri. Selain itu, wadah kedap udara membantu menjaga kelembapan alami makanan dan mencegah kontaminasi silang dengan bahan lain di dalam kulkas.2. Pisahkan Bahan Mentah dan Matang
Untuk menghindari kontaminasi silang, penting untuk memisahkan penyimpanan bahan mentah seperti daging, ayam, dan ikan dari makanan yang sudah dimasak. Simpan bahan mentah dalam wadah terpisah atau kantong plastik ziplock yang rapat, dan letakkan di bagian bawah kulkas untuk mencegah tetesan cairannya mengenai bahan lain.3. Simpan pada Suhu yang Tepat
Pastikan kulkas beroperasi pada suhu di bawah 4 derajat Celsius. Suhu yang tepat akan memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama. Selain itu, hindari mengisi kulkas terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin dapat merata ke seluruh bagian kulkas.4. Jangan Mencuci Sayur dan Buah Sebelum Disimpan
Mencuci sayur dan buah sebelum di simpan di kulkas dapat meningkatkan kelembapan, yang dapat mempercepat pembusukan. Sebaiknya, cuci sayur dan buah tepat sebelum akan dikonsumsi atau dimasak untuk menjaga kesegarannya lebih lama.5. Perhatikan Jenis dan Waktu Penyimpanan
Setiap bahan makanan memiliki karakteristik penyimpanan yang berbeda. Misalnya, sayuran hijau sebaiknya dibungkus dengan kertas atau tisu untuk menyerap kelembapan berlebih sebelum dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.Selain itu, terapkan sistem FIFO (First In, First Out) dengan menempatkan bahan yang lebih lama di depan agar digunakan terlebih dahulu, sehingga meminimalkan risiko bahan basi atau kedaluwarsa.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.