Ilustrasi (sumber : Anna Nekrashevich/pexels)

5 Masalah Kulit yang Sering Dialami Milenial hingga Gen Z

01 March 2025   |   06:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Kulit adalah organ terbesar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung dari berbagai faktor eksternal. Namun, banyak orang mengalami berbagai masalah kulit yang dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kesehatan tubuh secara keseluruhan hingga menimbulkan krisis kepercayaan diri.

Menurut laporan Indonesian Consumer Trend on Beauty Industry 2024 oleh Jakpat, sebanyak 84 persen perempuan di Indonesia menginginkan kulit cerah, tetapi hanya 48 persen yang merasa telah mencapainya.

Baca juga: 7 Tips Mencuci Wajah yang Benar Agar Kulit Tetap Sehat & Bersinar

Lantas apa saja permasalahan kulit yang paling umum terjadi dan sering dialami, berikut dirangkum dari laporan Taking Perspective of Gen X, Gen Y, and Gen Z in Their Beauty Behavior dan yang disampaikan oleh dr. Rina Diana Winta, dermatolog dari Haloskin.


1. Jerawat dan Bekas Jerawat

Jerawat adalah salah satu masalah kulit paling umum yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat, bakteri, dan peradangan. Gen Y (52%) dan Gen Z (69%) merupakan kelompok usia yang paling sering mengalami jerawat. Jika tidak ditangani dengan tepat, jerawat bisa meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.


2. Kulit Kusam

Kulit yang tampak kusam sering kali disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, paparan polusi, kurangnya hidrasi, serta pola makan yang buruk. Semua generasi mengalami masalah ini, dan sering kali mencari solusi agar kulit tampak lebih sehat dan bercahaya.


3. Tanda-Tanda Penuaan

Kerutan, garis halus, dan flek hitam biasanya mulai muncul seiring bertambahnya usia. Gen X (68%) menjadi kelompok yang paling sering khawatir akan tanda-tanda penuaan ini. Faktor lain seperti paparan sinar UV, stres, dan kebiasaan merokok juga mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.


4. Produksi Minyak Berlebih

Kulit berminyak dapat menyebabkan tampilan wajah yang mengilap serta meningkatkan risiko munculnya jerawat dan komedo. Banyak orang menginginkan kulit yang tampak matte dan sehat, tetapi sering kali sulit menemukan solusi yang tepat.


5. Masalah Hiperpigmentasi

Bercak hitam akibat paparan sinar matahari, perubahan hormonal, atau peradangan sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang. Hiperpigmentasi dapat membuat warna kulit tidak merata dan sulit diatasi tanpa perawatan yang tepat.

Mengatasi masalah kulit memerlukan pendekatan yang tepat dan berbasis medis. Dokter Rina menekankan pentingnya perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing. "Setiap orang memiliki kondisi kulit yang unik, sehingga solusinya harus disesuaikan. Di Haloskin, kami menangani berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat, bekas jerawat, kulit kusam, hingga tanda-tanda penuaan dengan rekomendasi medis yang tepat,” jelasnya. 

Baca juga: Yuk Cek Manfaat dan Risiko Yogurt untuk Perawatan Kulit

Haloskin adalah layanan perawatan kulit berbasis digital dari Halodoc yang memungkinkan pengguna berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis. “Haloskin hadir untuk memberikan solusi berbasis medis yang mudah diakses oleh masyarakat Indonesia,” ujar Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.

Dengan pendekatan profesional yang melibatkan dermatolog berpengalaman, Haloskin membantu mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, kulit kusam, dan tanda-tanda penuaan. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Keran Penjualan iPhone 16 di Indonesia Siap Dibuka, Cek Spesifikasi & Harganya

BERIKUTNYA

Peluang, Hambatan dan Masa Depan Mobil Otonom di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga