Ini Dia Daftar Calon Pelatih Pengganti Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20
24 February 2025 |
18:31 WIB
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru-baru ini memberhentikan Indra Sjafri dari kursi kepelatihan tim nasional (timnas) Indonesia U-20. Keputusan asosiasi sepak bola nasional itu sebagai konsekuensi atas kegagalan Garuda muda memenuhi target ketiga berlaga di Piala Asia U-20 2025.
Dalam ajang paling bergengsi untuk sepak bola kelompok umur di bawah 20 tahun di Benua Kuning tersebut, semula timnas Indonesia U-20 asuhan Indra Sjafri ditargetkan lolos hingga ke empat besar atau ke babak semifinal.
Sebab, ini adalah batas minimal bagi sebuah negara jika ingin lolos ke Piala Dunia U-20. Sebagai informasi, Piala Asia U-20 juga digunakan sebagai seleksi untuk lolos ke Piala Dunia.
Baca juga: PSSI Proses Naturalisasi Tiga Pemain Baru, Emil Audero Siap Perkuat Timnas Indonesia
Namun, di ajang ini, Garuda muda justru tak menunjukkan performa yang konsisten. Dari tiga laga yang dilakoni di fase grup, timnas Indonesia hanya mendapatkan 1 poin, hasil 1 kali bermain imbang dan 2 kali mengalami kekalahan.
Imbas penampilan yang kurang memuaskan inilah, pelatih Indra kemudian dipecat. Namun, setelah diberhentikan, PSSI belum mengumumkan penggantinya. Hingga hari ini, kursi kepelatihan timnas Indonesia U-20 pun masih kosong.
Saat ini ada beberapa nama yang diprediksi kuat menjadi pengganti dari pelatih Indra. Siapa saja mereka dan bagaimana profil kepelatihannya? Berikut sekilas profil dan sepak terjangnya:
Salah satu asisten pelatih Patrick Kluivert, yakni Denny Landzaat, masuk ke dalam radar calon pengganti Indra Sjafri. Pelatih asal Belanda ini dinilai bisa membawa performa timnas Indonesia U-20 ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kehadiran Landzaat juga diharapkan membuat regenerasi timnas kelompok umur ke senior menjadi lebih mulus.
Sebab, tugas utama Landzaat di timnas Indonesia sebenarnya ialah untuk mendampingi pelatih Patrick Kluivert di timnas senior. Jika dia diberi tugas rangkap ke kelompok umur, tentu pola permainan dan visi bermain Garuda muda jadi lebih sinkron dengan timnas senior.
Landzaat merupakan legenda timnas Belanda. Di level klub, dia pernah bermain di Ajax Amsterdam, hingga AZ Alkmaar. Seusai pensiun, dia mulai membangun karier kepelatihan dengan menjadi asisten pelatih di Jong AZ Alkmaar, Feyenoord, Al Ittihad, Willem II Tilburg, Al Taawoun, Lech Poznan, dan Ferencvaros. Dari jejak kepelatihannya, Landzaat punya keahlian dalam melatih pemain-pemain muda untuk mengembangkan bakatnya.
Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu kandidat kuat untuk menangani timnas kelompok umur. Sebagai pelatih lokal, rekam jejak Kurniawan cukup kaya pengalaman. Rekam jejaknya pun positif, termasuk punya pengalaman mentereng menangani salah satu klub besar di Liga Italia.
Kurniawan tercatat pernah menjadi asisten pelatih tim Como 1907, salah satu klub bola Italia milik bos grup Djarum dan BCA, Hartono bersaudara. Pada akhir musim 2023/2024 lalu, Como berhasil finis di peringkat dua klasemen Serie B dan musim ini mereka berhasil debut di Seria A. Namun, kini Kurniawan memilih pulang terlebih dahulu dan membantu pelatih Indra Sjafri berlaga di Piala Asia U-20 2025 lalu.
Karier Gerald sebagai pemain cukup cemerlang. Beberapa klub tenar yang pernah dia bela, dari Ajax, PSV, Jubilo Iwata, Cannes, hingga FC Utrecht. Sebagai pelatih, Vanenburg juga pernah menjadi asisten pelatih AFC Ajax U-21 pada 2021 hingga 2023.
Saat ini, Vanenburg tergabung ke jajaran pelatih timnas Indonesia dengan rangkap jabatan. Dia dipercaya menjadi asisten pelatih timnas senior mendampingi Patrick Kluivert. Dia juga menempati posisi pelatih kepala timnas Indonesia U-23. Jika dia kembali dipercaya sebagai pelatih timnas U-20, diharapkan akan ada keselarasan pola bermain yang baik. Namun, di satu sisi, berperan di tiga tim akan cukup menyita waktu dan membebaninnya.
Bima Sakti merupakan salah satu asisten pelatih Indra Sjafri di timnas Indonesia U-20. Bima sejauh ini memang punya banyak pengalaman melatih di kelompok umur, termasuk menukangi Garuda muda U-16 dan U-17. Bima juga pernah bekerja sama dengan Luis Milla pada 2017 dan 2018 di timnas U-20.
Baca juga: Perpindahan Federasi Disetujui, Ole Romeny Siap Bela Timnas Indonesia Lawan Australia
Selain punya karier melatih yang mentereng, Bima juga merupakan salah satu legenda sepak bola Indonesia. Sosoknya yang kuat sebagai legenda hidup dinilai cocok untuk menukangi timnas kelompok umur yang tidak hanya berbicara soal taktik, tetapi juga kekompakan.
Pieter Huistra merupakan pelatih baru klub PSS Sleman. Pelatih asal Belanda ini merupakan kompatriot dari Patrick Kluivert. Meski dari Negeri Kincir Angin, Huistra termasuk cukup sering berkarier di Indonesia. Dia sebelumnya merupakan pelatih Borneo FC.
Pelatih kelahiran 1967 ini juga sebenarnya sempat ditunjuk jadi direktur teknik PSSI pada 2014. Setahun setelahnya, dia juga diminta menjadi pelatih sementara timnas pada 2015. Namun, kariernya di skuad Garuda memang tak banyak karena Indonesia kala itu disanksi oleh FIFA.
Editor: Fajar Sidik
Dalam ajang paling bergengsi untuk sepak bola kelompok umur di bawah 20 tahun di Benua Kuning tersebut, semula timnas Indonesia U-20 asuhan Indra Sjafri ditargetkan lolos hingga ke empat besar atau ke babak semifinal.
Sebab, ini adalah batas minimal bagi sebuah negara jika ingin lolos ke Piala Dunia U-20. Sebagai informasi, Piala Asia U-20 juga digunakan sebagai seleksi untuk lolos ke Piala Dunia.
Baca juga: PSSI Proses Naturalisasi Tiga Pemain Baru, Emil Audero Siap Perkuat Timnas Indonesia
Namun, di ajang ini, Garuda muda justru tak menunjukkan performa yang konsisten. Dari tiga laga yang dilakoni di fase grup, timnas Indonesia hanya mendapatkan 1 poin, hasil 1 kali bermain imbang dan 2 kali mengalami kekalahan.
Imbas penampilan yang kurang memuaskan inilah, pelatih Indra kemudian dipecat. Namun, setelah diberhentikan, PSSI belum mengumumkan penggantinya. Hingga hari ini, kursi kepelatihan timnas Indonesia U-20 pun masih kosong.
Saat ini ada beberapa nama yang diprediksi kuat menjadi pengganti dari pelatih Indra. Siapa saja mereka dan bagaimana profil kepelatihannya? Berikut sekilas profil dan sepak terjangnya:
1. Denny Landzaat
Salah satu asisten pelatih Patrick Kluivert, yakni Denny Landzaat, masuk ke dalam radar calon pengganti Indra Sjafri. Pelatih asal Belanda ini dinilai bisa membawa performa timnas Indonesia U-20 ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kehadiran Landzaat juga diharapkan membuat regenerasi timnas kelompok umur ke senior menjadi lebih mulus.Sebab, tugas utama Landzaat di timnas Indonesia sebenarnya ialah untuk mendampingi pelatih Patrick Kluivert di timnas senior. Jika dia diberi tugas rangkap ke kelompok umur, tentu pola permainan dan visi bermain Garuda muda jadi lebih sinkron dengan timnas senior.
Landzaat merupakan legenda timnas Belanda. Di level klub, dia pernah bermain di Ajax Amsterdam, hingga AZ Alkmaar. Seusai pensiun, dia mulai membangun karier kepelatihan dengan menjadi asisten pelatih di Jong AZ Alkmaar, Feyenoord, Al Ittihad, Willem II Tilburg, Al Taawoun, Lech Poznan, dan Ferencvaros. Dari jejak kepelatihannya, Landzaat punya keahlian dalam melatih pemain-pemain muda untuk mengembangkan bakatnya.
2. Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu kandidat kuat untuk menangani timnas kelompok umur. Sebagai pelatih lokal, rekam jejak Kurniawan cukup kaya pengalaman. Rekam jejaknya pun positif, termasuk punya pengalaman mentereng menangani salah satu klub besar di Liga Italia.Kurniawan tercatat pernah menjadi asisten pelatih tim Como 1907, salah satu klub bola Italia milik bos grup Djarum dan BCA, Hartono bersaudara. Pada akhir musim 2023/2024 lalu, Como berhasil finis di peringkat dua klasemen Serie B dan musim ini mereka berhasil debut di Seria A. Namun, kini Kurniawan memilih pulang terlebih dahulu dan membantu pelatih Indra Sjafri berlaga di Piala Asia U-20 2025 lalu.
3. Gerald Vanenburg
Karier Gerald sebagai pemain cukup cemerlang. Beberapa klub tenar yang pernah dia bela, dari Ajax, PSV, Jubilo Iwata, Cannes, hingga FC Utrecht. Sebagai pelatih, Vanenburg juga pernah menjadi asisten pelatih AFC Ajax U-21 pada 2021 hingga 2023.Saat ini, Vanenburg tergabung ke jajaran pelatih timnas Indonesia dengan rangkap jabatan. Dia dipercaya menjadi asisten pelatih timnas senior mendampingi Patrick Kluivert. Dia juga menempati posisi pelatih kepala timnas Indonesia U-23. Jika dia kembali dipercaya sebagai pelatih timnas U-20, diharapkan akan ada keselarasan pola bermain yang baik. Namun, di satu sisi, berperan di tiga tim akan cukup menyita waktu dan membebaninnya.
4. Bima Sakti
Bima Sakti merupakan salah satu asisten pelatih Indra Sjafri di timnas Indonesia U-20. Bima sejauh ini memang punya banyak pengalaman melatih di kelompok umur, termasuk menukangi Garuda muda U-16 dan U-17. Bima juga pernah bekerja sama dengan Luis Milla pada 2017 dan 2018 di timnas U-20.Baca juga: Perpindahan Federasi Disetujui, Ole Romeny Siap Bela Timnas Indonesia Lawan Australia
Selain punya karier melatih yang mentereng, Bima juga merupakan salah satu legenda sepak bola Indonesia. Sosoknya yang kuat sebagai legenda hidup dinilai cocok untuk menukangi timnas kelompok umur yang tidak hanya berbicara soal taktik, tetapi juga kekompakan.
5. Pieter Huistra
Pieter Huistra merupakan pelatih baru klub PSS Sleman. Pelatih asal Belanda ini merupakan kompatriot dari Patrick Kluivert. Meski dari Negeri Kincir Angin, Huistra termasuk cukup sering berkarier di Indonesia. Dia sebelumnya merupakan pelatih Borneo FC.Pelatih kelahiran 1967 ini juga sebenarnya sempat ditunjuk jadi direktur teknik PSSI pada 2014. Setahun setelahnya, dia juga diminta menjadi pelatih sementara timnas pada 2015. Namun, kariernya di skuad Garuda memang tak banyak karena Indonesia kala itu disanksi oleh FIFA.
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.