PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Indra Sjafri sebagai Pelatih Timnas U-20
23 February 2025 |
17:16 WIB
PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri sebagai pelatih kepala Timnas U-20. Keputusan ini diambil setelah evaluasi internal menyusul kegagalan Garuda Muda lolos ke Piala Dunia U-20. Tim asuhan Indra tersingkir di fase grup Piala Asia U-20 2025 di Shenzhen, China, sehingga memunculkan konsekuensi bagi jabatannya.
Dilansir melalui laman PSSI, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil secara profesional setelah diskusi bersama jajaran Exco PSSI. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kontribusi Indra Sjafri yang sebelumnya berhasil membawa Timnas U-19 menjuarai AFF U-19 2024 dan meloloskan tim ke Piala Asia U-20 2025.
Erick juga menegaskan bahwa hubungan baik dengan Indra tetap terjaga meskipun tidak lagi menempati posisi pelatih kepala.
Baca juga: PSSI Proses Naturalisasi Tiga Pemain Baru, Emil Audero Siap Perkuat Timnas Indonesia
PSSI kini berfokus mencari sosok pengganti yang tepat agar program pembinaan pemain muda tetap berjalan optimal. Indra Sjafri sendiri telah menyatakan kesiapan menerima keputusan ini, sementara PSSI memastikan bahwa ia masih akan menjadi bagian dari sepak bola Indonesia dalam kapasitas yang berbeda.
Dalam tulisannya, PSSI berterima kasih atas jasa dan kerja keras sang pelatih selama menangani Garuda Muda. Indra berhasil mempersembahkan medali emas ajang Sea Games pada 2023, Juara Piala AFF U-19 pada 2024, dan lolos Piala Asia U-2025.
Erick menuturkan, asosiasi akan segera mencari pengganti Indra Sjafri. Dengan begitu, program pembinaan yang dilakukan terhadap pemain sepak bola muda Indonesia yang sudah berjalan dalam 2 tahun tetap berkelanjutan.
Program pembinaan tersebut sebagai bagian dari rencana menjadikan pemain muda sebagai pelapis utama tim nasional senior pada masa depan. Dia menambahkan, PSSI mengambil keputusan melepas sang pelatih secara profesional, sehingga Indra Sjafri paham dan menerimanya. Dia pun mengatakan bahwa hubungan dengannya tetap baik secara pribadi dan organisasi.
“Coach Indra masih dan akan tetap menjadi bagian dari sepak bola Indonesia," katanya.
Untuk diketahui, keputusan untuk menghentikan kerja sama dengan Indra Sjafri diambil setelah sang pelatih berusia 62 tahun menyatakan kesiapannya bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas kegagalan yang diraih.
Di ajang tersebut, tim nasional U-20 memiliki target lolos ke Piala Dunia U-20. Namun, keinginan itu kandas usai tersingkir di fase grup saat bertanding di ajang Piala Asia U-20 di Shenzen, China.
Menurut catatan dalam laman PSSI, Indonesia tercatat mengalami kekalahan 2 kali dan 1 kali seri. Kekalahan pertama terjadi saat berhadapan dengan Iran. Kala itu, Garuda Muda harus tunduk dengan skor 3-0.
Kekalahan kedua terjadi saat berhadapan dengan Uzbekistan. Jens Raven dan kawan-kawan harus pulang dengan skor 1-3. Pada pertandingan terakhir, Indonesia yang mengincar kemenangan melawan Yaman pun gagal terpenuhi. Anak asuh pelatih Indra Sjafri tidak mampu meraih poin penuh saat melakoni laga terakhir setelah bermain imbang 0-0.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Dilansir melalui laman PSSI, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil secara profesional setelah diskusi bersama jajaran Exco PSSI. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kontribusi Indra Sjafri yang sebelumnya berhasil membawa Timnas U-19 menjuarai AFF U-19 2024 dan meloloskan tim ke Piala Asia U-20 2025.
Erick juga menegaskan bahwa hubungan baik dengan Indra tetap terjaga meskipun tidak lagi menempati posisi pelatih kepala.
Baca juga: PSSI Proses Naturalisasi Tiga Pemain Baru, Emil Audero Siap Perkuat Timnas Indonesia
PSSI kini berfokus mencari sosok pengganti yang tepat agar program pembinaan pemain muda tetap berjalan optimal. Indra Sjafri sendiri telah menyatakan kesiapan menerima keputusan ini, sementara PSSI memastikan bahwa ia masih akan menjadi bagian dari sepak bola Indonesia dalam kapasitas yang berbeda.
Dalam tulisannya, PSSI berterima kasih atas jasa dan kerja keras sang pelatih selama menangani Garuda Muda. Indra berhasil mempersembahkan medali emas ajang Sea Games pada 2023, Juara Piala AFF U-19 pada 2024, dan lolos Piala Asia U-2025.
Erick menuturkan, asosiasi akan segera mencari pengganti Indra Sjafri. Dengan begitu, program pembinaan yang dilakukan terhadap pemain sepak bola muda Indonesia yang sudah berjalan dalam 2 tahun tetap berkelanjutan.
Program pembinaan tersebut sebagai bagian dari rencana menjadikan pemain muda sebagai pelapis utama tim nasional senior pada masa depan. Dia menambahkan, PSSI mengambil keputusan melepas sang pelatih secara profesional, sehingga Indra Sjafri paham dan menerimanya. Dia pun mengatakan bahwa hubungan dengannya tetap baik secara pribadi dan organisasi.
“Coach Indra masih dan akan tetap menjadi bagian dari sepak bola Indonesia," katanya.
Untuk diketahui, keputusan untuk menghentikan kerja sama dengan Indra Sjafri diambil setelah sang pelatih berusia 62 tahun menyatakan kesiapannya bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas kegagalan yang diraih.
Di ajang tersebut, tim nasional U-20 memiliki target lolos ke Piala Dunia U-20. Namun, keinginan itu kandas usai tersingkir di fase grup saat bertanding di ajang Piala Asia U-20 di Shenzen, China.
Menurut catatan dalam laman PSSI, Indonesia tercatat mengalami kekalahan 2 kali dan 1 kali seri. Kekalahan pertama terjadi saat berhadapan dengan Iran. Kala itu, Garuda Muda harus tunduk dengan skor 3-0.
Kekalahan kedua terjadi saat berhadapan dengan Uzbekistan. Jens Raven dan kawan-kawan harus pulang dengan skor 1-3. Pada pertandingan terakhir, Indonesia yang mengincar kemenangan melawan Yaman pun gagal terpenuhi. Anak asuh pelatih Indra Sjafri tidak mampu meraih poin penuh saat melakoni laga terakhir setelah bermain imbang 0-0.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.