Ilustrasi genetik (Sumber gambar: RF._.studio/Pexels)

Kesadaran Kesehatan Meningkat, Tes Genetik Jadi Langkah Preventif Pilihan

05 February 2025   |   15:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Dalam dunia kesehatan yang terus berkembang, pendekatan preventif semakin menjadi perhatian utama. Masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya mencegah penyakit sebelum terjadi, sekaligus mencari pengobatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu.

Menangkap perubahan ini, NalaGenetics, sebuah perusahaan di bidang tes genetik dan genomik, menangkap antusiasme masyarakat dunia yang kian mengarah pada langkah preventif atau pencegahan penyakit dan pengobatan kuratif yang lebih tepat sasaran. 

Baca juga: Kenali Tes Genetik dan Beragam Manfaatnya
 
CEO NalaGenetics Levana Sani  menjelaskan, peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan ini makin mencolok pasca-pandemi Covid-19.  Menurut Levana, kini, masyarakat kini lebih peduli dengan pencegahan penyakit daripada sekadar mencari pengobatan setelah penyakit muncul. Hal ini mencerminkan pergeseran besar dalam cara manusia merespons kesehatan.
 
Selain pencegahan, Levana juga mencatat adanya perkembangan signifikan dalam penggunaan tes genetik dan genomik untuk tujuan kuratif dan personalisasi pengobatan. "Kita juga banyak melihat bahwa perkembangan di dunia genetik tidak hanya dari sisi preventif, tapi kuratif juga seperti personalisasi obat yang sangat meningkat," jelasnya.

Pengobatan yang dipersonalisasi ini memungkinkan para dokter untuk memilih obat yang paling sesuai dengan profil genetik pasien, sehingga meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi efek samping.
 
Levana menekankan bahwa faktor genetik memiliki peran penting dalam menentukan kesehatan seseorang. "40 persen dari penyakit di luar sana memiliki faktor genetik yang lebih tinggi daripada faktor lingkungan," jelasnya.

Levana menyebut penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, meskipun lingkungan berbeda, faktor genetik memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan. Data genetik yang tepat bisa membantu dokter lebih memahami risiko kesehatan seseorang dan mengantisipasi penyakit sejak dini.
 
Dalam konteks personalisasi obat, Levana memberikan contoh tentang penggunaan obat Plavix pada pasien Asia. Studi tersebut juga menjelaskan pasien populasi Asia tidak dapat memetabolisme obat Plavix ini. Hal ini menunjukkan pentingnya penyesuaian obat berdasarkan genetik pasien untuk menghindari reaksi yang merugikan atau ketidakefektifan obat.

Selain itu, dengan tes genetik, individu juga bisa mengurangi risiko reaksi buruk terhadap obat yang dapat mengarah pada pengurangan biaya perawatan kesehatan secara keseluruhan.
 
Di sisi pencegahan, Levana juga melihat adanya peluang besar untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan melalui tes genetik. "Skrining terlebih dahulu melalui tes genetik berdasarkan potensi [penyakit] akan lebih cost-effective daripada memberikan semua orang tipe skrining yang sama," ujar Levana.

Dengan mengetahui potensi genetik, individu dapat mengikuti program pencegahan yang lebih tepat dan sesuai dengan risiko masing-masing seperti memilih metode skrining untuk kanker payudara yang lebih sesuai baik melalui ultrasound atau mammogram.
 
Namun tak dapat dipungkiri, jenis tes ini masih belum banyak dikenal.  Levana menyebut, awalnya, NalaGenetics juga menghadapi tantangan besar dalam memperkenalkan tes berbasis genetik. Levana menceritakan pengalamannya saat pertama kali mempresentasikan teknologi ini kepada rumah sakit di Indonesia.
 
Namun, situasi tersebut kini telah berubah. Saat ini, masyarakat Indonesia makin paham tentang pentingnya tes DNA. Petinggi NalaGenetics itu juga melihat tren masyarakat yang tidak jarang bertanya tentang fitur tes genetik, membandingkan harga, atau bahkan mencari dokter yang tepat untuk konsultasi.

Melihat ke depan, Levana optimistis tentang masa depan tes genetik  baik dari sisi pencegahan maupun pengobatan. "Kami merasa bahwa ke depannya itu akan lebih banyak lagi spending dari sisi prevensinya," katanya.

Selain itu, banyak rumah sakit juga kini makin tertarik untuk mengadopsi tes genetik sebagai bagian dari layanan mereka baik untuk diagnosis maupun personalisasi pengobatan.
 
Salah satu tantangan terbesar dalam bidang tes genetik adalah validasi data. Levana menjelaskan bahwa untuk memastikan tes genetik yang dilakukan di Indonesia benar-benar akurat dan sesuai dengan populasi lokal, NalaGenetics bekerja sama dengan berbagai institusi riset di beberapa negara.

Misalnya, NalaGenetics bekerja sama dengan lembaga riset di Singapura, India, dan Qatar untuk memvalidasi algoritma tes mereka. "Begitu pun di Indonesia. Kita sudah pastikan bahwa tes kami sudah tervalidasi dengan data orang Indonesia," tambahnya.
 
Tak bisa dipungkiri, teknologi kesehatan mendorong dunia medis makin mengarah ke pengobatan yang lebih personal, terarah, dan berbasis data. Salah satu inovasi yang makin berkembang adalah kedokteran genomik yang mengintegrasikan analisis genetika untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang.

Hal ini telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia memandang pengobatan dan pencegahan penyakit.

Baca juga: Mengenal NIPT, Tes Pendeteksi Kelainan Genetik pada Janin

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Tren Kesehatan Preventif Kian Populer di Kalangan Anak Muda

BERIKUTNYA

Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Dibuka, Simak Rincian Bantuan & Jadwalnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga