Tren Parfum 2025 di Indonesia, Inovasi dengan Aroma Lokal yang Khas
26 January 2025 |
00:31 WIB
Industri parfum terus mengalami perkembangan pesat. Produk wewangian itu kini tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup, tetapi juga sebagai simbol budaya dan inovasi. 2025 diprediksi menjadi tahun yang menarik bagi para pelaku bisnis parfum, terutama di Indonesia.
Tren wewangian diperkirakan mengalami pergeseran, baik dari sisi bahan dasar maupun pendekatan pemasaran, dengan penekanan pada keberlanjutan dan keunikan aroma khas. Erick Chua, CEO Mulia Aroma Indonesia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri parfum lokal.
Dengan kekayaan alam yang melimpah, seperti kayu manis, melati, cendana, dan minyak kayu gaharu, para pelaku usaha memiliki peluang menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga unik secara global.
“Industri parfum lokal bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk menciptakan aroma yang khas dan membedakan produk di pasar global. Dengan keunikan ini, parfum lokal dapat menonjol tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional,” ujar Erick.
Baca juga: Tren Parfum 2025 Terinspirasi Makanan: Aroma Manis Dessert sampai Gurihnya Pizza
Dia juga menyebut bahwa eksplorasi bahan-bahan alami khas Indonesia telah menjadi fondasi baru bagi industri ini. Kekhasan aroma lokal inilah yang dapat membedakan parfum Indonesia dari merek internasional.
Senada, Bérengère Bourgarel, Senior Paris Perfumer PT TechnicoFlor, menyoroti pentingnya nilai budaya dalam pengembangan parfum lokal.
“Indonesia memiliki kecintaan yang mendalam terhadap parfum, tidak hanya sebagai produk kecantikan tetapi juga sebagai bagian dari budaya dan tradisi. Ini adalah pasar yang sangat potensial untuk para perfumer lokal yang ingin berkembang,” jelasnya.
Menurut Bérengère, menciptakan parfum yang tidak hanya memikat secara estetika, tetapi juga mencerminkan budaya lokal, dapat menjadi kunci untuk menembus pasar global. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk yang memiliki cerita dan nilai-nilai autentik.
"Ke depannya, bahan-bahan seperti etil mentol akan semakin banyak digunakan dalam parfum mewah. Sementara itu, untuk produk perawatan pribadi, wewangian dengan aroma buah yang memberikan rasa nyaman dan segar akan tetap menjadi pilihan utama," katanya.
Selain itu, tren bahan-bahan gourmet seperti cokelat, karamel, dan vanila masih akan mendominasi, terutama karena mampu menghadirkan aroma yang hangat dan menyenangkan. Untuk musim hujan, aroma segar seperti citrus yang lembut namun tidak menyengat diprediksi semakin diminati oleh konsumen.
Industri parfum lokal kini memasuki era baru, dengan inovasi dan keberlanjutan menjadi kunci keberhasilan. Menurut Erick Chua, ini bukan sekadar tren sementara, tetapi langkah strategis untuk menjadikan parfum lokal sebagai pemain utama di pasar internasional.
Dengan perpaduan antara eksplorasi bahan lokal, inovasi teknologi, dan sentuhan budaya, pelaku bisnis parfum Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di dunia. Aroma parfum pada 2025 bukan hanya soal wewangian, tetapi juga cerita dan identitas yang melekat di dalamnya.
Baca juga: Strategi Brand Lokal Bersaing di Industri Parfum, Aktif di Platform Online Jadi Kunci
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Tren wewangian diperkirakan mengalami pergeseran, baik dari sisi bahan dasar maupun pendekatan pemasaran, dengan penekanan pada keberlanjutan dan keunikan aroma khas. Erick Chua, CEO Mulia Aroma Indonesia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri parfum lokal.
Dengan kekayaan alam yang melimpah, seperti kayu manis, melati, cendana, dan minyak kayu gaharu, para pelaku usaha memiliki peluang menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga unik secara global.
“Industri parfum lokal bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk menciptakan aroma yang khas dan membedakan produk di pasar global. Dengan keunikan ini, parfum lokal dapat menonjol tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional,” ujar Erick.
Baca juga: Tren Parfum 2025 Terinspirasi Makanan: Aroma Manis Dessert sampai Gurihnya Pizza
Dia juga menyebut bahwa eksplorasi bahan-bahan alami khas Indonesia telah menjadi fondasi baru bagi industri ini. Kekhasan aroma lokal inilah yang dapat membedakan parfum Indonesia dari merek internasional.
Senada, Bérengère Bourgarel, Senior Paris Perfumer PT TechnicoFlor, menyoroti pentingnya nilai budaya dalam pengembangan parfum lokal.
“Indonesia memiliki kecintaan yang mendalam terhadap parfum, tidak hanya sebagai produk kecantikan tetapi juga sebagai bagian dari budaya dan tradisi. Ini adalah pasar yang sangat potensial untuk para perfumer lokal yang ingin berkembang,” jelasnya.
Menurut Bérengère, menciptakan parfum yang tidak hanya memikat secara estetika, tetapi juga mencerminkan budaya lokal, dapat menjadi kunci untuk menembus pasar global. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk yang memiliki cerita dan nilai-nilai autentik.
Tren Parfum
Jeremy Akoum, Managing Director APAC PT TechnicoFlor Indonesia memprediksi pergeseran tren aroma pada tahun-tahun mendatang. Dia mengungkapkan bahwa bahan dasar seperti musky dan mawar, yang saat ini populer, akan mulai digantikan oleh bahan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan."Ke depannya, bahan-bahan seperti etil mentol akan semakin banyak digunakan dalam parfum mewah. Sementara itu, untuk produk perawatan pribadi, wewangian dengan aroma buah yang memberikan rasa nyaman dan segar akan tetap menjadi pilihan utama," katanya.
Selain itu, tren bahan-bahan gourmet seperti cokelat, karamel, dan vanila masih akan mendominasi, terutama karena mampu menghadirkan aroma yang hangat dan menyenangkan. Untuk musim hujan, aroma segar seperti citrus yang lembut namun tidak menyengat diprediksi semakin diminati oleh konsumen.
Industri parfum lokal kini memasuki era baru, dengan inovasi dan keberlanjutan menjadi kunci keberhasilan. Menurut Erick Chua, ini bukan sekadar tren sementara, tetapi langkah strategis untuk menjadikan parfum lokal sebagai pemain utama di pasar internasional.
Dengan perpaduan antara eksplorasi bahan lokal, inovasi teknologi, dan sentuhan budaya, pelaku bisnis parfum Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di dunia. Aroma parfum pada 2025 bukan hanya soal wewangian, tetapi juga cerita dan identitas yang melekat di dalamnya.
Baca juga: Strategi Brand Lokal Bersaing di Industri Parfum, Aktif di Platform Online Jadi Kunci
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.