Contoh lini produk woman capes dari merek fesyen BSB | Source by BSB Fashion

Marie Claire Sebut Jubah Jadi Ikon Fesyen Populer 2025, Cocok di Indonesia?

28 December 2024   |   06:00 WIB
Image
Aldehead Marinda M. U. Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran

Tren fesyen penggunaan statement capes atau jubah disebut menjadi salah satu produk fesyen yang akan populer pada 2025 menurut Marie Claire karena keanggunan dan kemampuan produk fesyen tersebut yang mampu melengkapi penampilan dalam berbagai kesempatan.

Para penggunanya disebut akan dengan mudah mengubah siluet tampilan biasa menjadi semi formal hanya dengan menyampirkan item jubah di bahu mereka. Jubah sendiri adalah pakaian serbaguna yang hadir dalam berbagai gaya, mulai dari selendang sederhana hingga desain rumit yang dihiasi dengan pola rumit dan bahan mewah. Umumnya produk fesyen ini dijadikan baju luaran atau outer yang melengkapi padu padan penggunanya, baik pria maupun wanita.

Baca juga: Tren Fesyen 2025 Bakal Makin Tekankan Kenyamanan & Inklusif

Produk statement capes sendiri telah ditampilkan secara mencolok dalam koleksi Musim Semi 2025 dari desainer merek fesyen Internasional seperti Burberry dan Chloé. Mereka menampilkan potensinya untuk mengubah pakaian dengan mudah. Daya tarik jubah terletak pada kemampuannya untuk memberikan kehangatan tanpa mengorbankan gaya dari pakaian utama yang dikenakan.

Menurut Marie Claire, majalah kecantikan asal Prancis ini melihat tren ke depan sangat memungkinkan penggunaan jubah sebagai luaran gaun atau dipadukan dengan pakaian kasual untuk tampilan yang lebih formal.

Jubah pada 2025 mendatang akan lebih mengedepankan aspek keluwesan dan kemudahan untuk pemakainya. Dengan begitu, tren yang beredar akan banyak membuat jubah dari bahan yang ringan seperti taffeta dan kaus yang lembut, sehingga cocok untuk berbagai iklim, termasuk cuaca tropis di Indonesia.

Bagi Genhype yang ingin memasukkan statement capes ke dalam lemari pakaian, ada beberapa cara untuk memadupadankannya.

Pertama, sesuaikan dengan kain lokal karena berkaitan dengan iklim di Indonesia. Penggunaan jubah berbahan tepat seperti wool akan terasa sedikit gerah dan mengganggu jika digunakan oleh Genhype yang notabene tinggal di Indonesia.

Dengan begitu memilih jubah yang terbuat dari kain tradisional seperti batik atau ikat dengan standar bahan cenderung tipis tetapi tidak menerawang akan lebih membantu Genhype tampil modis tanpa mengorbankan kenyamanan. Bahan-bahan ini tidak hanya menambah nilai budaya tetapi juga memungkinkan sirkulasi udara dan kenyamanan dalam kondisi lembab.

Kedua, pahami konsep layering atau pelapisan dalam proses padu-padan paaian. Mengingat iklim Indonesia yang hangat, teknik layering bisa jadi cukup rumit. Namun, jubah yang ringan dapat dipadukan dengan atasan yang pas dan bawahan yang dapat menyerap keringat. Misalnya, jubah batik di atas kaos katun sederhana maupun tank top untuk wanita dapat menciptakan tampilan yang bergaya namun tetap nyaman.

Ketiga, penggunaan ubah dapat ditata untuk berbagai kesempatan dari acara santai hingga acara formal. Jubah yang disesuaikan dapat mempercantik gaun dengan siluet minim sederhana untuk acara pernikahan atau pertemuan formal. Sementara desain yang lebih santai, dengan tekstur maupun corak tertentu dapat dikenakan di acara pantai atau pertemuan santai.

Baca juga: Budaya Merajut Korea Kembali Viral, Jadi Fesyen hingga Cover Earphone yang Trendi

Keempat, untuk menyempurnakan tampilan jubah, tambahkan aksesori dengan seperti anting yang mencolok dapat melengkapi siluet jubah. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan kalung dengan tali panjang sampai ke dada jika dipadukan dengan potongan jubah akan terasa agak tunpang tindih. Dengan begitu arahkan perhatian audiens ke daerah telinga dengan menampilkan statement earing akan lebih pas.

Kemunculan statement capes sebagai salah satu tren fesyen pada 2025 menawarkan kesempatan bagi Genhype untuk mengekspresikan diri sesuai dengan tren. Namun tidak menyingkirkan unsur kenyamanan penggunanya.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Film Dokumenter Memijak Jiwa Angkat Isu Dilema 'Kemegahan' Bali

BERIKUTNYA

5 Alasan Sport Tourism Jadi Tren Terbaru Industri Wisata

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: