Ilustrasi Instagram (dok: Unsplash/Solen Feyissa)

Endorse Selebgram Vs Beriklan di Instagram, Lebih Efektif Mana?

31 August 2021   |   06:34 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Instagram merupakan platform sosial media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia setelah Facebook. Menurut HootSuite, jumlah pengguna Instagram di Indonesia hingga akhir 2020 mencapai 63 juta pengguna atau lebih dari 23 persen dari total jumlah penduduk.

Melihat data tersebut, sudah barang tentu Instagram menjadi media yang efektif untuk memasarkan suatu produk, baik barang maupun jasa. Selain beriklan menggunakan layanan Instagram Ads, cara yang bisa dilakukan adalah menggandeng para selebgram dengan ribuan atau bahkan jutaan pengikut.

Managing Partner Inventure Yuswohady menilai pemasaran produk melalui selebgram jauh lebih efektif dibandingkan dengan Instagram Ads. Pasalnya, karakteristik masyarakat Indonesia cenderung paternalistik atau menempatkan sikap dan perilaku mengikuti tokoh panutannya.

"Efektif karena masyarakat kita paternalistik, terus berupaya mengikuti tokoh panutannya termasuk influencer atau selebgram. Oleh karena itu, penggunaan jasa mereka untuk memasarkan produk menjadi salah satu langkah tepat," katanya kepada Hypeabis.id beberapa waktu lalu.

Menurut Yuswohady, pemasaran produk melalui selebgram jauh lebih terukur dibandingkan dengan menggandeng selebritas yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan menggandeng selebritas dan mempromosikan produk melalui media massa.

Tentunya untuk melihat seberapa besar efektivitas pemasaran melalui Selebgram tidak hanya mengacu pada jumlah pengikut, komentar, serta pengikut yang menyukai unggahan saja.

"Lebih terukur dan bisa dianalisis dengan mudah. Karena ada insight atau tool lainnya juga yang memperlihatkan berapa banyak yang berhasil di-reach oleh mereka," ujarnya.

Lebih lanjut, Yuswohady menyebut selebgram dengan jumlah pengikut besar tak selalu lebih efektif. Menurutnya, selebgram dengan pengikut yang tak terlalu banyak pada beberapa kesempatan jauh lebih efektif lantaran punya kedekatan lebih dengan para pengikutnya.

Oleh karena itu, saat ini tak sedikit pelaku usaha yang memilih untuk mempromosikan produknya melalui selebgram yang jumlah pengikutnya berada di kisaran puluhan sampai dengan ratusan ribu. Tentunya untuk memperluas jangkauan tidak hanya dilakukan melalui satu selebgram saja.

"Banyak yang memilih untuk endorse atau paid promote ke akun yang lebih kecil, tapi dilakukan di banyak akun. Ini jauh lebih efektif daripada dilakukan di satu akun besar dengan followers jutaan. Tapi mereka ada porsi masing-masing. Untuk sekadar memperkenalkan saja bisa ke akun besar, tetapi untuk mengajak [membeli produk] perlu akun kecil," tuturnya.

Lantas, mana yang lebih efektif endorse atau paid promote? Menurut Yuswohady keduanya pada dasarnya sama, hanya saja berbeda metode pembayarannya saja dari pelaku usaha ke selebgram.

Namun, metode tersebut bisa saja berbeda-beda penerapannya oleh masing-masing selebgram.

"Untuk endorse ada yang terima barang saja, ada juga yang barang dan biaya tambahan karena followersnya banyak. Semua tergantung masing-masing [selebgram] dan negosiasinya bagaimana. Yang terpenting jangan salah sasaran saja. Tentukan siapa selebgramnya dan karakter followersnya seperti apa," tutupnya.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Bioskop Bakal Berubah Format Seusai Pandemi, Seperti Apa Ya?

BERIKUTNYA

5 Hal Penting dalam Penataan Ruang biar Anabul Betah di Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: