Ilustrasi jejak digital di platform online (Kaspersky)

Ini Platform Online yang Keamanannya Paling Dikhawatirkan Pengguna

30 August 2021   |   13:58 WIB

Setiap mengakses internet, kita meninggalkan jejak digital, yang mencakup histori pencarian situs web, foto, serta video, interaksi di media sosial, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, banyak orang kini mulai memperhatikan soal peraturan privasi untuk membantu dirinya melindungi informasi pribadi.

Sebuah penelitian baru-baru ini dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky, mencari tahu layanan dan platform mana yang paling dikhawatirkan oleh penggunanya terkait isu privasi dan keamanan data pribadi.

Bahan penelitian itu diperoleh berdasarkan data kunjungan ke situs web Kaspersky Privacy Checker antara Desember 2019 hingga Agustus 2021.

Perusahaan kemudian menganalisis layanan dan platform mana yang halaman petunjuk pengaturan keamanannya paling banyak dibuka oleh pengguna.

Hasilnya, platform yang pengaturannya paling banyak dibuka adalah Google di Android dengan 11,1 persen, selanjutnya aturan keamanan OS Android dengan 7,3 persen, dan pengaturan WhatsApp di Android deengan 5,9 persen.

Dalam konteks media sosial, pengguna paling sering melihat laman keamanan Facebook di berbagai platform (15,7 persen), diikuti dengan Instagram (9,9 persen), dan platform TikTok (8,1 persen).

Aplikasi video TikTok yang menjadi viral dalam beberapa waktu belakangan juga tak lepas dari isu keamanan pribadi dengan angka persentase yang cukup tinggi, mengingat jumlah penggunanya jauh lebih kecil ketimbang Facebook—689 juta berbanding 2,9 miliar pengguna.

Head of Social media Kaspersky Sergey Malenkovich mengatakan bahwa sebagian besar tindakan sehari-hari yang dapat dilakukan pengguna di web dapat menyebabkan akumulasi jejak digital.

Jejak digital yang dimaksud, lanjutnya, mencakup alamat IP, komentar, foto, tag lokasi, data biometrik, dan lain sebagainya. Hal ini tak lepas dari isu privasi dan keamanan data pribadi. Akan tetapi, saat ini masyarakat sudah mulai sadar dengan perihal tersebut.

"Statistik pengunjung dalam proyek Privacy Checker menunjukkan bahwa pengguna mulai menaruh minat aktif pada privasi dan keamanan akun mereka, dan berupaya mengurangi jejak digital jika memungkinkan," ujarnya.


Editor:  Avicenna
SEBELUMNYA

Gubernur DKI Anies Baswedan Apresiasi Bank Indonesia Jakarta Prakarsai Jakreatifest

BERIKUTNYA

Simak 3 Tren Baru Ekonomi Kreatif selama Pandemi Covid-19

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: