Hati-hati bermain gadget (Photo by Kev Costello on Unsplash)

Jangan Diabaikan, Sering Kram & Kesemutan Bisa Sebabkan Kelumpuhan

15 May 2021   |   18:08 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Kebiasaan sederhana yang sering kita lakukan seperti mengetik di gawai ternyata bisa menjadi penyebab utama munculnya gejala neuropati atau kerusakan saraf tepi lho. Beberapa gejala awalnya seperti sering merasa kesemutan, pegal, kram dan kebas. 

Selain itu, melakukan gerakan yang berulang, duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lama, mengendarai motor dalam jarak jauh, dan mengetik komputer dengan meletakan tangan di atas tetikus, juga bisa menyebabkan munculnya rasa kebas dan kesemutan.

Kondisi tersebut memang terlihat tidak berbahaya dan sering diabaikan tetapi bisa menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari bahkan bisa membahayakan.

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat, Manfaluthy Hakim, mengatakan bahwa gejala awal tersebut harus diantisipasi. 

Sebab, jika terus dibiarkan, bukan ngga mungkin gejala-gejala yang terlihat ringan tersebut dapat menyebabkan kelumpuhan loh. Wah, bahaya juga ya. 

“Gejala kebas dan kesemutan ini sering kali diabaikan. Padahal jika dibiarkan terus dapat menurunkan fungsi saraf seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak hingga kecacatan permanen. Apalagi jika kerusakan saraf sudah lebih dari 50% itu akan sulit untuk diperbaiki,” ujarnya. 

Salah satu contoh kerusakan saraf ialah Carpal Tunnel Syndrome (CTS), penyakit yang terjadi di pergelangan tangan karena saraf yang tertekan dan menimbulkan gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar). 

Saraf yang tertekan adalah saraf median yang terentang antara lengan bawah dan telapak tangan di dalam lorong karpal. “Ini terjadi karena kebiasaan mengetik dan memegang mouse dalam jangka waktu lama dengan gerakan yang berulang,” tuturnya. 

Dalam kondisi parah, CTS dapat menyebabkan rasa nyeri dengan frekuensi serangan yang semakin sering dan menetap. Rasa nyeri tersebut dapat membuat fungsi tangan menjadi terbatas, sehingga bisa menimbulkan kelumpuhan otot dan mengakibatkan kecacatan yang berpengaruh pada pekerjaan penderita.

Di samping itu, para penderita neuropati juga berisiko terkena infeksi ketika luka. Pasalnya, kerusakan saraf bisa menyebabkan mati rasa atau baal sehingga ketika mengalami luka, penderita biasanya tidak lagi merasa sakit. 

“Luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi. Akan semakin parah jika yang terkena penderita diabetes. Saat mereka tidak lagi merasakan apa-apa ketika mengalami luka, maka luka akan dibiarkan yang akhirnya memunculkan infeksi,” tuturnya.   

Yoska Yasahardja, Medical Manager Consumer Health Merck mengatakan perlu dilakukan berbagai langkah pencegahan untuk menghindari munculnya penyakit neuropati. Antara lain dengan memperbaiki gaya hidup, olahraga teratur, istirahat cukup, pola makan dan gizi yang seimbang, serta mengonsumsi vitamin neuropati yang terdiri dari Vitamin B1, B6, dan B12. 

“Vitamin neuropati ini berfungsi memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf serta memberikan asupan yang dibutuhkan saraf sehingga dapat bekerja dengan baik,” ujarnya.

Editor: Indyah Sutriningrum
 

SEBELUMNYA

Hospital Playlist 2 Siap Tayang Juni

BERIKUTNYA

5 Gaya Hidup Ini Untuk Hindari GERD

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: