The Twins berlokasi di Cipulir, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Delution)

Mengintip Interior The Twins, Rumah Mungil di Gang Sempit yang Sabet Architizer Awards

21 July 2024   |   13:54 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Lingkungan perkotaan seperti Jakarta yang padat dengan ketersediaan lahan yang sempit acapkali menjadi tantangan dalam membangun hunian. Sebagai alternatif, sebagian besar masyarakat memilih membeli rumah di daerah penyangga Jakarta seperti Bogor dan Tangerang, demi memiliki hunian yang lebih terjangkau.

Namun, tantangan itu seolah terjawab oleh kehadiran salah satu hunian unik yang dibangun di gang sempit di Cipulir, Jakarta Selatan. Rumah unik yang diberi nama The Twins itu merupakan proyek hunian yang dirancang oleh biro desain berbasis di Jakarta, Delution, pada 2019.

Baca juga: The Twins, Rumah Mungil di Gang Sempit Cipulir Jakarta Sabet Architizer Awards

Rumah mungil ini dibangun di atas lahan hanya seluas 70 meter persegi dengan luas bangunan 73 meter persegi. The Twins berada di area permukiman padat penduduk dengan akses gang hanya 1,5 meter. Seperti namanya, desain The Twins diadopsi dari konsep rumah kakak beradik yang terdiri dari 2 masa bangunan.
 

Eksterior bangunan The Twins. (Sumber gambar: Delution)

Eksterior bangunan The Twins. (Sumber gambar: Delution)

CEO Delution Muhammad Egha menjelaskan rumah The Twins dibangun untuk dua keluarga yang terdiri dari 4 orang yakni sepasang suami istri dan dua orang anak, serta seorang wanita penyandang disabilitas. Konsep The Twins menunjukkan hubungan antara "kakak-adik" melalui bentuk yang sama tetapi ukuran yang berbeda.

"Dua kamar tidur dengan toilet di masing-masing bangunan, dapur dan ruang makan untuk 4 anggota keluarga. Sementara itu, rumah lainnya memiliki satu kamar tidur dengan toilet, dan ruang tamu," katanya.

Dalam foto-foto yang diunggah Delution pada situs resminya tampak The Twins memiliki 2 masa bangunan, dimana satu bangunan terdiri dari satu lantai sementara bangunan lainnya tampak dua lantai. Fasad kedua bangunan itu juga terlihat berbeda.

The Twins. (Sumber gambar: Delution)

Bangunan dua lantai tampak memiliki bentuk seperti persegi panjang dengan salah satu sudutnya membentuk segitiga terbuka, sementara rumah satu lantai tampak memiliki atap segitiga yang selurus dengan tembok dinding luarnya. Meski demikian, kedua eksterior bangunan itu sama-sama mengadopsi tembok ekspos sehingga tampak lebih simpel dan minimalis. 

Baca juga: Begini Rancang Bangun Rumah Tumbuh yang Ideal Menurut Arsitek Cosmas Gozali

Kesan minimalis juga dihadirkan dalam interior The Twins. Sama seperti bagian eksterior, lantai rumah tersebut juga mengadopsi lantai semen ekspos. Sering disebut juga sebagai coating semen ekspos, teknik ini diaplikasikan menggunakan acian dan cat guna menonjolkan warna material semen itu sendiri, sehingga menghasilkan tekstur semen yang alami, berwarna abu-abu yang halus.
 

Interior The Twins. (Sumber gambar: Delution)

Interior The Twins. (Sumber gambar: Delution)

Meski dibangun di lahan yang sempit, rumah ini tampak memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara, ditandai dengan kehadiran jendela-jendela berukuran cukup lebar di sekitar bangunan, serta satu pohon besar yang menjulang dari ruang tamu menuju ke atap sebagai aplikasi ventilasi rumah. Tampilannya tampak luas dengan penggunaan dinding berwarna putih bersih.

Sementara itu, pada bagian samping bangunan tampak dibuat terbuka dengan menggunakan pintu kaca besar, sehingga menciptakan konektivitas antar rumah. Meski begitu, unsur privasi dari masing-masing rumah tetap terasa dengan kehadiran lahan kecil di antara bangunan sebagai akses jalan dari depan, sekaligus pembatas hunian dan akses menuju area publik tunggal yang dibuat di depan bangunan.

"Konsep Twin House dimunculkan untuk memperjelas respons bentuk bangunan dengan lingkungan sekitarnya. Setiap keluarga membutuhkan privasi, ruang, dan keharmonisan dua bangunan di lahan yang sama," kata Egha.
 

The Twins. (Sumber gambar: Delution)

The Twins. (Sumber gambar: Delution)

Kesan minimalis juga semakin tampak dengan pemilihan furnitur dan perabotan yang simpel dan mengutamakan fungsional. Pemilik tampak memilih furnitur dan perabotan dengan warna-warna natural, seperti coklat, putih, abu-abu, dan hitam yang tampak senada dengan keseluruhan konsep desain rumah. Penggunaan furnitur dan perabotan yang minimalis juga semakin menghadirkan kesan luas pada bangunan.

Egha menjelaskan The Twins dibuat untuk menjawab permasalahan kian sempitnya lahan di perkotaan. Bangunan ini merupakan contoh penerapan konsep rumah sehat, efisien dan realistis di salah satu kota terpadat penduduknya di dunia yakni Jakarta. Rumah ini didesain dengan skema rumah tumbuh yang diselesaikan dalam tiga tahap yang berlangsung pada 2018 dan selesai 2019. 

The Twins digarap oleh tiga orang arsitek dari Delution yakni Muhammad Egha, Hezby Ryandi, dan Fahmy Desrizal. Tahap pengembangannya dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan dana dari pemilik rumah. Adapun, total dana yang dibutuhkan dalam pembangunan rumah ini sebesar Rp400 juta.
 

The Twins. (Sumber gambar: Delution)

The Twins. (Sumber gambar: Delution)

Konsep unik yang dibuat oleh The Twins pun rupanya menyita perhatian dunia. Rumah mungil ini menyabet penghargaan internasional Architizer Awards untuk kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice.

Architizer Awards merupakan ajang penghargaan arsitektur berskala dunia yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Rumah The Twins yang dirancang oleh biro desain berbasis di Jakarta, Delution, menjadi salah satu dari 5.000 karya arsitektur yang masuk daftar dari 100 lebih negara di dunia.

Di ajang penghargaan bergengsi itu, The Twins memenangkan kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice, berkompetisi dengan 4 karya arsitektur dunia lainnya yang dipilih melalui voting terbuka. Melalui proses ini, para pencinta arsitektur di dunia dapat memilih karya favoritnya untuk dijadikan karya rumah kecil terbaik pilihan masyarakat dunia.

Meski terbilang unik hingga meraih penghargaan internasional, Egha menerangkan bahwa rumah The Twins didesain dengan metode konstruksi konvensional yang dapat dibangun secara mandiri, dengan material lokal yang sangat mudah ditemukan.

Baca juga: Menapaki Jejak Karya & Pendekatan Arsitektural Mustafa Pamuntjak

"Kami berharap rumah ini bisa menjadi model yang akan menjadi stimulus bagi kemajuan wajah dan kualitas hidup kelurahan yang sebelumnya terbengkalai,” katanya.

Editor: Fajar Sidik 
 

SEBELUMNYA

Daftar Game PC Gratis dari Epic Games: Ada Arcade Paradise & Maid of Sker

BERIKUTNYA

Peluang & Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal AFF U-19

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: