Ilustrasi karyawan frustasi (Sumber foto: freepik)

Pekerja Urban Wajib Tahu Penyebab dan Cara Mengatasi Commuting Stress

15 May 2024   |   19:28 WIB
Image
Amanda Syavira Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta

Bagi kalangan pekerja urban, proses adaptasi terhadap perubahan pola kerja menjadi tantangan tersendiri. Apalagi setelah merasa nyaman 3 tahun menjalani work from home pada masa pandemi, kini semuanya normal lagi harus kembali ke kantor setiap hari. 

Untuk kalian yang mengandalkan transportasi umum atau kendaraan pribadi untuk pergi dan pulang kantor, tentunya setiap hari harus menjalani rutinitas yang sangat melelahkan. Kalian harus mengatasi tantangan jalanan yang seringkali tidak menentu, terutama di wilayah Jabodetabek dengan kemacetan lalu lintasnya yang tak kenal waktu.

Baca juga: 5 Cara Melawan Stres di Media Sosial

Kondisi itu rupanya menjadi salah satu pemicu stres, yang disebut sebagai commuting stress. Saat karyawan dihadapkan pada situasi seperti kemacetan lalu lintas, cuaca panas, hingga keadaan di kendaraan yang tidak nyaman, semua itu dapat menyebabkan kebosanan, marah, bahkan merasa stres dan frustrasi. 

Efek jangka panjang dari kondisi stres akibat rutinitas di perjalanan ini bisa sangat signifikan memengaruhi kesehatan mental, seperti mengalami kecemasan yang berkepanjangan, ketakutan menghadapi situasi di perjalanan, hingga depresi berat.
 

Ilustrasi karyawan stres (Sumber foto: Unsplash/Tim Gouw)

Ilustrasi karyawan stres (Sumber foto: Unsplash/Tim Gouw) 

 

Dilansir dari Psychology Today, sebuah penelitian pada 2004 mengemukakan bahwa dalam sampel yang terdiri dari hampir seribu perempuan pekerja, mereka mengungkapkan jika perjalanan ke tempat kerja adalah aktivitas paling buruk, bahkan lebih buruk dari pada pekerjaan rumah tangga.

Perjalanan ke tempat kerja juga dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah, masalah muskuloskeletal, penurunan toleransi terhadap frustrasi, dan tingkat kecemasan yang tinggi. 

Dilansir dari TÜV Nord, sebuah penelitian terhadap lebih dari 4.000 pekerja di Texas menunjukkan bahwa melakukan perjalanan untuk bekerja menggunakan kendaraan dengan rute lebih dari 16 kilometer sering kali memicu tekanan darah tinggi.

Kondisi tersebut terjadi karena minimnya pergerakan tubuh saat di dalam kendaraan. Ketika tubuh tidak banyak bergerak, hal itu dapat memicu menimbulkan stres, tingkat kortisol akan meningkat hingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dan mengakibatkan peningkatan tekanan darah.


Cara Mengatasi Commuting Stress

Pada saat di perjalanan, memang kita tidak dapat mengontrol arus lalu lintas atau siapa yang akan duduk di sebelah kita. Namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat stres akibat perjalanan ke kantor. Berikut adalah beberapa tip untuk membuat perjalanan kalian lebih nyaman.


1. Mendengarkan musik atau membaca buku

Salah satu cara sederhana yang bisa kalian lakukan untuk menghindari stres perjalanan adalah dengan mendengarkan musik. NBC News melaporkan bahwa jika musik memiliki banyak manfaat untuk menghilangkan stres.

Kalian bisa memilih musik favorit atau musik dengan alunan santai, atau juga membaca buku favorit. Pasalnya, ketika seseorang melakukan kegiatan positif itu dapat mengalihkan pikiran sehingga terhindar dari risiko stres perjalanan. 


2. Hindari pikiran negatif

Perasaan marah, frustrasi, atau berpikiran negatif sebelum pergi bekerja tidak akan membuat perjalanan kalian menjadi nyaman. Hal tersebut justru dapat memperburuk keadaan dan perasaan tersinggung ketika sudah sampai di tempat kerja. Jadi, usahakanlah untuk tidak memikirkan hal-hal negatif tersebut dan fokus pada perjalanan seperti biasanya. 


3. Berbincang dengan orang lain

Sebuah studi yang dilakukan University of Chicago menemukan fakta bahwa memulai percakapan dengan orang lain selama perjalanan dapat membuat suasana menjadi lebih positif.

Baca juga: Awas, Stres Finansial Bisa Pengaruhi Psikologi Keluarga

Tak harus mengobrol langsung dengan orang di samping saat di kendaraan umum, tapi kalian dapat terhubung melalui chat atau panggilan telepon dengan keluarga atau teman dekat sehingga dapat membuat suasana menjadi nyaman. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Erisca Febriani Bakal Rilis Buku Memori Era 2000-an, Cerita tentang Tren Masa Kecil yang Penuh Nostalgia

BERIKUTNYA

Warner Bros Umumkan Proyek Film Terbaru, Mortal Kombat 2 sampai Margie Claus

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: