Artistic Director Art Jakarta Gardens Enin Supriyanto (kanan), Fair Director Art Jakarta Gardens Tom Tandio (kiri), dan Corporate Communication Lead Bibit.id William saat memberikan pemaparan dalam acara media lunch dan gathering Art Jakarta Gardens 2023 di Jakarta, Kamis (26/1)-JIBI/Bisnis/Suselo Jati

Art Jakarta Gardens 2023 Hadir Lagi, Sulap Ruang Publik Jadi Pameran Seni

26 January 2023   |   18:03 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Pameran seni Art Jakarta Gardens akan kembali digelar  pada 7-12 Februari 2023 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Mengusung pameran dengan konsep ruang terbuka, Art Jakarta Gardens 2023 akan  memamerkan sejumlah karya yang didominasi oleh patung dan seni instalasi dari 21 galeri lokal dan 1 galeri dari Malaysia.

Sejumlah galeri yang berpartisipasi di antaranya Andis Gallery, ArtSerpong Gallery, CAN'S Gallery, A+ Works of Art, Gudang Gambar, Museum of Toys, dan RUCI Art Space. Adapun, setiap galeri akan memamerkan karya-karya dari para seniman andalan mereka seperti Darbotz, Entang Wiharso, G. Sidharta, Nyoman Nuarta, Yani Mariani, Adi Gunawan, Laksamana Ryo, Sunaryo, dan Yim Yen Sum.

Selama pameran, pengunjung nantinya dapat menjelajahi kombinasi presentasi karya seni rupa dalam dan luar ruang dalam bentuk patung, instalasi, dan objek dua dimensi. Area pameran dalam ruangan akan terdiri atas dua tenda khusus yang disediakan  bagi 22 galeri.

Baca juga: Targetkan 10.000 Pengunjung, Art Jakarta Gardens 2023 Bakal Lebih Semarak

Sebagai pameran seni, Art Jakarta Gardens 2023 konsisten untuk menciptakan satu ruang yang lebih inklusif bagi masyarakat luas dalam melihat sekaligus mengapresiasi karya seni.

Direktur Artistik Art Jakarta Gardens, Enin Supriyanto, mengatakan tak hanya sebagai pameran seni, Art Jakarta Gardens 2023 juga ingin menggaungkan akan pentingnya ruang publik di Ibu Kota sebagai tempat terbuka untuk memajang sekaligus menikmati karya seni.

Tak hanya berhenti di Hutan Kota by Plataran, dia mengatakan seyogyanya ruang-ruang publik lain di Jakarta bisa menjadi ruang pamer karya seni yang inklusif bagi masyarakat luas.

"Kami berharap acara yang cuma sepekan ini bisa menjadi inspirasi baik untuk publik atau pihak berkepentingan untuk mengelola ruang publik di Jakarta," katanya saat ditemui di acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Enin juga menjelaskan seluruh galeri yang terlibat dalam perhelatan tahun ini dipilih langsung oleh tim penyelanggara Art Jakarta Gardens. Galeri yang terpilih adalah mereka yang dianggap konsisten mendukung proses kreatif sang seniman.

"Buat kami penting juga menilai seniman yang mereka representasikan. Saya tidak mungkin mengajak galeri yang tidak memiliki representative artist, artinya mereka hanya menjual karya seni," katanya 

Selain itu, sambungnya, penting juga untuk memilih galeri yang memang memiliki cara atau manajemen kerja yang mendukung keberlangsungan karier para senimannya. "Karena menurut saya kualitas atau unsur-unsur itu penting," terangnya.
 

Direktur Pameran Tom Tandio menyampaikan kembali hadirnya pameran seni Art Jakarta Gardens  ini merupakan respons dari permintaan para galeri yang menilai bahwa penyelenggaraan pertama pada tahun lalu mendatangkan antusiasme yang besar.

Oleh karena itu, kata Tom, melalui pameran ini, pihaknya berfokus dalam menampilkan karya-karya dari galeri-galeri lokal di Indonesia.  "Art Jakarta Gardens ini memang targetnya lebih ke audiens, galeri, dan seniman lokal," katanya.


Rangkaian Acara

Dalam perhelatannya, Art Jakarta Gardens juga akan menghadirkan segmen khusus, Taman Patung, yang menampilkan patung luar ruangan oleh seniman seperti Adi Gunawan, Ashley Bickerton, Gregorius Papadimitriou, Nyoman Nuarta, Richard Winkler, dan Yim Yen Sum.

Tak hanya menampilkan koleksi karya dari sejumlah galeri, Art Jakarta Gardens 2023 juga akan diramaikan dengan sejumlah karya kolaborasi yang menjadi highlight dalam pameran ini. Seniman asal Blitar, FX Harsono, misalnya akan menghadirkan instalasi bertajuk The Light of Journey yang bertempat di ruang khusus  hasil rancangan this/PLAY. 

Selain itu, ada karya instalasi perpaduan dari seni, kerajinan, dan teknologi yang mengangkat isu air tanah Jakarta bertajuk Aquifer dari Digital Nativ, termasuk seni performans yang akan dipersembahkan oleh jejaring seniman seni performans dan seni suara eksperimental.

Dalam karya berjudul Intraplay, para seniman seperti Dimas E. Prasinggih, Ishvara Devati, Kurt Peterson, Jason Noghani, dan Orcy World (Gilang Anom M.M.) akan merespons ruang Hutan Kota dan lingkungan Art Jakarta Gardens, dengan mengambil inspirasi dari semangat kebebasan berstruktur para pendahulu mereka. 

Editor: Indyah Sutriningrum

SEBELUMNYA

5 Rekomendasi Film Netflix Februari 2023, Ada Dear David & Call Me Chihiro

BERIKUTNYA

Campak Bisa Dicegah, Waspadai Gejala & Komplikasinya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: