Influenza (dok. Freepik)

Jangan Sepelekan Influenza, Ketahui Gejala & Risikonya

18 August 2021   |   08:23 WIB
Image
Fajar Sidik Hypeabis.id

Kebanyakan orang mengira bahwa batuk, pilek, dan salesma adalah jenis penyakit yang sama dengan flu atau influenza. Padahal sebenarnya jenis penyakit ini berbeda sekalipun memiliki gejala yang mirip. Perbedaan tersebut terkait dengan perjalanan  penyakitnya yang tidak sama.

Secara khusus, influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza yang dapat menyebabkan pandemik. Influenza bukanlah penyakit remeh dan ringan. Laporan World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa influenza telah menyebabkan 500 ribu kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.Sebagian besar di antaranya terjadi pada kelompok orang lanjut usia.

Kejadian di Indonesia juga tinggi, dari pemeriksaan terhadap 15.000 orang penderita salesma ditemukan 16,6% yang positif terinfeksi virus influenza. Sakit akibat influenza juga dapat merugikan dari sisi produktivitas kerja, serta kualitas kehidupan seseorang.

“Virus influenza terdiri beberapa jenis seperti influenza A, B, dan C, yang biasanya menimbulkan penyakit adalah yang A dan B,” ujar ketua Indonesia Influenza Foundation, Profesor Cissy B Kartasasmita. Menurut dokter spesialis anak ini, virus influenza sangat infeksius sehingga penularannya sangat mudah terjadi.

Influenza sangat rentan terjadi pada usia anak, lanjut usia, penderita penyakit kronis, serta ibu hamil. Sementara pada orang dewasa umumnya angka kejadiannya lebih sedikit. Transmisi virus influenza terhadap anak lebih cepat karena faktor daya tahan tubuh anak yang belum begitu baik. “Lihat saja anak-anak di sekolah misalnya, kalau ada seorang anak yang sakit influenza, bisa seluruh kelas tertular,” ujarnya.

Perjalanan penyakit influenza dapat terjadi secara mendadak. Pada anak-anak, masa inkubasi dari virus masuk ke dalam tubuh rata-rata 2 hari dan kemudian menetap lebih lama. “Kalau pada orang dewasa 1-5 hari mungkin tidak menular lagi, tetapi kalau pada anak bisa mencapai 11 hari,” kata Cissy.

Gejala klinis penderita influenza pada anak, dewasa, dan lansia tidak jauh berbeda yakni batuk tidak berdahak, demam, sakit otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, sulit menelan, hidung tersumbat, kadang-kadang menceret, dan mual-muntah.

Influenza juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti sinusitis, radang paru-paru, dan radang telinga. Pada sebagian kecil kasus, komplikasi influenza dapat menyebabkan radang otak, gangguan jantung, dan sepsis.

Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) Profesor Siti Setiadi mengatakan bahwa influenza tak bisa dianggap sebagai penyakit sepele. Apalagi di negara tropis seperti Indoensia, influenza dapat terjadi di sepanjang musim.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menganjurkan agar semua orang di Indonesia melakukan pencegahan influenza melalui vaksinasi agar terlindung secara efektif. 
“Bagi lansia yang mengalami penyakit degeneratif lebih mudah mengalami penyakit infeksi seperti influenza, sehingga vaksinasi sangat diperlukan,” ujar Siti.

Laporan WHO menyebutkan bahwa influenza dapat meningkatkan risiko mengalami strok dan serangan jantung 3-5 kali lipat setelah terinfeksi virus. Akan tetapi bagi  para penderita penyakit kardiovaskular ini vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko serangan jantung mencapai 67%, dan menurunkan strok sebanyak 24%.

Selain vaksinasi, pencegahan dengan perilaku hidup sehari-hari juga dapat dilakukan seperti mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari virus. Terapkan etika batuk dengan menutup mulut ketika batuk. (Dok. Bisnis Weekend Juli 2019)

Editor: Fajar Sidik
 
 
SEBELUMNYA

Begini Spesifikasi Smartphone Google Pixel 5a 5G yang Bakal Segera Rilis

BERIKUTNYA

Tren Kuliner Pedas Bikin Masakan Korea Cocok sama Lidah Orang Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: