Ilustrasi orang yang sedang melatih penciuman karena anosmia (Dok. Engin Akyurt/Unsplash)

Begini Cara Latihan Penciuman pada Anosmia setelah Terinfeksi Covid-19

17 August 2021   |   20:35 WIB

Anosmia atau kondisi gangguan indra penghidu (penciuman) adalah salah satu gejala yang dialami pasien Covid-19. Gejala ini dapat berlangsung saat terinfeksi Covid-19, hingga beberapa bulan setelah sembuh, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Oleh sebab itu, diperlukan terapi penciuman.

Dokter Spesialis THT Mayapada Hospital Kuningan Tiara Melati mengatakan seseorang dengan anosmia juga dapat mengakibatkan gejala kesehatan mental seperti cemas, depresi, serta isolasi sosial. “Anosmia umumnya melibatkan organ saluran napas atas yaitu rongga hidung, rongga sinus, saraf olfaktorius atau penciuman, serta otak yang merupakan sistem saraf pusat,” ujarnya.
 

Doterra International

DoterraIlustrasi orang yang sedang melatih penciuman karena anosmia (Dok. Doterra International/Pexels)


Tiara juga menyebutkan bahwa beberapa penyebab khusus terjadinya anosmia yang sering dialami oleh pasien di antaranya adalah peradangan, infeksi (virus, bakteri, jamur, dan parasit lain), alergi, cedera, tumor, serta pengaruh obat-obatan atau racun.

Untuk mencoba mengatasi permasalahan anosmia, Tiara membagikan latihan penciuman untuk terapi anosmia setelah terinfeksi Covid-19. Sebuah program terstruktur sederhana untuk berlatih mencium berbagai aroma, seperti lemon, mawar, cengkeh, dan kayu putih.

Tak hanya itu, beberapa aroma lain yang dapat digunakan juga di antaranya adalah yang berasal dari kopi, mentol, dan daun herbal seperti daun mint, jeruk, lemion, pisang, atau bunga melati. Dalam hal ini, Tiara mengatakan bahwa bentuk aroma yang paling mudah didapatkan adalah dalam bentuk minyak esens. 

“Cuci hidung dengan larutan isotonis sebagai tambahan terapi yang berfungsi meningkatkan efektivitas latihan penciuman,” imbuhnya.

Ada tiga cara yang bisa kamu lakukan dalam latihan penciuman menurut Dokter Tiara. Pertama, buka botol minyak esens, letakkan di bawah hidung, hirup dan napas perlahan sambil mengingat aroma yang sedang dilatih selama 15-20 detik.

Kedua, berikan jeda 10-15 detik sebelum mengganti dengan aroma yang lain disertai dengan mengulang langkah pertama. Untuk langkah ketiga, lakukan hal ini maksimal menggunakan 4 aroma, 2 kali sehari selama setidaknya 3 sampai 6 bulan.

“Lengkapi latihan ini dengan mencatat progres yang ada dalam sebuah jurnal. Konsultasikan dan kontrol rutin dengan dokter spesialis THT untuk membantu anda mengatasi anosmia,” ujarnya. 


Editor: Roni Yunianto

 
SEBELUMNYA

Kamila Andini Soroti Isu Pernikahan Anak dalam Film 'Yuni'

BERIKUTNYA

Lebih Padat, Ini Jadwal Rilis Lagu Artis Korea Jelang Akhir Agustus 2021

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: