Kue keranjang salah satu makanan khas Tahun Baru Imlek (Sumber gambar: wikimediacommons)

Sejarah Singkat Kue Keranjang yang Menjadi Makanan Khas Tahun Baru Imlek

23 January 2024   |   10:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Berbicara Tahun Baru Imlek, ada satu makanan yang tidak pernah lepas darinya, yakni kue keranjang. Makanan yang identik dengan warna cokelat dan memiliki rasa yang manis itu selalu hadir menjadi bagian dalam keluarga keturunan Tionghoa di Indonesia.

Dikutip dari laman Chinese Indonesian Heritage Center, kue keranjang memiliki tekstur yang kenyal dan lengket lantaran dibuat dengan gula halus dan beras ketan yang digiling dengan halus.

Baca juga: Biar Imlek Makin Seru, Coba 3 Kreasi Kue Keranjang Ini!

Pembuatan kue secara tradisional menggunakan keranjang anyaman bambu berlapis daun pisang dan dikukus dengan waktu lebih dari 10 jam. Makanan dengan rasa manis ini akan memiliki warna karamel dan cokelat keemasan saat sudah masak. Kue keranjang dapat langsung dikonsumsi atau diolah lagi menjadi berbagai macam makanan dengan rasa yang sangat nikmat.

Kehadiran kue keranjang memiliki sejarah yang tidak sebentar. Pada awalnya, makanan yang satu ini merupakan persembahan saat upacara doa pada hari ke-24 bulan ke-12 lunar atau satu minggu sebelum Tahun Baru Imlek.

Pada saat itu, masyarakat China meyakini dewa dapur naik untuk menyerahkan laporan tahunan kepada dewa surga mengenai perilaku manusia. Kue itu sebagai bentuk buah tangan agar dapat mempengaruhi laporan secara positif.

Tidak hanya itu, kue itu juga menjadi harapan agar kata-kata yang keluar dari mulut sang dewa dapur ketika bertemu dengan dewa surga hanya berupa kata baik.

Selain itu, penataan kue keranjang di atas meja juga tidak sembarangan. Tidak jarang masyarakat menumpuknya hingga tinggi menjadi piramida dengan hiasan kertas berwarna merah yang melambangkan harapan promosi, peningkatan, dan kesukesan.

Selain di Indonesia, Genhype juga dapat menemukan kue keranjang di Singapura dan Malaysia. Di kedua negara itu, makanan ini terkenal dengan nama nian gao dalam bahasa Mandarin.

Sementara itu, dikutip dari laman China Highlights, legenda menyebutkan bahwa Raja Goujian dari Yue menyerang ibu kota Kerajaan Wu setelah jenderal dan politisi kerajaan bernama Wu Zixu meninggal dunia pada musim semi dan gugur.

Penyerangan itu membuat tentara dan masyarakat terjebak di dalam kota tanpa makanan, sehingga banyak orang meninggal dunia. Pada saat itu, salah seorang mengingat kata-kata Wu Zixu untuk menggali tanah di bawah tembok kota untuk mendapatkan makanan saat negara dalam kesulitan dan orang-orang membutuhkan makanan.

Kemudian, para prajurit menjalani pesan dari sang jenderal untuk menggali sedalam tiga kaki. Mereka pun menemukan bahwa fondasi dinding kota menggunakan bahan khusus dari tepung beras ketan. Bahan makanan itu menyelematkan banyak orang dari kelaparan, sehingga bisa bertahan.

Tepung beras yang mereka temukan itu dipercaya merupakan niang gao yang asli. Setelah kejadian itu, orang-orang membuat nian gao setiap tahun guna memperingati Wu Zixu.

Seiring berjalannya waktu, makanan bernama nian gao itu memiliki bentuk seperti yang dikenal oleh banyak orang pada saat ini atau yang juga terkenal dengan nama kue Tahun Baru Imlek atau kue keranjang.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Resep Dimsum Udang yang Lezat untuk Santapan Imlek, Cobain Yuk!

BERIKUTNYA

Film Terbaik FFI 2023 Women from Rote Island Tayang di Bioskop 22 Februari

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: