Ilustrasi AI (Sumber gambar: Unsplash/Igor Omilaev)

Interaksi dengan AI Makin Kuat, Cek 4 Prediksi Tren Komunikasi Digital 2024 

15 January 2024   |   21:45 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Perkembangan teknologi telah memengaruhi aktivitas manusia, mulai lingkup pekerjaan hingga kehidupan sehari-hari. Bahkan, pesatnya transformasi digital juga telah merevolusi berbagai kegiatan sehari-hari di masyarakat, utamanya dalam kegiatan berkomunikasi antarsesama.

CEO dan Co-Founder Sendbird, John S Kim, mengatakan bahwa seiring waktu tren komunikasi digital memang dipengaruhi oleh masifnya inovasi teknologi. Terutama dengan munculnya ChatGPT oleh OpenAI yang mendapatkan sambutan luar biasa baik oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. 

Baca juga: AI Mendominasi 2023, Cek Prediksi Tren Teknologi 2024

Menurut Kim, interaksi pengguna dengan human-to-machine juga kian cerdas dan personal, dengan tren penggunaan AI generatif, large language models (LLM), dan chatbot. Bahkan, Perkembangan ChatGPT yang pesat, membuat teknologi ini mampu mengikuti cara berkomunikasi manusia dalam skala besar, dan berbagai bahasa, secara instan.

"Memasuki tahun 2024, tren komunikasi digital juga semakin dipengaruhi oleh masifnya inovasi teknologi dan pengaruhnya terhadap komunikasi brand dengan pelanggan," katanya. 

Lantas, prediksi komunikasi digital seperti apa yang bakal semakin gencar digunakan masyarakat pada 2024 tahun ini? Dihimpun dari Sendbird, berikut beberapa di antaranya. 
 

1.Urgensi moderasi & etika berkomunikasi

Sendbird memprediksi, memasuki era matriks, akan semakin membuat masyarakat sulit untuk mengetahui batas kebenaran dari apa yang mereka baca, lihat, dan dengar di internet. Sebab, dengan bantuan teknologi, kini publik bisa membuat akun secara acak, melakukan trolling, menggunakan AI untuk menghasilkan pesan, gambar, atau video palsu, dengan mudah. 

Dari sinilah, kemudian ruang digital bakal semakin terinvasi, yang membuat keamanan dan keasliannya semakin diragukan. Oleh karena itu, diperlukan dorongan dari semua pihak untuk memastikan moderasi dan etika dalam era komunikasi digital yang kian tak terbendung, agar pemanfaatan AI dapat dilakukan secara inklusif dan bertanggung jawab. 
 

2. Pengalaman komunikasi asinkron dari pengguna

Komunikasi asinkron merujuk pada interaksi percakapan non real-time, memungkinkan pengguna mengirimkan pesan balasan secara tertunda, seperti email atau layanan komunikasi customer support yang modern. Dalam media-media itu, pengguna dapat berkomunikasi kapan saja tanpa batasan waktu tertentu. Mereka dapat berdiskusi dan saling menunggu jawaban, tanpa harus menjadwalkan meeting khusus. 

Model komunikasi ini akan menjadi tren di seluruh lini sistem dan platform aplikasi, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan end-user. Bahkan, salam bisnis, sistem ini sering disebut sebagai 'Universal User Record', yang diwariskan dari satu sistem ke sistem lainnya tanpa kehilangan konteks atau riwayat interaksi sebelumnya. 
 

3. Komunikasi yang dipersonalisasi AI generatif

Pada 2024, teknologi AI Generatif akan semakin banyak digunakan untuk membuat konten yang disesuaikan untuk konsumen, mulai dari email pesan pemasaran hingga interaksi dukungan pelanggan. Bahkan, teknologi large language models yang terus berkembang nantinya dapat menganalisis data konsumen berdasarkan preferensi individu tertentu.

Tak hanya itu, tren ini akan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih relevan dan personal, yang mengarah pada peningkatan keterlibatan, kepuasan, dan loyalitas pelanggan. Namun, kondisi ini juga akan memunculkan tantangan baru bagi bisnis untuk menyeimbangkan kebutuhan personalisasi dengan permasalahan privasi bagi pelanggan. 
 

4. Komunikasi konten multimedia berdurasi pendek 

Munculnya platform seperti TikTok dan Instagram Reels telah mempopulerkan konten multimedia berdurasi pendek, yang diperkirakan akan terus berkembang pada 2024. Bahkan, berbagai lini bisnis juga akan beradaptasi dengan tren ini, yang berhasil menggeser keseluruhan perilaku konsumen dan ekspektasi format konten. 

Dengan adanya format video pendek yang cenderung efektif dalam menangkap perhatian konsumen, berbagai jenis bisnis juga akan mulai berlomba-lomba membuat lebih banyak konten dengan cara yang mangkus. Hal ini dapat dilakukan melalui pemasaran viral, iklan, demo produk, testimoni pelanggan, video brand awareness, dan masih banyak lagi. 

Baca juga: 7 Perangkat Canggih di CES 2024, TV Transparan Nirkable Hingga Perangkat AI Portable

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Profil Harrison Ford, Aktor Kawakan yang Berpengaruh Besar di Perfilman Hollywood

BERIKUTNYA

Angka Kasus Tuberkulosis Baru di Indonesia Tinggi, Simak Gejala & Penyebab Penyakit TBC

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: