Karya Instalasi Iwan Yusuf berjudul Laut Halaman Rumah (2023) sumber gambar Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar

Kelindan Seni dan Maritim dalam Karya Instalasi Seniman Iwan Yusuf di Museum Bahari Jakarta

09 January 2024   |   20:51 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Museum, bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai tempat kuno dan angker, yang terdiri dari bangunan tua penuh lumut. Namun, sepertinya anggapan itu perlu dikaji lagi, sebab saat ini banyak museum yang menghadirkan karya-karya kontemporer sesuai semangat zaman.

Terbaru, Museum Bahari Jakarta mencoba mengambil spirit tersebut lewat terobosan unik, yakni dengan mengakuisisi karya perupa Iwan Yusuf untuk dijadikan sebagai koleksi tetap. Lewat karya berjudul Laut Halaman Rumah (2023) diharapkan publik semakin antusias untuk mengunjungi Museum Bahari.

Baca juga: Jaring & Refleksi Iwan Yusuf Terhadap Laut di Pameran Pascamasa

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis'ari mengatakan bahwa inisiatif untuk menghadirkan karya seni kontemporer itu diharap dapat mengubah citra museum di mata publik. Salah satunya adalah persepsi museum sebagai sebuah tempat yang hanya dijadikan untuk menyimpan benda-benda kuno.

Menurutnya, saat ini International Council of Museums atau Dewan Museum Internasional telah memperluas makna museum. Yaitu menjadi ruang ekspresi, di mana bisa diterjemahkan dengan mengolaborasikan antara berbagai pihak, terutama agar dapat diakses lebih inklusif oleh khalayak.

"Koleksi ini disajikan sebagai daya tarik baru bagi anak muda untuk pergi ke museum. Setidaknya agar dapat memancing rasa ingin tahu terhadap nilai sejarah Bangsa kita," katanya saat ditemui Hypeabis.id.
 
 


Senada, Iwan Yusuf mengatakan karya terbarunya tersebut memang dibuat khusus untuk dihadirkan di Museum Bahari Jakarta. Tema dan objek yang digambarkan dalam instalasi tersebut juga dinilai pas untuk dipacak di museum yang terletak di kawasan pesisir Jakarta tersebut.

Tak hanya itu, Iwan berharap dengan ditampilkannya karya tersebut, nantinya dapat memicu seniman lain untuk berkolaborasi dengan pihak museum. Salah satunya dengan memanfaatkan ruang-ruang publik di Museum Bahari Jakarta sebagai ajang ekspresi.

"Saya kira kita harus menengok kembali bagaimana makna pantai bagi masyarakat pesisir. Seni itu kan hanya sebagai pemicu agar kita berpikir ulang mengenai sesuatu yang telah dilupakan, supaya ditengok kembali dengan cara pandang baru," kata seniman asal Gorontalo itu.

Sementara itu, kurator Sudjud Dartanto menuturkan bahwa karya instalasi tersebut tidak hanya menggambarkan suasana kegembiraan anak-anak yang bermain di tepi pantai. Melainkan juga dapat digunakan untuk menciptakan ruang imajinatif yang mempertautkan seni dengan dimensi maritim.

Menurutnya, karya instalasi dari seri Garis Ombak itu juga menghadirkan dimensi baru pada lukisan. Termasuk menggabungkan esensi seni dan interaksi ruang yang melampaui batasan konvensional seni visual, khususnya saat dihadirkan di museum yang memiliki akar sejarah dengan dunia maritim.

Adapun, dalam konteks Museum Bahari, karya komisi khusus itu juga mendapatkan konteks yang kuat. Terutama untuk merangsang persepsi baru terhadap kehidupan laut, serta mengundang pengamat untuk menjelajahi ruang dan makna yang lebih dalam dari setiap detail yang tertangkap dalam jaring.

"Menggunakan bahan-bahan seperti jaring bekas, senar, dan tali temali, karya ini telah melampaui batas-batas seni relief dalam jaring. Termasuk memasukkan elemen-elemen baru yang menghadirkan dimensi dan gerak yang lebih dinamis," katanya.

Baca juga: Profil Iwan Yusuf, Seniman yang Haus Bereksplorasi dengan Ragam Media

Sebagai tambahan informasi, karya instalasi Laut Halaman Rumah merupakan seri keberlanjutan karya dari Iwan Yusuf dalam pameran tunggal Garis Ombak. Sebelumnya, Iwan dikenal lewat karya-karya lukisannya yang beraliran hiper realis. Tapi dalam beberapa tahun terakhir dia mulai beralih menggunakan jaring dan sampah lautan sebagai media untuk berkarya

Mulai menapaki jalur seni sejak dekade 2000-an, karya-karya Iwan juga merentang dalam banyak hal. Meliputi lukisan dengan cat minyak, lukisan berbahan plastik dan pukat-jala, dan karya-karya instalasi site-specific dengan aneka bahan yang pernah dipacak di art fair hingga museum terkenal di Indonesia.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

4 Fakta Golongan Darah P yang Ditemukan di China, Paling Langka Sedunia

BERIKUTNYA

Prediksi Setlist dan Cara Beli Tiket Konser Wave To Earth di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: