Arca Prajnaparamita (sumber gambar MCB)

Jejak Seni Pahat dalam 5 Arca Bersejarah Era Singasari di Pameran Repatriasi di Galeri Nasional Indonesia

04 December 2023   |   15:23 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Genhype pencinta seni dan sejarah, ada kabar gembira nih buat kalian di pengujung tahun ini. Sebab, pameran koleksi artefak bersejarah dari hasil program repatriasi Belanda-Indonesia masih bisa dinikmati hingga 10 Desember 2023 di Galeri Nasional Indonesia. 

Mengusung tajuk Repatriasi: Kembalinya Saksi Bisu Peradaban Nusantara, ekshibisi ini menghadirkan sekitar 152 benda-benda bersejarah dan artefak Nusantara, termasuk koleksi terbaru dari hasil repatriasi yang tahun ini telah berhasil dikembalikan ke Indonesia. 

Baca juga: Tiga Abad Disimpan di Belanda, Tahap Pertama Repatriasi 4 Arca Era Singasari Tiba di Indonesia

Adapun, salah satu yang menarik dari pameran ini adalah ditampilkannya 5 arca era Singasari yang dianggap mewakili seni pahat dari masa silam. Candi Singasari memang dikenal sebagai Candi Menara yang memiliki beberapa arca seperti Ganesha, Durga, dan Mahakala.
 
 


Lantas, arca apa saja yang dapat dinikmati dalam kolaborasi antara Galeri Nasional Indonesia, Museum Nasional Indonesia, yang berada di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya (MCB) ini? Nah, biar enggak penasaran, yuk simak deskripsinya dalam ulasan berikut.


1. Arca Prajnaparamita

Dalam literatur Buddha, Prajnaparamita secara harfiah berarti kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Adapun, sifat tersebut merupakan salah satu dari enam atau sepuluh sifat transendental manusia bagi seorang bodhisattva, atau calon Buddha.

Sesuai namanya, arca yang dikembalikan ke Indonesia pada 1978 ini menggambarkan dewi yang duduk di atas lapik padma (teratai). Duduk dengan sikap vajrapayanka, kedua tangannya diletakkan dalam sikap dharmacakra, atau mengajarkan kebenaran.

Ajaran tersebut juga dipersonifikasikan dalam bentuk arca dewi yang anggun. Pemujaan terhadap dewi ini bagi penganut agama Buddha adalah agar dianugerahi kebijaksanaan, sekaligus mendapat pengetahuan yang luar biasa. 


2. Arca Durga Mahisasuramardini

Dalam mitologi Hindu, Dewi Durga adalah istri dari Dewa Siwa dalam aspek krodha (marah). Adapun, dalam kisah pewayangan Durga Mahisasuramardini adalah sebutan untuk Dewi Durga yang muncul untuk mengalahkan raksasa berwujud seekor kerbau (Mahisa).

Baca juga: Cek 5 Kategori Koleksi Benda Bersejarah dalam Pameran Repatriasi di Galeri Nasional

Arca Durga Mahisasuramardini digambarkan berdiri di atas punggung kerbau, bertangan delapan yang memegang beragam senjata pemberian para dewa. Pada Candi Hindu Saiwa/Siwaisme, Dewi Durga ini menempati relung atau bilik sebelah utara.


3. Arca Mahakala

Mahakala merupakan salah satu perwujudan Dewa Siwa sebagai penjaga pintu masuk bangunan suci agama Hindu. Dalam langgam arsitektur candi Hindu, arca ini biasanya diletakkan pada pintu masuk ruang utama (garbhagrha) sebuah candi dengan senjatanya yang berupa gada.

Adapun, dalam pameran kali ini, Arca Mahakala merepresentasikan sosok Dewa Siwa sebagai penguasa waktu. Arca tersebut digambarkan saat Siwa sedang memegang senjata gada dan belati. Mahakala biasanya menempati relung sebelah kiri pintu masuk candi Hindu Saiwa.


4. Arca Nandiswara

Nandiswara adalah salah satu tokoh dalam mitologi Hindu. Di beberapa candi di Nusantara, tokoh ini biasanya dipahatkan di sebelah kanan pintu masuk candi bersama pasangannya, Mahakala. Adapun, secara ikonografi, Nandiswara digambarkan seperti Dewa Siwa, tetapi hanya bertangan dua.

Secara harfiah, Nandiswara merupakan kata majemuk Sanskerta yang terdiri dari istilah Nandi dan Iswara. Nandi adalah kendaraan Dewa Siwa, dan Iswara merupakan salah satu aspek Dewa Siwa. Dalam pustaka Uttarakandha sosok ini juga dianggap berjasa dalam mengatasi kesaktian Sang Rahwana.


5. Arca Ganesha

Ganesha dalam berbagai literatur dikenal sebagai Dewa pengetahuan dan kecerdasan, Dewa pelindung, Dewa penolak bala atau bencana, serta Dewa kebijaksanaan. Adapun dalam mitologi Hindu, Ganesha adalah anak dari Dewa Siwa dengan Dewi Parwati.

Baca juga: Koleksi Arca Museum Nasional, Salah Satunya Arca Bhairawa Setinggi 4 Meter

Pada pameran ini, sosok Ganesha digambarkan bertubuh manusia, berkepala gajah, membawa kapak, tasbih, dan mangkuk berisi ilmu pengetahuan yang dihisap oleh belalainya. Arca yang memiliki nama lain Ekadanta ini pada Candi Hindu Saiwa biasanya ditempatkan di bili belakang candi. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Daftar Lengkap Nominasi Golden Disc Award ke-38 di Jakarta

BERIKUTNYA

The Last Of Us Season 2 Siap Diproduksi Februari 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: