Papan nama negara bergayakan manga (Dok. Wikimedia)

Melihat Anime Bekerja di Olimpiade Tokyo 2020

09 August 2021   |   14:32 WIB

Olimpiade Tokyo telah berakhir pada Minggu, 8 Agustus. Ada banyak kesan yang diberikan oleh ajang empat tahunan itu. Selain prestasi dan perjuangan para atlet—terutama kontingen Indonesia—kesan tersebut ditimbulkan salah satunya dari banyaknya referensi anime dan manga sepanjang perhelatan. 

Sejak awal, Olimpiade Tokyo sudah digambarkan lewat berbagai kepingan budaya pop Jepang, yakni ketika penutupan Olimpiade Rio 2016. Di sana Shinzo Abe, yang kala itu menjabat sebagai perdana menteri, muncul di tengah stadion dengan kostum Mario (karakter Nintendo) dengan didahului oleh video pengantar berisikan karakter Tsubasa hingga Doraemon. 


Kecenderungan mengangkat budaya pop terutama anime dan manga itu berlanjut sepanjang perhelatan Olimpiade Tokyo. Di pembukaan, bisa kita lihat papan nama negara peserta menggunakan style layaknya manga atau komik Jepang.

Dalam berbagai pertandingan, penonton sayup-sayup juga bisa mendengar lantunan theme song anime. Sebagai contoh, di pertandingan voli terdengar lagu dari Haikyuu!!, sementara di pertandingan basket ada lagu dari Slam Dunk

Lagu dari Demon Slayer bahkan muncul di beberapa ajang, seperti gimnastik, tinju, hingga panahan, termasuk pada penutupan Olimpiade kemarin.


Pada praktiknya, lagu-lagu tersebut memang cocok untuk meramaikan acara—seperti halnya lagu Waka Waka (This Time for Africa) mengisi ajang Piala Dunia 2010. 

Namun jika dilihat lebih jauh, hadirnya lagu-lagu itu sebenarnya juga memiliki makna lebih bagi para atlet. Sebab, bagi sebagian atlet, anime tidak pernah hanya menjadi hiburan belaka.

Anime dan manga, terutama yang mengangkat olahraga, telah banyak menginspirasi orang. Slam Dunk, misalnya, pada masanya sempat membuat peserta ekskul basket membeludak. Begitu pula Captain Tsubasa, yang membuat banyak anak tertarik pada sepakbola, salah satunya adalah Fernando Torres—pemain sepakbola sekaligus penyerang ternama Spanyol.
  
Akihiro Yamauchi, atlet voli dari Jepang yang mengikuti Olimpiade Tokyo, merasakan hal serupa untuk anime Haikyuu!! ciptaan Haruichi Furudate. Dilansir The Indian Express, ia tak hanya memuji akurasi penggambaran voli dalam Haikyuu!!, tapi juga mengaku terinspirasi.

“Mungkin terdengar aneh, tapi itu (Haikyuu!!) membuat saya semangat latihan,” ucap Akihiro Yamauchi dalam sebuah dokumenter yang dikutip oleh The Indian Express.

Dengan besarnya pengaruh anime tersebut, tentu menjadi beralasan jika penyelenggara Olimpiade mengangkat lagu-lagu seperti Imagination atau Kimi Ga Suki Da To Sakebitai; itu adalah kepingan-kepingan anime yang selama ini menginpirasi banyak atlet.

Bahkan, sumber inspirasi para atlet juga bisa hadir dari anime yang tidak bertemakan olahraga sekali pun. Attack on Titan, Demon Slayer, atau One Piece, misalnya, walau tidak mengangkat olahraga tertentu, juga memiliki pengaruh tersendiri lewat nilai-nilai dan momen-momen di dalamnya.

Ini salah satunya tampak ketika Miltiadis Tentoglou, atlet lompat jauh Yunani peraih emas, berpose layaknya Luffy, karakter dari One Piece. Ia memperagakan pose second gear, teknik yang Luffy pakai untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatannya. 

If you know, you know (buat yang tahu saja),” katanya kepada wartawan sambil tertawa.
 
Hari ini, Olimpiade memang sudah berakhir. Namun momen-momen dengan referensi anime tersebut menarik untuk terus dikenang. Dari sana kita bisa belajar bahwa semangat, inspirasi, dan kemauan bisa datang dari mana saja, termasuk dari kartun.

Anime-anime tersebut, betapapun kadang tidak realistis, adalah imajinasi yang dapat menjadi bekal untuk kita meraih prestasi di dunia nyata.


Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Resmi! Jungwoo NCT & Lee Know Stray Kids Jadi MC Baru di Music Core

BERIKUTNYA

Duh, Ancaman Daring di Indonesia Meningkat Nih

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: