Ilustrasi guru dan murid di kelas. (Sumber gambar: Max Fischer/Pexels)

Sama-sama Dirayakan Tiap 25 November, Simak 3 Perbedaan Hari Guru Nasional & HUT PGRI

25 November 2023   |   11:17 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Dua perayaan istimewa hadir pada 25 November tiap tahunnya bagi kaum guru atau pendidik, yakni Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI). Pada hari itu, sekolah-sekolah dan institusi pendidikan lainnya biasanya mengadakan upacara khusus untuk memperingati baik Hari Guru Nasional, maupun HUT PGRI.

Hari Guru Nasional dan HUT PGRI  sama-sama menyoroti dan merayakan peran guru dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kendati dirayakan pada tanggal yang sama, ada perbedaan di antara dua peringatan tersebut baik dari segi makna, sejarah, maupun penetapannya.

Baca juga: Hari Guru Nasional 2023, Simak Makna Lagu Iwan Fals Berjudul Guru Oemar Bakri

Hari Guru Nasional dirayakan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para guru di Indonesia yang telah berperan penting dalam mendidik generasi muda. Sementara itu, HUT PGRI menyoroti peran dan eksistensi organisasi ini.

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah beberapa perbedaan antara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI seperti yang telah dirangkum Hypeabis.id dari berbagai sumber.

1. Makna Perayaan
Hari Guru Nasional (HGN) menjadi bentuk penghormatan terhadap guru yang telah berjuang dalam membentuk karakter generasi muda. Peringatan HGN tidak hanya menjadi wadah untuk menghargai pengabdian para pendidik, tetapi juga mencerminkan rasa syukur terhadap jasa guru dalam membangun pondasi pendidikan bangsa.

HGN bukan hanya sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momen refleksi untuk memahami betapa pentingnya peran guru dalam mengarahkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, moralitas, dan sikap positif siswa.

Peringatan ini juga mengajak semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun siswa, untuk memberikan apresiasi dan dukungan terhadap dunia pendidikan. Memberdayakan guru dengan memberikan fasilitas dan pelatihan yang memadai, merupakan investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
 

Ilustrasi guru dan murid di kelas. (Sumber gambar: Yan Krukau/Pexels)

Ilustrasi guru dan murid di kelas. (Sumber gambar: Yan Krukau/Pexels)

Sementara peringatan HUT PGRI lebih menitikberatkan pada upaya merayakan organisasi guru itu sendiri, sekaligus bertujuan untuk menghormati dan merayakan eksistensi PGRI. Seperti diketahui, PGRI adalah wadah pemersatu guru di Indonesia, tanpa memandang perbedaan latar belakang, status, atau golongan.

Dengan kata lain, HGN adalah perayaan yang lebih luas yang melibatkan seluruh komunitas pendidikan di Indonesia untuk menghormati peran guru dan pendidik secara umum. Di sisi lain, HUT PGRI lebih fokus pada merayakan sejarah dan eksistensi organisasi yang menjadi payung bagi para guru di Tanah Air.

3. Sejarah Perayaan
HUT PGRI lebih dulu diperingati dibandingkan dengan Hari Guru Nasional. Pasalnya, HUT PGRI dirayakan sejak organisasi tersebut berdiri. Sebelum dikenal sebagai PGRI, organisasi itu lebih dulu lahir dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. PGHB dibentuk untuk memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki latar pendidikan berbeda-beda.

Pada 1932, PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pada saat Indonesia diduduki oleh Jepang, segala bentuk organisasi dilarang, sekolah ditutup, termasuk PGI sehingga tidak dapat beraktivitas seperti sedia kala. Meski begitu, semangat kebangsaan guru-guru Indonesia tidak pernah pudar meskipun bekerja dibawah pemerintahan Jepang.

Akhirnya, pascaproklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, para guru mengadakan Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 di Surakarta, Jawa Tengah. Dalam kongres ini, semua organisasi dan kelompok guru yang didasarkan pada perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat untuk dihapuskan.

Sebagai gantinya, para guru memutuskan membikin organisasi baru, yang bisa menyatukan perbedaan sesuai nilai bangsa. Sembari memperingati 100 hari Indonesia merdeka, dibentuklah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945. Oleh karena itu, perayaan HUT PGRI diperingati tiap 25 November merujuk pada hari lahirnya organisasi itu.

Sementara itu, Hari Guru Nasional baru diperingati pada puluhan tahun setelahnya, meski sama-sama ditetapkan tanggal 25 November.

3. Tanggal Penetapan
Seperti penjelasan sebelumnya, HUT PGRI telah dirayakan sejak organisasi tersebut berdiri yakni 25 November 1945. Sedangkan Hari Guru Nasional baru dirayakan sejak ketetapan pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994 oleh Presiden Soeharto.

Baca juga: Hari Guru Nasional 2023: Simak Tema, Sejarah, & Makna Peringatannya

Menurut Keppres 78/1994, guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional, khususnya dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Begitu pula dengan PGRI yang merupakan organisasi bagi para guru di Tanah Air. Maka dari itu, pemerintah menetapkan 25 November sebagai Hari Ulang Tahun PGRI sekaligus Hari Guru Nasional.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Prediksi Setlist Lagu Acara Fanmeeting Junho 2PM di ICE BSD City Hari Ini

BERIKUTNYA

Yoasobi Bakal Konser Lagi di Indonesia Awal Januari 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: