Proses penanaman dan perawatan yang sesuai akan menghasilkan buah kelengkeng yang lebat. (Sumber gambar: Mohd Safri/ Unsplash)

Kenali Proses dan Tip Budidaya Tanaman Kelengkeng untuk Menghasilkan Buah yang Lebat

02 November 2023   |   08:15 WIB
Image
Yulita Theresia Maghi Mahasiswa Jurnalistik Universitas Nusa Nipa Indonesia, Maumere.

Menikmati buah-buahan segar di tengah panasnya suhu bumi saat ini merupakan kegiatan yang dapat Genhype lakukan. Tidak heran jika banyak pedagang menjajakan berbagai jenis buah. Salah satu jenis buah yang memiliki banyak peminat dan mudah dibudidaya yakni kelengkeng . 

Lantas bagaimana proses budidaya kelengkeng?. Kepada tim Hypeabis.id, Firdaus Hermawan, perawat tanaman hias sekaligus marketing Putra Tani Jaya, menjelaskan beberapa proses penanaman tumbuhan kelengkeng.
 
Baca juga:  Merawat Kulit Tetap Lembab dan Glowing, 5 Buah ini Cocok Dikonsumsi saat Musim Kemarau

"Sebenarnya penanaman dan perawatan  pohon kelengkeng  sama saja dengantanaman lain. Kalau  mau tanam kelengkeng harus mempersiapkan media tanam yang baik sampai perawatan, supaya buahnya juga banyak," tutur Firdaus.
 

Proses penanaman kelengkeng

Kelengkeng merupakan tumbuhan yang dapat dibudidayakan menggunakan biji. Biji kelengkeng yang telah dikeringkan selama kurang lebih 4 hari. Setelah itu benih akan disemai dalam media tanam berupa campuran tanah yang telah dicampur bersama pupuk organik.
 
Setelah 7 hingga 10 hari, benih akan berubah menjadi tunas. Setelah satu bulan, pindahkan bibit kelengkeng  ke tanah. Dijelaskan oleh Firdaus, dalam menanam tumbuhan kelengkeng, media tanam harus bersifat kering dan jauh dari tempat yang lebih lembab. Hal ini agar akar kelengkeng tidak mudah mengalami pembusukan.

Kelebihan yang dapat kalian temukan dalam menanam kelengkeng ialah dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Kelengkeng akan tumbuh subur pada tanah memiliki sistem drainase baik seperti tanah berpasir, berpasir, dan berbatu.

Selain itu, hindari penanaman kelengkeng  pada daerah yang terdapat rumput ataupun gulma.  Setelah ditanam, Firdaus menjelaskan perlu diberikan mulsa pada area pohon agar melindungi pembusukan pada batang dan mempertahankan kelembaban tanah.
 

Proses perawatan kelengkeng

Perawatan kelengkeng dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada pohon  kelengkeng  yang baru ditanam, dapat dilakukan penyiraman sebanyak 2 hingga 3 kali penyiraman tergantung kondisi tanah. Hal ini juga berlaku jika tanaman kelengkeng mulai berbunga hingga berbuah.

Saat musim hujan, biasanya dapat menyebabkan bunga kelengkeng jatuh dan mengurangi penyerbukan. Selain itu, kelengkeng juga tidak cocok untuk dibudidayakan pada daerah yang dingin. Hal ini disebabkan oleh pada daerah dingin akan menyebabkan peningkatan vegetatif dan mengurangi pembungaan.

Sedangkan dalam proses pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk NPK dengan perbandingan 6:6:6. Pupuk ditabur kurang lebih sejauh 10 inci dari batang tumbuhan kelengkeng. Firdaus juga menjelaskan pada tahun kedua, genhype dapat memberikan pupuk sebanyak 110 gram, 220 pada tahun ketiga, dan 450 gram pada tahun keempat.

Dijelaskan oleh Firdaus, pemupukan berlebihan pada musim dingin tidak disarankan. Hal ini dikarenakan memberi pupuk saat musim dingin akan mengurangi pembungaan. Genhype juga dapat menggunakan pupuk cair yang khusus digunakan untuk kelengkeng sebanyak 4 hingga 6 kali dalam sebulan.

Selanjutnya, untuk menghasilkan buah kelengkeng yang lebat, kalian dapat melakukan pemangkasan secara berkala. Pada kelengkeng  muda, kalian dapat memotong tunas sepanjang 1 hingga 2 inci. Sedangkan pada kelengkeng  dewasa, kalain dapat melakukan pemangkasan pada batang tanaman setelah proses pemanenan buah kelengkeng . 

Baca juga:  3 Resep Mango Sago, Minuman Buah Menyegarkan

Editor : Puput Ady Sukarno
SEBELUMNYA

7 Film, Serial & Variety Show Seru yang Tayang di Viu November 2023

BERIKUTNYA

Daftar Lengkap Pemain & Karakter Film Srimulat: Hidup Memang Komedi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: