Pada umumnya penderita cerebral palsu adalah anak-anak (Sumber gambar ilustrasi: pexels/RDNE Stock project)

Sejarah World Cerebral Palsy Day & Dua Organisasi di Belakangnya

06 October 2023   |   13:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Hari ini, Jumat, 6 Oktober 2023, semua negara tengah memperingati Hari Cerebral Palsy Dunia. Sebuah peringatan yang bertujuan guna memastikan para penderitanya memiliki masa depan dan akses yang sama dengan individu pada umumnya. 

Dikutip dari laman  worldcpday.org, National Day Calender,  dan beberapa sumber lainnya, Hari Cerebral Palsy Sedunia adalah gerakan global yang dimulai pada 2012. Pada saat itu, peringatan ini diluncurkan oleh Cerebral Palsy Alliance di Australia dan United Cerebral Palsy di Amerika Serikat. 

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Awal Cerebral Palsy

Kedua lembaga ini memiliki perhatian terhadap Cerebral Palsy sejak lama. Cerebral Palsy Alliance di Australia bahkan sudah dimulai sejak 1945 silam oleh Neil dan Audrie McLeod. 

Keduanya mendirikan aliansi tersebut lantaran sang putri kesayangannya, yakni Jennifer menderita penyakit tersebut. Mereka melakukan apa saja sebisa mungkin meskipun medis pada saat itu mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan oleh keduanya terhadap sang buah hati. 

Neil dan Audrie pun memutuskan membangun Cerebral Palsy Alliance atau The Spastic Centre dengan modal operasional 32 poundsterling. Kemudian, organisasi itu juga terdiri dari 14 anak dan 25 orang tua. 

Audrie yang berprofesi sebagai perawat terlatih telah membaca tentang Dr. Earl Carlson yang menderita cerebral palsy dan berhasil menjalankan program untuk anak-anak dengan kondisi serupa. 

Keluarga McLeod dan para orang tua pendiri lainnya percaya bahwa anak-anak penderita cerebral palsy dapat dididik dan menngambil peran di dalam masyarakat dengan terapi dan dukungan yang tepat. 

Pada 1954, Australian Cerebral Palsy Association terbentuk. Audrie pun menjadi presiden pertama. 

Pada 1961, mimpi Neil tentang pabrik besar di mana di dalamnya mempekerjakan disabilitas terwujud. Pada saat itu, Centre Industries didirikan di Allambie Heights yang sebagian besarnya berdasarkan pekerja sukarela dan material sumbangan. 

Lebih dari 11 tahun, pabrik Centre Industries  yang juga dikenal sebagai Packforce telah mendapatkan kontrak besar dari sejumlah perusahaan, seperti Telecom, Sagem, dan GTE Australia Ltd. 

Sementara itu United Cerebral Palsy di Amerika Serikat adalah organisasi yang serupa dengan Cerebral Palsy Alliance di Negeru Kanguru. 

United Cerebral Palsy di Paman Sam berawal dari 1984. Pada saat itu, Leonard H. Goldenson dan sang istri, yakni Isabelle bergabung denga pengusaha Jack Hausman dan istrinya, Ethel. 

Kedua keluarga ini bekerja sama guna meningkatkan kualitas hidup anak mereka dan orang lain yang memiliki cerebral palsy. Tidak hanya itu, empat orang itu bahkan memasang iklan untuk mengajak keluarga lain yang tertarik bergabung. 

Gayung bersambut, ratusan keluarga pun ikut menjadi bagian dari dua keluarga itu. Mereka semua berjuang menciptakan sebuah organisasi guna meningkatkan layanan bagi para penderita cerebral palsy dan United Cerebral Palsy berhasil lahir pada 1949. 

Tidak butuh waktu lama bagi organisasi untuk berkembang. Beberapa afiliasi juga dibuka di seluruh negeri pada saat itu. Mereka selalu mengangkat isu tentang cerebral palsy dan disabilitas lainnya ke permukaan sejak awal berdiri. 

Tahun lalu, gerakan Hari Cerebral Sedunia berhasil menjangkau lebih dari 10 juta orang untuk mempertemukan orang-orang yang hidup dengan Cerebral Palsy, keluarga mereka, pendukung dan organisasi dari lebih dari 100 negara.

“Semua ini bertujuan untuk memastikan masa depan di mana anak-anak dan orang dewasa penderita Cerebral Palsy mempunyai hak, akses dan peluang yang sama seperti orang lain di masyarakat kita,” demikian tertulis. 

Saat ini, terdapat lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia yang memiliki Cerebral Palsy dan 350 juta orang lainnya memiliki hubungan dekat dengan mereka. Cerebral palsy adalah kelainan fisik yang memengaruhi pergerakan dan postur tubuh.

Tercatat, satu dari empat anak penderita cerebral palsy tidak dapat berbicara. Kemudian, satu dari empat lainnya tidak mampu berjalan. 

Sementara itu, satu dari dua orang memiliki disabilitas intelektual. Adapun, satu dari empat penderita cerebral palsy juga memiliki epilepsi.

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Sindrom Ramsay Hunt dan Bell's Palsy

Editor: Dika Irawan 

SEBELUMNYA

Sinopsis Loki Musim Kedua, Perjalanan Sang Dewa Melawan Kang the Conqueror

BERIKUTNYA

PowerShot V10, Kamera Vlogging dari Canon Harga Rp9 Jutaan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: