Ilustrasi investasi (Sumber gambar: Annie Spratt/Unsplash)

Parents, Begini Cara Mengenalkan Investasi Sejak Dini Sesuai Usia Anak

10 September 2023   |   03:06 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Pada masa depan anak akan mempertimbangkan banyak aspek krusial dalam kehidupannya, termasuk dalam hal keuangan. Oleh karena itu, menumbuhkan semangat literasi keuangan dapat dipupuk sejak dini melalui berbagai cara.

Literasi keuangan yang dimiliki orang tua merupakan dasar edukasi finansial untuk bisa ditularkan kepada anaknya. Istilah anak merupakan peniru ulung juga berlaku dalam habit keuangan. Pasalnya, anak memiliki kecenderungan untuk melihat bagaimana orang tuanya memperlakukan uang. Hal itu akan menjadi pedoman anak dalam memandang uang.

Baca juga:  Peran Penting Sosok Orang Tua Terhadap Dunia Mental Anak

Perencana Keuangan dari MRE Mike Rini Sutikno menjelaskan pentingnya orang tua dalam melibatkan dan mengenalkan keuangan sejak dini. Menurut Mike, kebiasaan tersebut sudah bisa dibangun sejak anak masuk ke jenjang pendidikan PAUD.
 
Kebiasaan ini bisa dimulai dari langkah-langkah kecil. Misalnya, menjelaskan fungsi uang, cara uang bekerja secara sederhana, hingga kebiasaan menabung. Langkah tersebut bisa menjadi pintu awal perkenalan anak dengan dunia finansial.

Jika terus dipupuk sejak kecil, prinsip dasar keuangan yang baik ini akan menjadi pedoman bagi anak hingga dia dewasa. Kemudian, jika pengertian anak mengenai keuangan telah tumbuh, orang tua bisa memperluas edukasi lainnya dalam hal investasi.

Mike menyebut, prinsip dasar untuk mengenalkan investasi kepada anak adalah menekankan pentingnya untuk menahan keinginan di masa kini demi hidup yang lebih sejahtera di masa dewasa. “Bahwa anak harus diajarkan ketika mendapat uang, tidak semuanya langsung dihabiskan,” kata Mike.
 
Saat anak sudah terbiasa menabung, orang tua bisa menjelaskan pentingnya mengelola uang sebagai aset di masa depan. Menabung sama prinsipnya dengan menyisihkan dan mendiamkan uang dalam periode waktu tertentu. Sayangnya, besaran uang yang ditabung anak hingga dewasa rawan tergerus inflasi. Oleh karena itu, anak perlu pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan melalui investasi.
 
Mike mengatakan, diperlukan ketelatenan untuk mengajarkan anak tentang sabar dalam berinvestasi. Sebab, pengajaran investasi harus dilakukan secara bertahap seiring bertumbuhnya anak. Orang tua juga tidak bisa menjadi regulator penuh dalam perencanaan investasi anak.

“Penting sekali bagaimana orang tua membuka ruang diskusi untuk membicarakan apa saja yang ingin dicapai anak ke depan. Sehingga tujuan investasinya bisa segera ditetapkan, ” katanya. Tujuan investasi akan mempengaruhi pemilihan instrumen dan diversifikasi produk.
 

Usia 7 - 8 Tahun Kenalkan Fungsi Uang

Perencana Keuangan Eko Endarto menjelaskan, usia 7-8 tahun merupakan waktu yang cukup tepat untuk mengedukasi anak tentang fungsi uang. Pada masa tersebut, rata-rata anak sudah memiliki keinginan untuk berbelanja. Maka di rentang usia tersebut, orang tua dapat mengajarkan tentang keinginan dan kebutuhan, termasuk habit menabung.
 

Usia 12 - 13  Tahun Kenalkan Instrumen Investasi Low Risk

Seorang anak berusia 12-13 tahun, pengenalan mengenai instrumen investasi baru efektif untuk dilakukan. Eko menjelaskan, anak-anak dapat dikenalkan dengan instrumen minim risiko seperti reksadana pasar uang atau emas.
 
“Baiknya diperkenalkan dengan jenis investasi yang bisa mereka lihat atau pegang, misalnya emas batangan,” kata Eko. Dengan produk investasi berbentuk fisik, anak akan memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang baik untuk mental investasinya ke depan.
 

Usia 16 - 17 Tahun Kenalkan Investasi High Risk

Pengenalan dengan instrumen yang lebih berisiko seperti saham dapat dilakukan saat anak menginjak masa remaja menuju dewasa di usia 16-17 tahun.  Namun, meski sudah menuju dewasa, Eko mengatakan orang tua sebaiknya tidak lepas pandang dari perilaku keuangan anak.

Akan tetapi, orang tua hanya berfungsi sebagai penasehat saja dan tidak menjadi regulator utama atas pengelolaan investasi mereka. Orang tua dapat memastikan jika investasi yang dilakukan tetap pada jalur tujuan keuangan anak di masa depan.
 
Baca juga:  Diversifikasi Investasi Kunci Sukses Investor Pemula

Editor: Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

41 Anak Lisle Music & Art Tampilkan Keberaniannya dalam 2nd Annual Music Concert

BERIKUTNYA

4.000 Penonton Saksikan TRUST Orchestra The Legends 8-Replay: Symphonic Tales from Ghibli

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: