Ilustrasi nyeri pada rahang (Sumber: Freepik)

Kenali Gangguan Rahang Temporomandibular Joint Dysfunction & Cara Mengatasinya

29 August 2023   |   21:00 WIB
Image
Siti Sarah Jauhari Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Pada tubuh manusia, kerangka mulut terdiri atas sepasang tulang, yaitu rahang atas dan rahang bawah. Rahang atas merupakan rahang tetap yang tidak bisa bergerak, sementara rahang bawah dapat digerakkan dengan mengandalkan otot dan sendi. Sendi ini disebut juga sebagai temporomandibular joint (TMJ). 

TMJ menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak kepala dan membantu pergerakan rahang saat makan atau berbicara. Berhubung posisinya yang rentan, tidak jarang orang-orang memiliki keluhan pada rahangnya. Salah satu penyakit rahang yang kerap dialami adalah temporomandibular joint dysfunction (TMD) atau disfungsi pada sendi rahang. 

Baca juga: 9 Bahan Dapur Ini Dipercaya Dapat Meredakan Sakit Gigi Secara Alami

Gejala terjadinya TMD antara lain adalah rasa nyeri dan pegal pada rahang atau wajah, rahang yang berbunyi ketika digerakan, hingga kesulitan untuk membuka atau menutup mulut. Beberapa orang juga mengeluhkan rasa pusing hingga telinga yang berdenging akibat penyakit ini. 
 
Salah satu penyebab terjadinya TMD adalah tidak selarasnya posisi rahang atas dan rahang bawah. Hal tersebut bisa terjadi karena posisi sendi yang tidak berada pada tempatnya. Misalnya ketika seseorang menganga terlalu lebar, posisi sendi dapat bergeser dari tempat yang seharusnya dan mungkin akan sulit kembali ke posisi semula. 

Selain itu, TMD juga dapat disebabkan kebiasaan menggertakkan gigi dan mengatupkan gigi terlalu kencang. Hal ini disebut juga dengan istilah bruxism. Dua kebiasaan ini sering kali dilakukan tanpa disadari otak dan juga dipengaruhi kondisi emosi, misalnya ketika sedang stres, fokus, atau berpikir keras, tanpa sadar seseorang mengeraskan rahang atau menggertakkan giginya.  

Melansir dari Cleveland Clinic, terdapat beberapa kebiasaan yang harus dihindari agar tidak memperparah kondisi TMD, antara lain,
 
  1. Menggunakan gigi untuk membuka kemasan yang keras.
  2. Kebiasaan menggigit barang, seperti pensil, bolpen, dan lainnya.
  3. Memaksa rahang agar terbuka lebar, seperti saat melahap makanan berukuran besar.
  4. Menggertakan atau menggesekkan gigi dan mengeraskan rahang.
  5. Mengonsumsi makanan yang butuh usaha ekstra bagi rahang saat mengunyah, seperti daging yang alot. 
 
Apabila mulai merasakan gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Biasanya, dokter akan mengecek kondisi fisik rahang dari luar mulut, seperti dengan memperhatikan jangkauan rahang saat menganga dan memeriksa apakah sendi temporomandibular berada pada posisi yang seharusnya. Kondisi tertentu juga mengharuskan penderita untuk melakukan rontgen. 

Untuk mengatasi rasa nyeri atau ngilu, obat pereda nyeri dapat menjadi pilihan pengobatan jangka pendek. Akan tetapi, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Selain obat pereda nyeri, TMD dapat diobati dengan pemakaian mouth guard atau penjaga mulut. Mouth guard merupakan alat yang digunakan di dalam mulut dan berfungsi untuk menempatkan rahang pada posisi yang seharusnya. Selain itu, menggunakan mouth guard juga dapat meminimalisir kebiasaan menggertakkan gigi.

Penggunaan mouth guard merupakan pengobatan jangka panjang yang membutuhkan waktu cukup lama hingga rahang kembali normal. Pemakaian mouth guard harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter agar dapat dibuatkan cetakan mouth guard yang sesuai dengan kondisi dan bentuk rahang.

Baca juga: Ini Perbedaan Dehidrasi dan Radang Tenggorokan, Serta Cara Pengobatannya

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Menilik Kesiapan Timnas MLBB Indonesia Tatap Laga Perdana IESF 2023 Lawan Amerika Serikat

BERIKUTNYA

Ghea Panggabean Bawa Keindahan Koleksi Tenun Mamuli Sumba ke New York Fashion Week 2023/2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: