Ilustrasi pengendara motor. (Sumber gambar: Rajudin Hax/Unsplash)

Ramai soal Rangka Motor eSAF Rentan Karat & Patah, Begini Kata Pengamat

22 August 2023   |   20:19 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Rangka motor Enhanced Smart Architechture Frame atau eSAF yang dikeluarkan pada berbagai produk motor salah satu pabrikan tengah menjadi sorotan. Pasalnya, rangka sepeda motor yang diklaim memiliki fitur dan teknologi terbarukan itu ditemukan cepat karat dan keropos sehingga rentan patah.

eSAF adalah teknologi rangka baru yang dirancang untuk membuat motor jenis sekuter matik terasa lebih ringan, lincah, dan nyaman saat dikendarai. Pembuatan rangka motor ini bukan lagi menggunakan pipa tetapi pelat baja yang ditekuk dan dipres, kemudian dilas menggunakan laser sehingga ada lipatan atau tulang pada sisi-sisinya.

Baca jugaMengenal eSAF, Rangka Motor yang Diklaim Ringan & Irit Bensin 

Rangka baru ini juga diklaim mampu memberikan pemanfaatan ruang yang lebih efisien, dibuktikan dengan kapasitas bagasi 14 liter dan kapasitas tangki bahan bakar 4,2 liter. Pasalnya, bobot kendaraan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, penggunaan rangka eSAF diklaim mampu membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih irit.

Dengan menggunakan frame atau rangka ini, motor mampu mengonsumsi bahan bakar 59,1 km/liter. Dengan kata lain, dengan tangki terisi penuh, motor mampu menjangkau perjalanan hingga sejauh 248 km. Namun, akhir-akhir ini, di sejumlah platform media sosial, berseliweran rekaman video keluhan masyarakat lantaran kondisi rangka motor yang diketahui jenis eSAF tersebut  berkarat.

Hal itu menyebabkan rangka motor yang didominasi jenis sekuter matik itu menjadi keropos dan rentan patah saat digunakan untuk berkendara. Akibatnya, mereka harus membawa motor tersebut ke bengkel untuk servis yang memakan biaya hingga jutaan rupiah.

Menanggapi hal ini, Pengamat Otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan masalah yang terjadi para rangka motor eSAF tersebut bisa disebebkan oleh beberapa faktor, mulai dari kualitas material yang digunakan dalam pembuatan rangka serta proses produksinya.

Dia menjelaskan jika material yang digunakan tidak memiliki ketahanan yang memadai terhadap korosi atau jika proses produksinya tidak memenuhi standar yang tepat, maka struktur rangka dapat menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Desain rangka yang tidak memadai dalam hal ketebalan, bentuk, atau penempatan penguat-penguat struktural, paparnya, dapat mempengaruhi kekuatan dan ketahanan rangka terhadap beban dan tekanan.

"Jika desain rangka tidak mempertimbangkan semua faktor ini dengan baik, maka dapat menghasilkan struktur yang lebih mudah patah atau berkarat," katanya saat dihubungi Hypeabis.id, Selasa (22/8/2023).
 

Ilustrasi pengendara motor. (Sumber gambar: Aldin Rachman Pradana/Unsplash)

Ilustrasi pengendara motor. (Sumber gambar: Aldrin Rachman Pradana/Unsplash)

Perketat Quality Kontrol

Untuk mengatasi masalah ini, Yannes menilai pihak pabrikan motor harus segera mengambil tindakan yang serius dalam memperbaiki quality control dari proses produksi, perawatan, dan perbaikan dari kendaraan-kendaraan yang terkena dampak.

Selain itu, papar Yannes, mereka juga harus memastikan untuk meningkatkan pengendalian kualitas produksi agar rangka eSAF memiliki daya tahan dan ketahanan yang lebih baik terhadap korosi dan beban. Selain itu, diperlukan juga memberikan garansi yang lebih panjang untuk rangka eSAF sehingga memberikan kepercayaan kepada konsumen terkait kualitas produk, alih-alih hanya 1 tahun atau 10.000 kilometer saja.

"Jika tidak memperhatikan keluhan pelanggan terkait masalah rangka eSAF yang buruk, merek [sepeda motor] berpotensi untuk kehilangan kepercayaan dari konsumennya. Hal ini tentunya dapat berdampak langsung pada penurunan penjualan kendaraan kedepannya," jelasnya.

Di samping itu, pihak pabrikan juga dinilai perlu segera merespons setiap keluhan pelanggan secara individu dengan serius. Setiap kendaraan yang mengalami masalah rangka harus diperiksa secara menyeluruh untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. "Jika banyak kendaraan mengalami masalah rangka, harus mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya atau menggantinya secara massal," kata Yannes.

Jika ditemukan masalah serius pada rangka eSAF, pria yang juga menjabat sebagai dosen desain produk di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menuturkan pihak pabrikan harus mempertimbangkan untuk melakukan recall produk.

Ini berarti mengumpulkan kendaraan-kendaraan yang terkena masalah, memperbaikinya, dan menggantinya jika diperlukan. Recall adalah langkah tanggung jawab yang dapat membantu memperbaiki reputasi dan mengamankan keselamatan konsumen.

Yannes berpendapat jika kendaraan-kendaraan tertentu mengalami masalah yang signifikan, pihak pabrikan sudah seharusnya memberikan kompensasi atau perbaikan gratis kepada pemilik kendaraan tersebut sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap masalah yang telah terjadi.

"Solusi ini harus diimplementasikan secara serius dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa masalah rangka eSAF dapat diatasi dengan baik dan kepercayaan konsumen dapat dipulihkan," tambahnya.

Baca juga: Tren Sunmori & Pengaruh Peningkatan Safety Riding Para Pemotor 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor : Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Tayang Besok di Bioskop, Ini 5 Fakta Menarik Film Horor Talk To Me

BERIKUTNYA

Resep Sashimi Batak Naniura ala Chef Damar Toba

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: