Produk Yves Rocher (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)

Tren Skincare: Pencerahan Kulit Disukai Pasar Indonesia, Pasar Eropa Pilih Anti Penuaan

29 July 2023   |   08:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Brand kecantikan asal Prancis, Yves Rocher membawa inspirasi dari alam La Gacilly ke dalam produk skincare mereka Bright Botanical. La Gacilly merupakan area Bretagne, terletak di tepi kanan Sungai Aff di arah barat laut Prancis.

Wilayah ini dikenal tenang, sejuk, hijau, dan kental dengan nuansa perumahan Eropa. Bukan tanpa alasan, inspirasi ini diambil dari latar desa sang pendiri Yves Rocher yaitu Monsieur Yves Rocher yang besar dan bertumbuh di La Gacilly.

Baca juga: Cerita Pasangan yang Sukses Kembangkan Brand Skincare Teratu Beauty, Kini Beromzet Miliaran!

Sejak saat itu, La Gacilly menjadi sumber dari berbagai bahan yang digunakan dalam produk-produk kecantikan Yves Rocher.  Desa La Gacilly digambarkan sebagai desa kecil subur, asri, dan akrab dengan industri cocok tanam.

Produk Bright Botanical sengaja ditargetkan untuk masyarakat Indonesia dan Asia. Kepada Hypeabis.id, Brand Manager Yves Rocher, Silvia Rebecca mengatakan bahwa pasar Indonesia memang sangat tertarik dengan produk-produk perawatan yang bersifat mencerahkan.

Sementara pasar Eropa lebih tertarik dengan produk bersifat anti penuaan (anti aging). “Produk botanical ini sebelumnya sudah ada dan kita perbaharui lagi dari segi kemasan dan kualitas kandungannya,” kata Rebecca.

Ada enam jenis produk dari rangkaian Bright Botanical yang dibuat Yves Rocher yaitu moisturizer, emulsion, serum, face wash, scrub, dan toner. Produk perawatan kulit wajah ini bisa digunakan untuk semua jenis kulit. Selain mencerahkan, Bright Botanical juga lebih berfokus untuk masalah noda hitam, ketidakmerataan warna kulit, dan wajah kusam.

Rebecca menyebut, untuk jensi kulit tertentu dapat membedakan produk pada sentuhan moisturizer saja. Sementara produk rangkaian bisa digunakan oleh seluruh jenis kulit.Secara bahan, Yves Rocher membawa kandungan botanical aktif atau tanaman dari desa La Gacilly yang telah diteliti dan diolah sebelum diproduksi.
 

Produk Yves Rocher (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)

Produk Yves Rocher (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)

Yves Rocher juga memastikan semua produksi berjalan dengan konsep keberlanjutan. Botol tube dikhususkan untuk produk-produk lotion yang membutuhkan elastisitas, sedangkan produk seperti sampo dan sabun menggunakan kemasan daur ulang yang lebih keras.

“Semua kemasan kita diolah dengan plastik daur ulang dari Prancis, khusus kemasan tube itu kandungan plastiknya 25 persen lebih sedikit  dari plastik daur ulang untuk kemasan yang lebih keras seperti sampo dan sebagainya, ” kata Rebecca.

Open House Yves Rocher (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)

Open House Yves Rocher (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)

Produk perawatan rambut juga merupakan pasar besar Yves Rocher selain produk skincare.  Biasanya, pembeli produk Yves Rocher datang dari mereka yang sedang dalam masa awal usia kerja. Selain menyasar pasar wanita, Yves Rocher juga mendapat banyak pasar dari sisi pria. Biasanya, pria cenderung mencari produk sampo yang dapat mengatasi ketombe dan rontok. Bahkan, produk terlaris Yves Rocher yaitu Soin Stmulation Shampoo cukup diincar oleh pasar pria yang memiliki masalah rambut rontok.

Baca juga: Cuma Pakai 4 Skincare, Begini Rangkaian Perawatan Kulit Berjerawat yang Simpel

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Cek Harga Tiket 88 Degrees & Rising di Jakarta, Ada NIKI hingga XG

BERIKUTNYA

Emmy Awards 2023 Resmi Ditunda, Buntut dari Aksi Mogok para Pekerja Kreatif Hollywood

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: