Ragam aplikasi seluler. (Sumber gambar: Freepik)

Intip Alasan Mengapa Perusahaan Perlu Mobile App & Kiat Mengembangkannya

24 July 2023   |   22:31 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Like
Pertumbuhan aplikasi seluler atau mobile apps di Indonesia terbilang cukup pesat. Aplikasi ini efektif meningkatkan kinerja perusahaan dan membantu konsumen mendapatkan layanan yang prima. Namun agar optimal, butuh keseriusan dan atensi dari tingkat level pimpinan. 

CEO PT Modular Kuliner Indonesia (Hangry) Abraham Viktor mengatakan adanya aplikasi yang dibuat perusahaan membantu memecahkan masalah dalam hal pelayanan. Dia menyebut mobile apps Hangry membantu konsumen yang kerap komplain atas masalah pemesanan melalui vendor jasa pembelian online. Dengan demikian, kepuasan pelanggan terpenuhi.

“Karena itu kami bikin aplikasi. Kalau konsumen ada masalah, kami bisa respon dalam 10 menit dan kasih solusi dalam 24 jam,” ujarnya saat berbincang dengan Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.

Namun apakah adanya aplikasi meningkatkan skala bisnis Hangry? Abraham menilai pertumbuhan konsumen sangat dipengaruhi sejumlah faktor bukan hanya aplikasi saja. Dia menegaskan mobile apps Hangry dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. 

Ya, pelanggan bisa mendapat sejumlah keuntungan dengan mengunduh aplikasi seluler ini. Bukan hanya bisa mengajukan komplain dan solusi, pelanggan juga bisa mendapatkan ragam benefit seperti kolektif poin yang bisa ditukar dengan voucer makanan gratis dari produk Hangry.

Benefit lainnya, pelanggan bisa memesan sekaligus ragam produk hangry. Rencananya, setiap menu baru pun akan dirilis dan langsung bisa dipesan melalui mobile apps Hangry. 

Ketika pelanggan puas, tentunya dapat meningkatkan loyalitas dari konsumen itu sendiri. “Kami terus mendapat masukan biar aplikasi berkembang dan membantu konsumen lagi,” tambahnya. 

Sementara itu, Tech Reviewer Wisnu Kumoro menyampaikan perkembangan mobile apps sangat masif karena di lini bisnis, banyak perusahaan yang menggunakan. Belum lagi pertumbuhan startup yang menawarkan jasa pembuatan mobile apps turut berkembang pesat.

Mobile apps bisa dikatakan sebagai perpanjangan dari aktivitas bisnis. Namun soal industri mana yang cocok menggunakan aplikasi seluler ini, semua tergantung dashboard kerja, workflow bisnis, dan model bisnis yang digeluti. 

Dari segi usahanya, Wisnu berpendapat usaha skala menengah ke atas penting untuk menghadirkan mobile apps. “Jadi bisa kolektif database untuk customer, untuk analitik bisnis mereka arahnya kemana,” sebutnya.

Salah satu usaha yang penting memiliki aplikasi seluler ini menurutnya adalah media. Saat ini, banyak media yang dahulunya cetak beralih menjadi digital, menggunakan strategi multiscreen. “Tidak hanya satu kali cetak dijual, dihitung per eksemplar, sekarang dihitung dari jumlah per download,” ujarnya.

Tidak hanya berdampak dari sisi penjualan, adanya mobile apps tentu mengubah strategi bisnisnya. Kalaupun ada media yang baru mulai melakukan digitalisasi, memang terbilang terlambat, tetapi tidak ada salahnya untuk berakhir total ke digital. Semua tergantung seberapa cepat mereka beradaptasi dan menjalankan strategi bisnisnya. 


Atur Strategi agar Sinergi

Hal yang paling krusial saat mengembangkan mobile apps adalah sumber daya manusianya. Menurut Wisnu akan tiada guna aplikasi seluler jika tidak ada SDM yang mumpuni walaupun perangkat, infrastruktur perusahaannya, dan alat-alat yang dibeli terbilang canggih. “Akan tidak terpakai kalau dari manusianya tidak tahu cara memakainya, tidak mau menggunakannya, jadi percuma,” tegasnya.

SDM yang kompeten dimulai dari pimpinan perusahaan yang menunjukkan kepedulian tentang perubahan. Dari segi bisnis pasti strateginya terdampak ketika pimpinan tidak peduli terhadap pengembangan mobile apps itu sendiri.

“Penggunaan mobile apps setengah-setengah, jadi penghamburan keuangan saja,” ucapnya.

Bentuk kepedulian yang bisa ditunjukkan pimpinan perusahaan yang merekrut orang-orang yang kapabel. Artinya, mereka mampu membuat aplikasi dengan efektif, mengelola database dengan aman, dan rutin serta telaten dalam pemeliharaan aplikasi tersebut. 

“Kapabilitas disesuaikan model bisnis. Kalau over quality, jatuhnya nanti mubazir. Dimulai dari kepemimpinan dan kepekaan,” jelasnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

5 Jurus Jitu Atasi Bullying di Sekolah

BERIKUTNYA

Menengok Kunci Manajemen Proyek Seni di Museum Nasional Australia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: