Ilustrasi (Sumber gambar: Nasezhda/Pexels)

Waspadai Siklus Haid yang Tidak Teratur, Ini Penyebabnya

07 July 2023   |   19:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Like
Bagi kalian para perempuan, mungkin ada yang pernah mengalami haid tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali. Hal ini terjadi ketika sistem dalam tubuh perempuan yang mengatur otak untuk mengeluarkan hormon yang memberi sinyal pada indung telur memproduksi satu buah sel telur matang setiap bulannya mengalami gangguan.

Menurut World Health Organization (WHO), seorang perempuan dinyatakan sehat jika organ serta fungsi reproduksinya sehat. Hal ini berarti kondisi indung telur, saluran telur, rahim, dan vagina harus sehat secara fisik dan berfungsi dengan baik untuk menghasilkan sel telur, berhubungan seksual, serta memfasilitasi terjadinya pembuahan dan menempelnya embrio dalam rahim.

Budi Wiweko, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre mengatakan, sejak masa pubertas setiap perempuan akan mengalami siklus haid sebanyak 300-400 kali sepanjang hidupnya sampai memasuki masa menopause.

Baca juga: Ladies, Kenali 5 Penyebab Haid Terlambat

"Komunikasi yang harmonis dan sinkron antara otak, indung telur, dan rahim menghasilkan satu buah sel telur matang yang berasal dari sekitar 1.000 buah sel telur yang dilepaskan oleh setiap perempuan dari indung telurnya setiap bulan," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/7/2023).

Budi menjelaskan, ketika sel telur matang dilepaskan (ovulasi), komunikasi yang sangat indah dan luar biasa ini telah menyiapkan dinding rahim sebagai bantal tempat menempelnya embrio jika terjadi pembuahan setelah berhubungan seksual.

Lantas, jika pembuahan tidak terjadi, maka secara otomatis akan terjadi haid dalam waktu 14 hari setelah sel telur matang dilepaskan.

Karena itulah, sambungnya, siklus haid yang baik dapat menggambarkan organ reproduksi yang sehat. Keluhan tidak haid selama 3 bulan, interval siklus haid 40 hari, atau haid yang datang sebanyak 2 kali dalam setiap bulan merupakan contoh dari gangguan pematangan sel telur.

Ada beberapa hal yang menyebakan kondisi tersebut mulai dari gangguan sinyal pada sistem saraf, masalah di indung telur, jumlah sel telur yang sedikit, atau tingginya hormon prolaktin, yakni hormon yang terkait dengan produksi air susu.

Menurut Budi, gangguan pematangan sel telur tersebut tidak hanya menyebabkan seorang perempuan mengalami kesulitan memperoleh keturunan, tetapi juga dapat merugikan kesehatan perempuan secara umum. Misalnya saja mengalami penebalan dinding rahim yang berisiko menyebabkan perdarahan dalam jumlah banyak.

"Hal tersebut bahkan menjadi salah satu bibit terjadinya keganasan badan rahim," ucapnya. Karena itulah, ketika seorang perempuan  mengalami keluhan siklus haid yang tidak teratur, harus  dicari penyebabnya agar dapat segera ditangani dengan tepat.

Selain adanya gangguan pematangan sel telur, jumlah sel telur yang sedikit juga menyebabkan gangguan siklus haid yang harus dikenali secara cepat, mengingat kondisi ini biasanya lebih sulit diatasi, terutama pada perempuan yang belum memiliki keturunan.

"Banyaknya sel telur dalam indung telur setiap perempuan dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan, maupun faktor lingkungan," ujarnya.
 
Menurut Budi ada beberapa hal yang dapat merusak dan menurunkan jumlah sel telur seperti kista cokelat, atau dalam istilah medis disebut dengan endometriosis, dikenal sebagai salah satu penyakit organ reproduksi. Demikian pula dengan tindakan pembedahan pada indung telur (jika terdapat kista) juga dapat mengurangi jumlah sel telur sehingga berujung pada gangguan siklus haid.

Selain itu, tindakan kemoterapi atau radiasi pada perempuan muda penderita keganasan juga dapat mengurangi jumlah sel telur sehingga memicu kejadian menopause dini.
 
Melihat begitu eratnya kaitan siklus haid dengan reproduksi sehat, maka sangat dianjurkan bagi setiap perempuan untuk mencatat siklus haidnya dengan baik. Siklus haid dinyatakan sehat jika terjadi pada interval antara 24-38 hari, lama haid antara 3-7 hari dengan mengganti pembalut 2-3 kali per hari. Nyeri haid merupakan hal normal jika terjadi pada hari pertama atau kedua siklus haid, selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pencatatan siklus haid yang baik dapat bermanfaat terhadap terciptanya reproduksi sehat. Tentunya sistem reproduksi yang sehat juga akan menjaga seorang perempuan terhindar dari gangguan kesehatan organ reproduksi sekaligus menyiapkan keturunan dan generasi selanjutnya yang sehat dan cerdas.

Baca juga: Ladies Wajib Tahu Gejala PCOS saat Menstruasi

 (Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Profil Lee Sang-eun, Penyanyi Sopran Korea Selatan yang Ditemukan Meninggal Sebelum Konser

BERIKUTNYA

Sudah Ada Sejak 700 SM, Telisik 5 Fakta Penyakit Antraks

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: